Akupunktur aman untuk ibu hamil


Keluhan selama hamil tidak sama untuk masing-masing Mums. Namun ada juga keluhan yang umum atau dialami hampir semua ibu hamil, misalnya mual dan muntah di awal kehamilan, kemudian pegal dan tubuh selalu lelah, hingga keluhan mood swing atau perubahan mood.

 

Variasi keluhan tadi pun tidak sama. Ada yang ringan saja, ada yang sangat berat sehingga membutuhkan intervensi dari dokter. Mual dan muntah misalnya, meskipun sudah dibantu dengan mengatur porsi makan, menghindari makanan tertentu, minum jahe, pada sebagian Mums gejalanya tetap tidak berkurang.

 

Nah keluhan-keluhan tadi, ternyata bisa diatasi dengan akunpunktur Mums! Mums mungkin bertanya, memangnya boleh ya ibu hamil melakukan akupunktur. Simak penjelasan dokter spesialis akupunktur berikut yuk!

 

Baca juga: Olahraga Tanpa Alas Kaki, Terapi Akupuntur yang Menyehatkan

 

Akupunktur Aman untuk Ibu Hamil

Akupunktur merupakan suatu cara pengobatan dengan perangsangan titik-titik tertentu di permukaan tubuh. Tujuan akupunktur ini sangat luas, misalnya membantu menyembuhkan suatu penyakit, mempercantik penampilan, meningkatkan kebugaran, hingga memperlambat proses penuaan.

 

Akupunktur ternyata tidak hanya penusukan dengan jarum Mums. Perangsangan ke titik-titik tubuh tertentu bisa dilakukan dengan pemanasan, akuapunktur, tanam benang, dan sebagainya.

 

Dr. Hety, Spesialis Akupunktur dari klinik Sakti Medika, Jakarta menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada aturan mutlak yang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh melakukan akupunktur. “Prinsipnya adalah, jika ditangani oleh ahli akupunktur yang kompeten, maka tidak akan ada masalah. Akupunktur tidak akan berdampak pada janin, justru dapat membantu beberapa masalah kehamilan, misalnya mengurangi mual muntah, dan pegal-pegal,” jelas dr. Hety di Jakarta, 19 Desember 2019.

Ahli akupunktur yang dimaksud di sini adalah dokter akupunktur medik, yang sudah mendapatkan sertifikat dan kompetensi tertentu. Akupunktur medik merupakan bagian dari kedokteran fisik yang berdasarkan ilmu saraf. Semua tindakan pada akupunktur medik sudah berbasis bukti ilmiah.

 

“Praktek akupunktur yang sudah memiliki bukti ilmiah kuat adalah untuk mengatasi mual dan muntah di masa kehamilan. Sudah banyak penelitiannya. Prinsipnya, akupunktur akan menekan sistem saraf pusat yang bertanggung jawab mendatangkan mual, dengan begitu gejala bisa dikurangi,” jelas dr. Hety.

 

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Berenang?

 

Manfaat Akupunktur untuk Kehamilan

Berikut ini beberapa manfaat akupunktur untuk kehamilan dan menyusui, yang sudah dibuktikan melalui penelitian ilmiah:

 

1. Mengatsi mual dan muntah

Mual dan kadang disertai muntah selama hamil umumnya disebabkan perubahan hormonal. Akupunktur bermanfaat menyeimbangkan hormon tubuh ibu hamil. Untuk mengatasi gejala mual dan muntah, akupunktur bisa dikombinasikan dengan accupressure, yakni menekan titik-titik tertentu di tubuh tanpa menggunakan jarum, sehingga bisa dilakukan sendiri oleh ibu hamil di rumah.

 

2. Mengurangi gangguan mood

Keluhan lain saat kehamilan maupun setelah melahirkan, menurut dr. Hety, adalah gangguan mood. Karena hormon yang drop, menimbulkan gejala depresi, sulit tidur, dan sebagainya. Dengan akupunktur, keluhan tadi bisa dikurangi karena akupunktur memiliki efek menenangkan dan mengembalikan keseimbangan hormon.

“Akupunktur memberikan efek keseimbangan hormonal tubuh dan merangsang pengeluaran opioid dari dalam tubuh, sehingga memberikan efek relaksasi dan memberikan kenyamanan,” jelas dr. Hety.

 

2. Melancarkan ASI

Mekanisme pengeluaran ASI dipengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin. “Akupunktur bisa membantu menyeimbangkan kedua hormon tadi sehingga ASI lancar. Tusuk jarumnya pun tidak di payudara Mums, tetapi di titik utama di sekitar tulang dada, bahkan di jari manis. Dua titik ini menurut dr. Hety paling sering dilakukan untuk penelitian.

Selain dengan tusuk jarum, perangsangan produksi ASI bisa dibantu dengan accupressure, yakni penekanan di titik yang sama. BIsa juga dengan pemanasan, yakni menggunakan alat bernama moksa. Moksa berbentuk seperti cerutu terbuat dari daun yang dipanaskan dan ditempelkan di titik tersebut.

 

4. Membantu program kehamilan

Akupunktur dapat berperan dari sebelum kehamilan, misalnya pada kasus infertilitas. Akupunktur bekerja dengan memerbaiki keseimbangan hormonal dan meningkatkan aliran darah di rahim sehingga kemungkinan terjadinya kehamilan dapat ditingkatkan.

 

5. Mengurangi nyeri persalinan

Pada proses persalinan, akupunktur dapat berperan untuk mengurangi nyeri persalinan dan mengurangi derajat stres. Pasca melahirkan, ibu rentan mengalami baby blues syndrome karena perubahan mood, emosi labil, kesedihan, tidak sabar, kurang tidur, cemas, merasa sendirian, mudah terluka, konsentrasi memburuk, dan kelelahan. Masalah ini dapat dibantu dengan akupunktur dan tentunya harus disertai dengan dukungan keluarga

 

7. Menurunkan berat badan seperti sebelum hamil

Setelah melahirkan berat badan atau bentuk tubuh Mums terkadang tidak kembali ke sediakala. Ada yang mengalami peningkatan berat badan atau ada bagian tubuh tertentu yang tidak sesuai harapan. Dalam hal ini akupunktur juga dapat membantu.

 

Itu tadi beberapa manfaat akupunktur untuk ibu hamil dan menyusui. Akupunktur adalah terapi yang relatif aman oleh karena itu baik ibu maupun bayi dapat memeroleh manfaat dengan efek samping yang sangat minimal. Efek samping yang mungkin terjadi, adalah terkadang terjadi lebam (kebiruan) ditempat penusukan. Lebam ini tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya,” jelas dr. Hety.

 

Selain itu tindakan akupunktur pada ibu hamil tentunya berbeda dengan pelaksanaan akupunktur pada umumnya, oleh karena itu akupunktur harus ditangani oleh dokter yang memang memiliki kompetensi di bidang akupunktur yaitu dokter spesialis akupunktur

 

Baca juga: Kenaikan Berat Badan selama Hamil

 

 

Sumber:

Paparan Manfaat Akupuntur pada Ibu Hamil dan Menyusui, oleh dr. Hety SpAk, di Klinik Sakti Medika, 19 Desember 2019.

Tinggalkan komentar