27 Warga Gunungkidul Positif Antraks, 1 Meninggal Karena Meningitis



Jakarta – Kemunculan antraks di Gunungkidul sampai saat ini masih menjadi perhatian Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). Beberapa upaya pencegahan pun disosialisasikan, seperti perilaku hidup bersih, mengisolasi hewan yang terkena antraks, dan pentingnya menyembelih ternak di rumah potong hewan.

Menanggapi hal ini, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Anung Sugihantoni, MKes, dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menjelaskan lebih dari 597 orang telah dilakukan pemeriksaan.

“Lebih dari 597 orang dilakukan screening dan dipastikan tidak menjadi bagian dalam penularan kasus antraks,” jelasnya.


Diketahui sampai saat ini tidak ada tambahan kasus yang terjadi terkait antraks. Kasus antraks pada manusia terakhir dilaporkan pada 31 Desember 2019 sebanyak 27 yang positif terkena, salah satunya diketahui meninggal akibat meningnitis, dan tidak ada kaitannya dengan antraks.

“Karena meningnitis. Tapi memang ada ada riwayat kontak dengan hewan dengan sapi, makan ya,” jelas dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zonotik.

Saat ditanyai soal data terbaru terkait antraks, dr Nadia menyampaikan belum ada penambahan korban yang terjadi pada manusia akibat antraks.

“Kalau misalnya yang di hewan ada 9 kasus, kalau di manusia itu ada 54 itu yang ada gejala dan sama nggak bergejala, nah 21 itu waktu itu kita yang bergejala, jadi ada muncul, (gejalanya) tapi ada yang sisanya itu adalah yang punya riwayat kontak dengan hewan mati tadi, jadi ada 54 total sampel yang kita periksa. 54 itu, ada 27 yang positif,” pungkasnya.

Simak Video “Imbauan Kemenkes RI soal Cacar Monyet yang Gemparkan Singapura
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

Tinggalkan komentar