Depresi pada Lansia – Guesehat


 

Depresi pada lansia, atau biasa disebut depresi geriatri, adalah penyakit atau gangguan mental pada orang lanjut usia. Emosi dan mood sedih yang terjadi beberapa kali memang normal. Namun, kalau berkepanjangan bukanlah hal yang normal bagi lansia sekalipun. 

 

Lansia memiliki risiko lebih tinggi terkena depresi subsindromal. Jenis depresi ini tidak selalu memenuhi kriteria lengkap dari depresi berat. Namun, depresi ini tetap bisa menyebabkan depresi berat jika tidak diobati.

 

Depresi pada lansia bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya, serta meningkatkan risiko bunuh diri. Jadi, penyakit ini sangat berbahaya. Untuk tahu lebih jauh tentang depresi pada lansia, berikut penjelasannya!

 

Baca juga: Diduga Diet Vegetarian Menyebabkan Depresi

 

Penyebab Depresi pada Lansia

Depresi tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Beberapa penelitian menemukan hasil yang mengindikasikan bahwa depresi ada hubungannya dengan genetik. Namun, faktor psikologis, biologis, dan sosial memengaruhi risiko depresi pada lansia.

 

Penelitian menemukan bahwa beberapa faktor di bawah ini bisa berkontribusi dalam meningkatkan depresi:

  • Kadar rendah zat kimia neurotransmitter yang penting di dalam otak, seperti serotonin dan norepinefrin.
  • Riwayat keluarga terkena depresi.
  • Pengalaman hidup yang menyebabkan trauma, seperti kekerasan atau kematian orang yang dicintai.

 

Ada pula hal lain yang meningkatkan risiko depresi pada lansia, yaitu komplikasi yang berhubungan dengan proses penuaan. Contoh dari komplikasi tersebut adalah:

  • Kemampuan pergerakan fisik yang terbatas
  • Isolasi
  • Mendekati usia kematian
  • Memasuki usia pensiun
  • Kesulitan secara finansial
  • Kematian teman dan orang yang dicintai
  • Kehilangan istri atau suami, atau mengalami perceraian
  • Mengalami penyakit kronik

 

Gejala Depresi pada Lansia

Gejala depresi sama pada usia berapapun. Gejala-gejala depresi pada umumnya mencakupi:

Depresi seringkali disebabkan oleh nyeri fisik pada lansia yang tidak disebabkan oleh penyakit khusus.

 

Baca juga: Masih Rendah, Kepedulian Depresi di Indonesia

 

Diagnosis Depresi pada Lansia

Diagnosis depresi pada lansia secara tepat tidaklah mudah. Namun, kalau Kamu merasa orang tua yang sudah lanjut usia mengalami gejala-gejala depresi, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter kesehatan jiwa.

 

 

Biasanya, dokter akan menanyakan gejala yang dialami, dan dilihat apakah sesuai dengan kriteria depresi. Beberapa hal yang biasanya ditanyakan adalah:

  • Berapa lama Anda mengalami depresi?
  • Apa yang menyebabkan Anda merasa depresi?
  • Apakah Anda pernah mengalami depresi sebelumnya?

Untuk bisa didiagnosis sebagai depresi, gejala yang dialami harus berlangsung lebih dari dua minggu.

 

Pengobatan untuk Depresi pada Lansia

Karena depresi tidak memiliki satu penyebab saja, pengobatan yang diberikan juga bisa berbeda-beda pada setiap orang. Menemukan pengobatan depresi yang tepat membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Biasanya, pengobatan umum dari depresi merupakan kombinasi dari terapi, obat oral, dan pengobatan gaya hidup. Obat oral yang diberikan biasanya:

  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs)
  • Selective serotonin-norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs)
  • Tricylic antidepressants
  • Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs)
  • Bupropion
  • Mirtazapine

 

Sementara itu, perubahan gaya hidup untuk mengobati depresi yang dimaksud adalah:

  • Meningkatkan aktivitas fisik
  • Menemukan hobi dan ketertarikan baru
  • Sering menerima kunjungan atau bertemu dengan keluarga terdekat dan teman.
  • Memiliki tidur yang cukup
  • Mengonsumsi diet seimbang

 

Beberapa terapi juga bisa membantu lansia mengobati depresi yang dialaminya. Beberapa contoh terapi yang dimaksud termasuk terapi seni atau psikoterapi.

 

Baca juga: Penyebab Pikiran Bunuh Diri Penderita Depresi

 

Depresi pada lansia bisa berkembang menjadi lebih parah seiring dengan proses penuaan. Diagnosis dini memang tidak mudah, namun pengobatan yang tepat bisa meningkatkan kualitas hidup penderitanya. (UH)

 

 

Sumber:

Healthline. Geriatric Depression (Depression in Older Adults). Juni 2017.

The National Institute of Mental Health. Older Adults and Depression.

Tinggalkan komentar