Dr. Terawan – Guesehat


Pagi ini, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengumumkan kabinet kerja Indonesia Maju periode 2019-2024. Meskipun ada beberapa wajah lama, kebanyakan dari menteri di kabinet kerja ini merupakan wajah baru, salah satunya menteri kesehatan.

 

Dr. Terawan Agus Putranto merupakan Menteri Kesehatan di kabinet kerja Indonesia Maju, menggantikan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM (K). Dr. Terawan sendiri bukanlah nama asing di kalangan pemerintahan, ia merupakan Kepala RSPAD Gatot Subroto.

 

Selain itu, dr. Terawan sendiri cukup kontroversial di kalangan dunia kesehatan. Nah, sebagai orang Indonesia, kita perlu tahu lebih jauh tentang profil menteri kesehatan yang terpilih ini. Berikut profil lengkap dr. Terawan!

 

Baca juga: Jasa Konsultasi Dokter Online Semakin Mudahkan Pasien

 

Profil Lengkap Menteri Kesehatan Dr. Terawan Agus Putranto

Mayjen TNI Dr. dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) merupakan Kepala RSPAD Gatot Subroto. Ia merupakan dokter tentara dan juga anggota staf dokter kepresidenan.

Berikut profil lengkap dr. Terawan:

Nama: Terawan Agus Putranto

Tempat dan tanggal lahir: Yogyakarta, 5 Agustus 1964

Pendidikan:

  • S1 Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (1990)
  • S2 Spesialis Radiologi di Universitas Airlangga (2004)
  • S3 Universitas Hasanuddin (2013)

Karir

  • Tim dokter kepresidenan (2009)
  • Kepala RSPAD Gatot Subroto
  • Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia
  • Ketua Kehormatan World International Committee of Military Medicine (ICMM)
  • Ketua ASEAN Association of Radiology

 

Dr. Terawan terbilang cukup muda ketika ia memulai karirnya sebagai dokter. Menurut pemberitaan, dr. Terawan lulus dari Fakultas Kedokter Universitas Gajah Mada di usia 26 tahun.

 

Selama karirnya, dr. Terawan cukup terkenal di kalangan pemerintahan. Sebagai staf dokter kepresidenan, ia merupakan dokter yang menangani orang-orang penting dalam pemerintahan.

 

Beberapa pasien dr. Terawan di antaranya Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Tri Sutrisno, dan banyak lagi. Bahkan, ia diperintahkan oleh Jokowi untuk merawat almarhum Ani Yudhoyono.

 

Baca juga: Apakah Peran Bidan Sudah Tergantikan oleh Dokter Kandungan?

 

Kontroversi Terapi Cuci Otak

Meskipun cukup berprestasi, dr. Terawan juga dinilai kontroversial, karena terapi “cuci otak” yang fenomenal karena diklaim bisa menyembuhkan pasien stroke, bahkan bisa berjalan lagi. Beberapa tahun lalu, dr. Terawan memperkenalkan  metode penyembuhan stroke yang disebut cuci otak atau brain wash. Dalam istilah kedokteran, metode ini sebenarnya adalah Digital Substraction Angogram (DSA).

 

Menurut dr. Terawan, terapi DSA tersebut terbukti efektif untuk pasien stroke. DSA dilakukan dengan membuka sumbatan di pembuluh darah otak,, pemicu stroke. Metode ini juga disertai pemberian pengencer darah. Namun, menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), terapi yang sudah diperkenalkan oleh dr. Terawan ini belum teruji secara klinis menurut penelitian.

 

IDI menganggap terapi DSA milik dr. Terawan ini melanggar kode etik, sehingga memutuskan pemecatan sementara dokter ini dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). 

 

Meskipun dianggap kontroversial, terapi DSA milik dr. Terawan ini menuai perhatian dari dunia internasional. Dilansir oleh beberapa media, dr. Terawan menerima undangan untuk mengunjungi dan memperkenalkan terapi DSA ini di Rumah Sakit Krakenhaus Nordwest, Jeman.

 

Terlepas dari kontroversi ini, dr. Terawan merupakan salah satu dokter yang sudah lama bekerja di lingkar pemerintahan. Meskipun menerima komentar pro dan kontra, dr. Terawan juga kerap kali menerima penghargaan karena kepintaran dan pengabdiannya.

 

Dilansir oleh portal Viva News, dr. Terawan terlah menerima sejumlah penghargaan. Beberapa penghargaan yang ia terima di antaranta Hendropriyono Strategic Consulting (HSC), dua rekor MURI sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan program Digital Substraction Angiogram (DSA) terbanyak. (UH)

 

Baca juga: Dokter FKUI Kembangkan Implan Glaukoma dengan Harga Terjangkau

 

Sumber:

RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.

Viva News. Terawan Agus Putranto, Jenderal TNI Jadi Menteri Kesehatan. 2019.

Tinggalkan komentar