Hidup dengan Satu Ginjal – GueSehat.com


Ginjal adalah organ yang berbentuk seperti kacang dan berukuran sebesar kepalan tangan. Organ ini terletak di bagian kiri dan kanan pinggang manusia, tepatnya di bawah deretan tulang rusuk.

 

Normalnya, manusia memiliki sepasang ginjal yang bekerja sama untuk membersihkan darah dari zat-zat yang tidak berguna. Namun, ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang hidup hanya dengan satu ginjal.

 

Kondisi yang dikenal juga dengan solitary kidney ini belum lama dialami oleh penyanyi ternama Indonesia, Vidi Aldiano. Akibat penyakit kanker ginjal yang dideritanya, Vidi terpaksa merelakan salah satu ginjalnya untuk diangkat. Kini, ia pun harus hidup dengan sebuah ginjal.

 

Banyak orang yang dapat menjalani hidup normal walaupun hanya dengan satu ginjal. Tentunya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika seseorang mengalami kondisi solitary kidney ini, sehingga terhindar dari komplikasi yang mungkin timbul. Apa saja hal itu? Berikut ulasannya!

 

Pertama, Pahami Dahulu Fungsi dari Organ Ginjal

Secara umum, ginjal bertugas melakukan beberapa fungsi utama, yaitu menyaring zat-zat yang tidak berguna dari dalam darah, membantu memelihara keseimbangan cairan serta tekanan darah, dan menjaga keseimbangan kadar mineral di dalam tubuh.

 

Walaupun ukurannya relatif kecil dibandingkan organ lain, seperti hati atau paru-paru, ginjal kita sebenarnya merupakan organ yang sangat kuat, Gengs! Setiap harinya, ginjal harus membersihkan sekitar 120-150 liter darah, serta memproduksi 1-2 liter urine (air seni) yang mengandung kelebihan cairan dan zat-zat buangan dari tubuh.

 

Air seni akan dibuang dari tubuh melalui saluran kemih dan keluar saat proses urinasi (buang air kecil). Minum air dalam jumlah yang cukup akan sangat membantu ginjal dalam mengerjakan tugasnya. Jadi buat Geng Sehat yang masih sering malas minum air putih, yuk mulai kebiasaan baik ini dari sekarang!

 

Baca juga: Ternyata Ini Manfaat Daun Seledri untuk Kesehatan Ginjal!

 

Apa Penyebab Seseorang Harus Hidup dengan Satu Ginjal?

Ada beberapa kemungkinan penyebab seseorang mengalami kondisi solitary kidney atau hidup dengan satu ginjal. Pertama, solitary kidney dapat terjadi sebagai suatu bentuk kecacatan lahir (birth defects).

 

Kondisi ini dapat berupa terlahir hanya dengan satu buah ginjal karena kegagalan proses pembentukan organ pada saat berada di dalam kandungan (renal agenesis), atau terlahir dengan sepasang ginjal tetapi hanya satu buah ginjal yang berfungsi (kidney dysplasia).

 

Penyebab umum yang kedua adalah karena seseorang harus menjalani prosedur pengangkatan salah satu ginjal akibat trauma atau penyakit seperti yang dialami oleh Vidi Aldiano. Pengangkatan ginjal ini dilakukan melalui prosedur operasi atau bedah.

 

Penyebab lain seseorang harus hidup dengan satu buah ginjal adalah karena orang tersebut mendonorkan ginjalnya kepada orang lain yang sangat membutuhkan transplantasi organ ginjal akibat alasan medis tertentu. Tentunya hal ini tidak bisa sembarangan dilakukan. Perlu dilakukan pemeriksaan kecocokan antara tubuh donor organ dengan resipien atau penerimanya terlebih dahulu sebelum mendonorkan ginjal.

 

Baca juga: BPJS Permudah Prosedur Hemodialisis, Kini Pasien Tidak Perlu Rujukan Ulang

 

Apa Risiko Kesehatan yang Mengancam Orang dengan Satu Ginjal?

Kehilangan sebagian dari organ yang fungsinya sangat penting seperti ginjal tentunya bukan tanpa risiko. Ginjal yang tersisa harus bekerja ekstra agar tubuh tetap berada dalam kondisi yang baik.

 

Percaya atau tidak, tubuh kita memiliki mekanisme kompensasi yang mampu membuatnya bertahan dalam kondisi tersebut, Gengs! Namun, tetap saja orang dengan solitary kidney harus mewaspadai beberapa risiko yang mungkin timbul, terutama dalam jangka panjang.

 

Beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai oleh orang yang hidup dengan satu ginjal antara lain percepatan penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan kondisi proteinuria (ditemukannya protein di dalam air seni) dan kenaikan tekanan darah.

 

Baca juga: 8 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal

 

Apa yang Perlu Diperhatikan oleh Orang yang Hidup dengan Satu Ginjal?

Kabar baiknya, kemajuan ilmu dan teknologi di bidang kedokteran saat ini memberikan peluang besar agar seseorang dapat tetap hidup sehat dan normal sekalipun hanya memiliki satu ginjal. Tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Pola makan dengan nutrisi yang baik. Walaupun tidak ada diet khusus bagi orang dengan solitary kidney, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi pola makan ideal yang menunjang kesehatan ginjal.
  • Meminimalisasi konsumsi zat atau obat yang berpotensi membuat cedera pada ginjal. Orang dengan solitary kidney harus selalu menginformasikan kondisi medisnya setiap kali menjalani prosedur pengobatan. Hal ini untuk mencegah dokter meresepkan obat-obat yang mungkin berpotensi memberatkan kerja ginjal serta memilihkan obat lain yang lebih sesuai.
  • Menjaga keseimbangan aktivitas fisik. Orang dengan solitary kidney dapat tetap beraktivitas maupun berolahraga layaknya orang normal. Namun, sebaiknya menghindari jenis aktivitas olahraga dengan risiko cedera yang relatif tinggi, seperti sepak bola atau bela diri. Pilihlah olahraga yang relatif ringan dan minim risiko cedera, seperti berenang atau yoga.
  • Rutin melakukan skrining tekanan darah dan fungsi ginjal. Terkait dengan risiko kesehatan yang mungkin dialami orang yang hidup dengan satu ginjal, khususnya dalam jangka panjang, penting untuk rutin mengunjungi fasilitas kesehatan demi memastikan tekanan darah dan fungsi ginjal dalam kondisi baik.
  • Manajemen stres yang baik. Stres fisik juga psikis telah lama diketahui membawa efek buruk bagi tubuh jika tidak dikelola dengan baik. Hal ini juga berlaku untuk orang yang hidup dengan satu ginjal. Mengelola stres ada banyak cara, mulai dari menjalani hobi, meditasi, sampai berkonsultasi dengan psikolog apabila dirasa perlu.

 

Semoga bermanfaat! (AS)

 

Baca juga: Obat-obatan yang Digunakan untuk Kanker Ginjal

 

  

Referensi

 

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases: Solitary Kidney

National Kidney Foundation: Living With One Kidney

Johns Hopkins Medicine: Solitary Kidney

Tinggalkan komentar