Adopsi Anak karena Infertilitas – GueSehat.com


Banyak pasangan yang ingin segera memiliki anak setelah menikah. Sayangnya, tidak semua beruntung langsung mendapatkannya. Ada yang membutuhkan waktu lama sebelum akhirnya istri berhasil hamil.

 

Ada juga yang menempuh berbagai cara selama bertahun-tahun, hingga akhirnya memutuskan untuk mengadopsi anak. Ada kepercayaan di Indonesia bahwa mengadopsi anak bisa memancing’ kehamilan istri. Namun terkait dengan isu infertilitas, apakah adopsi anak solusinya?

 

Latar Belakang Isu Infertilitas dan Adopsi Anak

Menurut Womens’ Health, infertilitas merupakan masalah umum yang dihadapi oleh banyak pasangan. Di Amerika Serikat sendiri saja, sekitar 10% populasi wanita usia matang (15-44 tahun) mengalami kesulitan untuk hamil dan tidak keguguran.

 

Namun, salah besar kalau menganggap isu infertilias ini hanya dialami oleh wanita. Banyak juga pria yang mengalami infertilitas, sehingga sperma gagal membuahi telur untuk menghasilkan keturunan. Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam.

 

Namun bila salah satu atau kedua pasangan sama-sama mengalami isu ini, masih ada cara lain untuk membesarkan anak. Memang bukan membesarkan anak kandung, tetapi tetap saja setiap anak akan membutuhkan kasih sayang. Adopsi anak menjadi jalan yang ditempuh oleh banyak pasangan yang mengalami isu infertilitas.

 

Baca juga: 13 Faktor yang Memengaruhi Fertilitas Wanita

 

Lakukan Dengan Pikiran dan Perencanaan Matang

Meskipun sangat ingin memiliki anak, adopsi anak bukan perkara mudah. Jangan mudah termakan dengan iming-iming mitos Mengadopsi anak untuk ‘pancingan’ agar hamil”. Pemikiran ini justru harus diubah. Pasalnya, ini akan terlihat seperti mengangkat anak hanya demi mendapatkan anak kandung. Sebelum memutuskan untuk mengadopsi anak, Mums dan Dads bisa melalui 3 tahap ini:

 

  1. Beri waktu untuk menerima kondisi infertilitas, baik untuk Mums dan Dads.

Bersedih karena sulit punya anak itu emosi yang wajar. Daripada menyembunyikannya, beri waktu untuk diri sendiri merasakan emosi tersebut. Selain saling memberi dukungan, lakukan beberapa kegiatan ringan yang dapat menenangkan dan menyenangkan hati, misalnya jalan-jalan, menulis, atau berolahraga.

 

Bolehlah sesekali menangis untuk melepaskan emosi agar lega. Setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk berduka. Tidak perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

 

Baca juga: Mengenal Infeksi Rahim Penyebab Infertilitas

 

  1. Lakukan konseling untuk menerima kondisi diri secara bertahap.

Beberapa pasangan mungkin merasa lebih nyaman dan terbantu dengan pergi ke konselor untuk melakukan konseling. Tidak perlu merasa malu bila memilih cara ini. Lakukanlah sesi konseling untuk membantu mengatasi perasaan sedih karena isu infertilitas. Tidak hanya itu, konselor akan membantu Mums dan Dads menemukan cara untuk menerima hal itu dan merencanakan langkah selanjutnya.

 

  1. Saat sudah benar-benar siap, barulah mempertimbangkan beberapa pilihan lain.

Mums dan Dads bisa bersama-sama melakukan riset mengenai adopsi anak. Tidak hanya proses, melainkan juga waktu yang kira-kira tepat untuk memutuskan mengadopsi anak. Pastikan juga keputusan ini memang diambil karena benar-benar ingin membangun keluarga bersama, bukan sekadar “biar punya anak”.

 

Alasan Memilih Adopsi Anak Selain Isu Infertilitas

Banyak yang menyebutkan bahwa adopsi anak juga termasuk perbuatan mulia. Inilah 3 alasannya:

 

  • Anak yatim piatu jadi mendapatkan orang tua dan keluarga.

Ini sudah jelas, adopsi anak ada dilakukan jika kedua belah pihak sama-sama membutuhkan. Anak yatim piatu membutuhkan orang tua dan keluarga, sementara Mums dan Dads ingin memiliki anak.

 

Baca juga: Apakah Wanita dengan PCOS Bisa Hamil?

 

  • Alternatif lain dalam membangun keluarga bersama.

Jangan sedih bila ada yang berkomentar, “Rasanya berbeda dengan punya anak sendiri.” Anak-anak, apa pun status relasinya, berhak dan layak mendapatkan kasih sayang. Kasih sayang yang tulus tidak harus selalu terbentuk berdasarkan ikatan darah kok, Mums.

 

  • Memberikan anak adopsi kehidupan yang jauh lebih baik dan layak.

Mums dan Dads mungkin termasuk yang berkecukupan dari segi finansial. Nah, di luar sana, masih banyak orang tua lain yang tidak sanggup membesarkan anak mereka. Dengan mengadopsi anak, Mums dan Dads memberikannya kehidupan dan masa depan yang lebih baik untuknya.

 

Meskipun infertilitas menghambat keinginan untuk memiliki anak, pastikan dulu Mums dan Dads sudah benar-benar siap ya untuk mengadopsi anak. Ini adalah sebuah keputusan yang besar, sehingga harus dipikirkan matang-matang. (AS)

 

Baca juga: Penyebab Telat Haid Belum Tentu Hamil, Bisa Jadi karena Ini!

 

 

Sumber

Adoption Network: Adoption After Infertility

Healthline: Adopting a Child After Finding Out You’re Infertile

Kompas.com: Pikir-pikir Dulu Sebelum Mengadopsi Anak

Bertus Adel, Rustiyarso, Amrazi Zakso: Model Adopsi bagi Keluarga yang Tidak Mempunyai Anak Dalam Mempertahankan Perkawinan di Desa Kecurit Toho

Tinggalkan komentar