Air Liur sebagai Pelumas saat Seks?


Pelumas alami akan keluar saat Kamu dan pasangan sama-sama menikmati momen bercinta. Namun, beberapa kondisi yang membuat Kamu atau pasangan tidak bisa mengeluarkan pelumas alami ini. Alhasil, ludah atau air liur pun digunakan sebagai pelumas alami. Lantas, amankah menggunakan air liur sebagai pelumas saat seks?

 

Risiko Air Liur sebagai Pelumas saat Berhubungan Seks

Menurut Patti Britton, Ph.D yang merupakan seksolog klinis di California, Amerika Serikat, pelumas alami, seperti air liur ataupun ludah aman digunakan saat berhubungan seks dengan kondisi tertentu. “Faktanya, air liur adalah pelumas seks tertua di dunia yang digunakan dalam keadaan darurat saat itu,” tambah Patti. 

 

Nah, jika Kamu memiliki infeksi pada mulut, seperti gusi yang meradang ataupun sakit tenggorokan, maka sangat tidak disarankan untuk menggunakan air liur sebagai pelumas. “Bakteri dan partikel virus dapat dengan mudah dibawa air liur ke organ genital yang berpotensi menyebabkan infeksi,” jelas seksolog asal California itu. 

 

Baca juga: Kolesterol Tinggi Memengaruhi Hubungan Seks!

Menurut dokter spesialis kandungan asal California, dr. Felice Gersh, penyakit menular seksual bisa saja ditularkan melalui air liur ataupun ludah. Dengan kata lain, jika pasanganmu memiliki lesi (luka) herpes yang aktif dan menggunakan air liur atau ludahnya sebagai pelumas, ini dapat meningkatkan risiko terhadap herpes genital. 

 

Bahkan, jika Kamu tidak merasa atau melihat adanya luka di sekitar mulut, tetap saja menggunakan air liur sebagai pelumas saat berhubungan seks dapat berisiko. “Herpes ini bisa timbul dengan gejala, seperti melepuh atau luka. Namun, bisa juga timbul tanpa gejala,” jelasnya. 

 

Meski begitu, herpes bukanlah satu-satunya penyakit menular seksual secara oral yang bisa menginfeksimu. “Gonore, klamidia, HPV, atau sifilis juga dapat ditularkan ke organ genital melalui air liur. Infeksi ini bisa juga tidak menunjukkan gejala apapun,” tambah dr. Felice. 

 

Baca juga: Seks Anal Bisa Menyebabkan Kanker Anus, Benarkah?

Dokter Felice juga mengungkapkan bahwa bakteri dalam air liur sangat berbeda dengan bakteri di vagina. “Air liur mengandung enzim pencernaan yang memecah makanan. Saat Kamu memasukkan bakteri dan enzim ini ke vagina, maka akan mengganggu mikrobioma vagina dan membuatmu rentan terhadap infeksi jamur ataupun vaginosis bakteri,” ujarnya. 

 

Jadi, sebenarnya amankah menggunakan air liur sebagai pelumas saat berhubungan seks? Menurut dr. Felice, 99,9% orang mungkin pernah menggunakan ludah atau air liur sebagai pelumas. Namun, tetap saja itu bukanlah pilihan terbaik dan teraman. 

 

Dokter spesialis kandungan asal California itu pun menyarankan untuk menggunakan pelumas yang tersedia di pasaran daripada menggunakan air liur ataupun ludah sebagai pelumas alami. Pastikan juga untuk memilih pelumas yang berbahan dasar air. 

 

Di satu sisi, pelumas yang tersedia di pasaran memang dirancang untuk mempermudah penetrasi dan sangat mirip dengan pelumas yang diproduksi oleh tubuh sendiri. “Gunakanlah pelumas itu untuk membantu mengurangi gesekan yang dapat menyebabkan goresan kecil,” tutup dr. Felice. 

 

Baca juga: Patut Dicoba, Pilihan Olahraga untuk Meningkatkan Performa Seks!

Seperti yang dikatakan oleh ahli, air liur atau ludah tidak disarankan untuk digunakan sebagai pelumas. Hal ini untuk menghindari risiko terhadap infeksi pada organ genital. Oh iya, kalau Kamu punya pertanyaan seputar kesehatan atau hal lain yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk menggunakan fitur ‘Forum’ yang tersedia di GueSehat.com ya Gengs. Cobain yuk fiturnya sekarang!

 

Referensi: 

Cosmopolitan. 2014. Sexual Health: Is it okay to use saliva as a lubricant during sex?

Health. 2019. Is It Safe to Use Saliva as a Lubricant During Sex? We Asked an Ob-Gyn

Tinggalkan komentar