6 Alasan Miss V Terasa Super Gatal, Bukan Karena Seks (2)



Jakarta – Gatal di vagina bisa terjadi dan terasa lumrah. Mungkin Anda dengan mudah akan mengabaikannya, atau merasa terganggu apalagi saat ingin berhubungan seksual.

Jangan sekali-kali mengabaikan karena bisa jadi berarti penyakit atau kondisi berikut ini, seperti dikutip dari Women’s Health:

1. Lichen sclerosus

Merupakan salah satu masalah kulit seperti eksim atau psoriasis, lichen sclerosus merupakan ruam-ruam putih yang menyebabkan rasa gatal dan sering muncul di area kelamin dan area tubuh lainnya. Ada beberapa obat yang bisa menangani penyakit ini, namun beberapa ahli mengingatkan bahwa penyakit ini mirip dengan kanker vulva, sehingga perlu diperiksa lebih lanjut, misalnya dengan biopsi.

2. Perubahan hormon

Saat hormon berfluktuasi selama siklus menstruasi, kamu bisa berakhir dengan jaringan vagina yang lebih kering daripada umumnya, yang menyebabkan rasa gatal. Termasuk juga saat periode perimenopause atau momen saat kita akan masuk menopause, menjadi salah satu alasan umum terjadinya vagina kering dan gatal, akibat turunnya estrogen.

3. Infeksi saluran kencing

Salah satu gejala infeksi saluran kencing (ISK) adalah nyeri di pelcis, kebelet kencing yang kuat, sensasi terbakar saat kencing, dan urine berbau. ISK juga bisa menyebabkan rasa gatal, sensasi iritasi, terutama apabila infeksinya berlokasi di dekat uretra. Periksakan ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut.

4. Perawatan kecantikan

Perawatan kecantikan tubuh kini tak hanya seputar wajah saja, namun juga menjamah bagian kelamin, terutama vulva. Misalnya saja yang sedang ngetren belakangan ini adlaah masker vulva dan ratus atau penguapan vagina. Hal-hal tersebut tidak dianjurkan oleh para ahli untuk dilakukan, karena tak hanya tidak berguna, namun bisa juga menimbulkan reaksi dalam bentuk gatal dan iritasi. Jaringan vulva merupakan jaringan paling lembut dan sensitif di tubuh. Rawatlah dengan bertanggung jawab dan secara perlahan, tak perlu aneh-aneh.

5. Luka bakar tanning bed

Tanning bed sudah sejak lama dipercaya sebagai sumber banyak masalah kesehatan, salah satunya kanker kulit. Apalagi jika kamu berada dalam tanning bed dalam keadaan telanjang, Anda akan mengalami vagina burn atau sensasi terbakar pada vagina. Yakni seperti kemerahan dan kulit mengelupas, bisa diatasi dengan mencampurkan aloe vera dengan sedikit minyak kelapa dan aplikasikan langsung.

6. Iritasi cukur atau waxing

Area selangkangan merupakan area yang sangat sensitif, sehingga sangat rentan terkena sensasi terbakar dan iritasi dari mencukur atau waxing rambut pubis, karena mengganggu kekencangan kulit. Aplikasikan krim hipoalergenik atau losion sebelum mencukur, dan tetap jaga kering dan bersih. Jika terus terjadi maka Anda harus menghentikannya, atau mengganti beberapa produk cukur dengan yang lebih lembut untuk kulit.

Simak Video “Bukan Tren, Peremajaan Miss V Itu Kebutuhan!
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)

Tinggalkan komentar