Daun Katuk untuk Memperlancar ASI


Daun katuk sudah terkenal sebagai menu untuk memperlancar ASI. Sebagai ibu menyusui, Mums pasti membutuhkan asupan buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran yang cukup. Makanya, daun katuk juga termasuk sayuran yang dapat memperlancar produksi ASI. Seperti apa sih daun katuk itu?

 

Sekilas tentang Daun Katuk

Daun katuk memiliki nama Latin Sauropus androgynus. Tanaman ini termasuk bagian dari keluarga Euphorbiaceae. Tumbuh di kondisi lembap, bersuhu tinggi, dan merupakan tanaman asli khas Asia Tenggara, katuk banyak digunakan untuk pengobatan tradisional.

 

Daun katuk juga dikenal dengan nama-nama lain di negara selain Indonesia, misalnya star gooseberry dalam bahasa Inggris, semak daun manis, phak waan baan di Thailand, cekur manis di Malaysia, binahian di Filipina, hingga dom nghob di Kamboja.

 

Baca juga: Cara Memperbanyak ASI dengan Asupan Makanan yang Benar

 

Di Malaysia, selain untuk memperlancar ASI, daun katuk digunakan untuk meredakan demam, mengobati gangguan kandung kemih, bahkan termasuk dalam menu sehari-hari. Menunya bisa berupa salad, bagian dari kari, atau digoreng. Sayuran dari daun katuk ini dikenal juga dengan sebutan multi-green vegetables atau sayuran serba hijau.

 

Di Indonesia, daun katuk juga bisa menjadi menu makanan sehat. Ada tumis, sayur sop, hingga jus daun katuk. Bahkan menurut situs The Ferns, daun katuk juga bisa diolah menjadi zat pewarna hijau alami. Pastinya, zat pewarna ini juga tetap ramah lingkungan.

 

Baca juga: Mums, Begini Cara Meningkatkan Produksi ASI!

 

Menu ini disebut demikian karena kandungan nutrisi dan vitamin yang lebih unggul dibandingkan sayur-sayuran lain. Ada sekitar 7,4 gr protein per 100 gr daun katuk segar. Daun bayam sendiri hanya mempunyai sekitar 2 gr protein dalam takaran yang sama, sementara daun mint hanya 4,8 gr protein dan daun kubis 1,8 gr protein.

 

Untuk kandungan vitamin, daun katuk mengandung vitamin A, B, C, dan K, pro-vitamin A (betakaroten), mangan, kalsium, fosfor, zat besi, serta serat. Daun katuk juga dapat berfungsi sebagai antioksidan. Saking hijaunya, daun katuk pun kaya akan kandungan klorofil yang dapat membersihkan sisa limbah dalam tubuh manusia.

 

 

 

Ciri-ciri Tanaman Katuk

Seperti apakah tanaman katuk? Berbentuk seperti semak-semak, tanaman ini menjulang setinggi 500 cm. Cabangnya lunak dan berbentuk silinder atau agak miring. Daunnya bulat telur dengan bentuk seperti tombak seukuran sekitar 2 hingga 7,5 cm.

 

Bunganya berbentuk seperti cakram, baik sebagian maupun secara keseluruhan. Buahnya hampir bulat dan berwarna agak keputih-putihan. Meskipun terkenal sebagai tanaman asli khas Asia Tenggara, katuk juga banyak ditemukan di Asia Selatan, seperti Bangladesh dan India. Katuk juga bisa ditemukan di Tiongkok, seperti Guangdong, Guangxi, Hainan, dan Yunnan.

 

Baca juga: Ingin ASI Bermutu? Dapatkan Protein Tinggi pada Ikan Gabus!

 

Efektivitas Daun Katuk Dalam Memperlancar ASI

Menurut data dari US National Library of Medicine di National Institutes of Health, sebuah percobaan pernah dilakukan pada tikus rumah di laboratorium. Berdasarkan dosis pemberian ekstrak daun katuk, tikus yang mendapatkan dosis lebih mempunyai aliran darah yang lebih lancar daripada yang tidak.

 

Menurut E-Journal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dari Departemen Kesehatan RI pada 2004 lalu, ekstrak daun katuk dapat meningkatkan produksi ASI hingga 50,7% lebih banyak daripada plasebo. Sayangnya, hal ini juga belum tentu berdampak banyak bagi kualitas ASI. Sebagai makanan, daun katuk memang paling baik direbus. Namun agar kandungan gizinya tidak hilang, sebaiknya jangan terlalu lama saat merebus daun katuk. (AS)

 

Baca juga: 8 Makanan Kaya Protein yang Baik untuk Ibu Hamil dan Menyusui

 

 

Sumber

Useful Tropical Plants Database: Sauropus androgynus

U.S. National Library of Medicine: Sauropus androgynus (L.) Merr. Induced Bronchiolitis Obliterans: From Botanical Studies to Toxicology

Kompas.com: Terbukti, Daun Katuk Tingkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui

Tinggalkan komentar