Halte Tanah Abang Jadi Warung Makan, Dinkes DKI: Tidak Layak!


Jakarta – Halte bus di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Barat berubah fungsi. Halte tersebut berubah menjadi warung makan yang dikelola para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Diberitakan detikcom, lemahnya pengawasan pada fasilitas umum, membuat halte terbengkalai tersebut diubah jadi warung makan oleh para PKL. Piring dan gelas diletakkan di area halte.

Rismanaadji, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinas Provinsi DKI Jakarta, ikut memberikan komentar. Menurutnya, dari segi higiene sanitasi pangan, warung makan ini tidak layak. Oleh karena itu, penertiban seharusnya dilakukan.


“Jelas ini tidak layak ya. Untuk pedagang kaki lima di lokasi sementara itu, memang dari sisi aspek kesehatan tidak memenuhi standar. Harusnya pemerintah dalam hal ini biasanya walikota atau gubernur melakukan penertiban, tentunya dengan koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan,” jelasnya, Selasa (17/9/2019).

Meja kursi dan alat makan tersusun rapi di halte ini. Foto: Rengga Sancaya

Salah satu standar higiene sanitasi pangan adalah tempat yang layak. Dalam hal ini termasuk juga lokasi tempat makan yang jauh dari sumber pencemar termasuk jalanan. Pangan yang tidak aman dapat menyebabkan infeksi, keracunan, diare ringan sampai kematian untuk kasus-kasus yang berat.

Aji berpesan bagi masyarakat untuk lebih cerdas memilih dan memilah makanan yang aman untuk dikonsumsi. Menurutnya, mindset masyarakat harus diubah. Jangan asal memilih makanan murah dan kenyang di pinggir jalan.

Simak Video “Penjelasan Dokter Soal Viral Masker Pantyliner untuk Lawan Asap
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

Tinggalkan komentar