DHA bagi Kesehatan Mata Janin


Mendengar kata DHA, mungkin yang terlintas di benak Mums adalah suplemen untuk ibu hamil dan anak-anak. Tidak salah, sebab faktanya DHA memang merupakan nutrisi yang sangat diperlukan oleh kedua populasi tersebut.

 

DHA adalah salah satu jenis asam lemak esensial golongan Omega-3, yang dikenal penting dalam perkembangan fungsi otak. Namun lebih dari itu, sebenarnya DHA memiliki manfaat yang lebih luas bagi kesehatan, salah satunya bagi kesehatan mata.

 

Artikel ini secara khusus akan membahas peran dari asupan DHA bagi kesehatan mata, yang dimulai sejak seseorang masih berupa janin di dalam kandungan sampai nantinya menjadi kelompok usia lanjut.

 

Peran DHA dalam Perkembangan Organ Mata pada Janin

Salah satu alasan kuat mengapa ibu hamil memerlukan DHA dalam jumlah yang cukup karena ini memegang peranan penting, tidak hanya dalam perkembangan fungsi otak, melainkan juga dalam perkembangan fungsi visual janin.

 

DHA merupakan asam lemak mayor yang menyusun jaringan retina, bagian yang memiliki peranan krusial pada fungsi organ mata. Di sisi lain, janin memiliki keterbatasan untuk mensintesis DHA, sehingga asupan DHA ke janin akan sangat bergantung pada apa yang dikonsumsi sang Ibu.

 

Akumulasi DHA pada retina mata janin banyak terjadi di trimester akhir kehamilan. Oleh karena itu, periode ini merupakan periode kritis dalam perkembangan fungsi visual janin sebelum nantinya lahir ke dunia.

 

Bayi yang lahir prematur terpaksa melewatkan periode kritis ini, sehingga memerlukan manajemen nutrisi yang baik untuk mengejar kebutuhan DHA yang penting untuk perkembangan fungsi penglihatannya di kemudian hari.

 

Peran DHA dalam Pematangan Fungsi Penglihatan di Masa Kanak-kanak

Setelah lahir, fungsi penglihatan akan berkembang dan mencapai puncak pematangannya pada usia 6-12 bulan. Pematangan fungsi dari sistem penglihatan ini juga memerlukan asupan asam lemak esensial yang memadai.

 

Inilah sebabnya ibu yang menyusui bayinya secara eksklusif dianjurkan untuk tetap mengonsumsi suplemen yang mengandung DHA, dengan tujuan untuk memastikan kandungan DHA tetapi ideal di dalam air susunya.

 

Bagi ibu yang memutuskan untuk memberikan susu formula, penting untuk memeriksa komposisi DHA dalam susu formula yang diberikan kepada bayi di masa-masa awal kehidupannya.

 

Hal yang sama berlaku ketika bayi memasuki tahap pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), yakni ketika ibu harus memasukkan bahan-bahan makanan yang kaya akan Omega-3 di dalam menu MPASI bayi. Contoh bahan makanan yang kaya akan Omega-3 adalah ikan salmon, ikan kembung, kedelai, dan telur.

 

DHA Membantu Mencegah dan Mengatasi Keluhan Mata Kering 

Mata kering (dry eye) merupakan kondisi sangat umum dijumpai dan dapat terjadi pada siapa saja dari segala kelompok usia. Tandanya berupa gangguan multifaktorial, dengan terganggunya kemampuan air mata dalam mempertahankan lubrikasi yang cukup untuk mata.

 

Secara umum, kondisi mata kering terjadi jika produksi air mata tidak mencukupi atau kualitas lapisan air mata yang diproduksi kurang baik. Mata kering juga dapat terjadi jika permukaan luar mata mengalami kerusakan, sehingga terjadi proses peradangan atau inflamasi di sana.

 

Bagi Mums yang rutin beraktivitas di dalam ruangan ber-AC, mungkin tidak asing dengan keluhan terkait kondisi ini, misalnya mata terasa gatal atau tidak nyaman, kemerahan, ada sensasi benda asing, sensitif terhadap cahaya, sampai kesulitan mengenakan lensa kontak.

 

Tahukah Mums bahwa DHA juga dapat membantu memelihara mata dari keluhan mata kering? Omega-3 telah lama diketahui memiliki efek antiinflamasi, yakni menekan proses peradangan yang sering terjadi pada kondisi mata kering.

 

Oleh karena itu, agar terhindar dari kondisi mata kering ini, jangan lupa memasukkan bahan makanan ataupun suplemen yang mengandung DHA dalam menu makanan sehari-hari ya, Mums!

 

Saat Menua, DHA Membantu Mencegah Degenerasi Makula pada Mata

Age-related macular degeneration (AMD) adalah kondisi umum yang banyak terjadi pada kelompok usia lanjut. Makula sendiri merupakan bagian yang berukuran sangat kecil, tetapi memegang peran yang sangat penting untuk fungsi retina mata.

 

Makula menjadi rentan terhadap kerusakan seiring dengan pertambahan usia dan adanya faktor risiko lain, seperti kebiasaan merokok, pola makan tinggi asam lemak jenuh, memiliki tekanan darah tinggi, obesitas, serta riwayat keluarga dengan AMD.

 

Beberapa penelitian menunjukkan adanya manfaat dari konsumsi asam lemak esensial Omega-3 (DHA) terhadap penurunan risiko terjadinya AMD. Paparan radikal bebas merupakan salah satu jalur yang menyebabkan terjadinya AMD.

 

Efek dari paparan radikal bebas adalah terbentuknya zat-zat proinflamasi yang menyebabkan peradangan pada mata, khususnya bagian retina dan makula. Oleh karena itu, kecukupan konsumsi bahan makanan yang kaya akan antioksidan serta asam lemak esensial yang memiliki efek antiinflamasi akan sangat membantu dalam memelihara fungsi mata Mums dan si Kecil hingga tua nanti. (AS)

Tinggalkan komentar