Alasan Popularitas Sepeda Brompton Makin Naik Meski Harga Selangit



Jakarta – Sepeda Brompton menjadi sorotan dalam kasus penyelundupan yang melibatkan direktur maskapai Garuda Indonesia. Merek sepeda asal Inggris ini masuk dengan cara ilegal ke Indonesia dalam pesawat yang baru didatangkan dari Prancis.

Popularitas sepeda Brompton di Indonesia memang makin meningkat tiap tahun. Menurut Ketua Brompton Owner Group Indonesia (BOGI) Baron Martanegara, ada beberapa alasan memilih sepeda lipat Brompton dibanding yang lain.

“Memilih Brompton sebetulnya karena lebih simpel saat digunakan. Sepeda ini mudah dilipat dan fashionable. Kita jadi lebih mudah kampanye hidup sehat dengan bersepeda, termasuk dengan eksplore lokasi tertentu atau piknik,” kata Baron saat dihubungi detikcom dan ditulis pada Jumat (6/12/2019).


Baron adalah pemilik dan pengguna sepeda Brompton tipe S yang bisa dilipat dalam tiga tahap. Proses melipat selesai dalam dua menit bahkan bisa 5-6 detik bagi yang sudah sangat terlatih. Bobot sepeda Brompton bisa hanya mencapai 6,5 kilogram dengan memodifikasi bagian tertentu. Bobot ini lebih ringan dibanding produk asal yang beratnya 11 kilogram.

Terkait fashionable, pengguna Brompton identik dengan aneka kostum yang digunakan selama bersepeda. Penggunaan kostum berbeda dengan pesepeda lain yang biasanya menggunakan pakaian olahraga saat beraktivitas. Penggunaan kostum membuat pesepeda Brompton terlihat lebih fashionable.

Terlepas dari kualitasnya, Brompton kerap dipandang sebagai sepeda premium dengan harganya yang tidak murah. Menurut Baron harga sebetulnya relatif, karena masih banyak sepeda lain yang harganya lebih mahal daripada Brompton.

“Harga relatif ya, kalau mampu ya dibeli. Kita beli bukan karena gengsinya tapi kegunaan sepeda. Ada banyak sepeda yang harganya berkisar Rp 50-100 juta dan bukan Brompton,” ujar Baron.

Simak Video “Tips Bikin Bentuk Bokong Ideal ala Gisella Anastasia
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Tinggalkan komentar