Daur Ulang Kemasan – Guesehat


 

Hasil dari survei yang dilakukan di 5 negara, termasuk Indonesia menemukan bahwa sebagian besar konsumen sudah menyadari  pentingnya menjaga kesehatan sekaligus melestarikan lingkungan. Terbukti dari perilaku belanja mereka dan pandangan konsumen tentang kemasan yang ramah lingkungan. Sayangnya budaya daur ulang kemasan belum maksimal.

 

Survei global tahunan Tetra Pak Index 2019 dengan tema “The Convergence of Health & Environment” dilakukan di lima negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi, Brazil, dan Indonesia.

 

Ada 1.000 responden di masing-masing negara. Di Indonesia, mayoritas responden terkonsentrasi pada kawasan padat penduduk, khususnya Jawa. Di Indonesia, survei berkolaborasi dengan Ipsos. Inilah hasilnya!

 

Baca juga: Kenali Bahaya Mikroplastik dari Wadah Makananmu!

 

Daur Ulang Kemasan Masih Rendah

Soeprapto Tan, Managing Director Ipsos Indonesia menjelaskan bahwa karakteristik unik budaya Indonesia, merupakan salah satu latar belakang mengapa survei global ini memilih Indonesia sebagai salah satu negara kunci.

 

“Secara aspek kesehatan, Indonesia menempati satu dari lima negara penderita diabetes tertinggi. Sedangkan secara lingkungan, permasalahan sampah plastik juga telah menjadi sorotan internasional,” jelas Soeprapto di Jakarta.

 

Secara umum, Tetra Pak Index 2019 telah menemukan bahwa konsumen saat ini telah memahami bahwa kesehatan pribadi konsumen dan kelestarian lingkungan saling terhubung satu sama lain.

 

Hasil survei menunjukkan, 59 persen konsumen Indonesia berpendapat bahwa pilihan pembelian pada kesehatan pribadi akan berpengaruh pada lingkungan. Di sisi lain, 68 persen konsumen Indonesia percaya bahwa permasalahan lingkungan akan berdampak bagi kesehatan pribadi.

 

Bila diterjemahkan, meskipun sudah menyadari bahwa lingkungan sehat itu penting untuk memelihara kesehatan, namun perilaku menjaga lingkungan masih belum maksimal. Hampir semua (82 persen) konsumen Indonesia setuju bahwa akan terjadi kerusakan lingkungan dan dapat ditangani jika kita segera mampu mengubah kebiasaan yang ada saat ini. Misalnya membuang sampah sembarangan, tidak memilah sampah, atau tidak mendaur ulang sampah.

 

Padahal jelas, adanya kesadaran dan ambisi konsumen yang tinggi untuk menjadi sehat sekaligus melindungi lingkungan, di mana 86% konsumen menganggap penting gaya hidup sehat dan 80% konsumen setuju untuk hidup dengan dampak lingkungan yang minimal.

 

“Perilaku daur ulang di Indonesia belum banyak diterapkan, hanya 42 persen konsumen Indonesia yang mendaur ulang produk yang telah dipakai, meksipun 45 persen konsumen Indonesia telah berkeinginan untuk mengurangi pembelian dan pemakaian plastik,” ujar Soeprapto.

 

Baca juga: Sayangi Bumi, Bijak Menggunakan Plastik!

 

Makanan dan Minuman Sehat dan Ramah Lingkungan

Terkait dengan preferensi produk-produk makanan dan minuman di Indonesia saat ini, Gabrielle Angriani, Communication Manager Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines & Indonesia menjelaskan, berdasar survei, di Indonesia terdapat lima karakteristik makanan minuman yang memenuhi kriteria sehat dan ramah lingkungan.

 

Kelima produk makanan dan minuman yang dimaksud dan dipilih konsumen di Indonesia, adalah

  • Makanan dan minuman dengan bahan- bahan alami (65%)

  • Makanan dan minuman tanpa bahan pengawet (55%)

  • Makanan organik (54%)

  • Makanan dan minuman dengan kemasan yang dapat didaur ulang (44%)

  • Makanan dan minuman dengan emasan yang bisa digunakan/diisi kembali (37%).

 

Menurut Gabrielle, pemilihan kemasan sebaiknya memerhatikan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab dan memastikan daur ulangnya pasca konsumsinya dilakukan secara tepat.

 

Sayangnya belum banyak pihak yang berkomitmen dengan daur ulang ini, termasuk produsen makanan dan minuman. Sebagai perusahaan kemasan, tahun 2018 Tetra Pak menambah nilai investasi untuk peningkatan kapasitas hingga 1.500 ton kemasan per bulan. “Tingkat daur ulang baru mencapai sebesar 21,2% (10.338 ton),” jelasnya.

 

Guna menjawab tantangan eksosistem daur ulang di Indonesia, khususnya pada pengelolaan sampah produk karton kemasan minuman, pada tahun ini Tetra Pak Indonesia juga telah menambah mitra pengumpul baru yang bertanggung-jawab untuk wilayah Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jabodetabek, sehingga kenaikan tingkat daur ulang diharapkan mencapai 22,5%.

 

Baca juga: Kemasan Makanan, Lebih dari Sekadar Plastik atau Kaleng

 

 

 

 

Tinggalkan komentar