Ingin Jalani Liposuction Seperti Salmafina? Pahami Dulu Risikonya



Jakarta – Salmafina Sunan beberapa waktu lalu memposting video di akun Instagramnya saat akan melakukan prosedur liposuction. Wanita yang lebih akrab disapa Alma ini terlihat sedang berkonsultasi ke dokter.

“Aku udah siap nih dok, aku mau operasi. Doain aku ya,” kata Salma dalam videonya seperti yang dilihat detikcom, Minggu (29/9/2019).

Liposuction pada umumnya digunakan sebagai prosedur operasi bedah yang menggunakan teknik penyedotan untuk menghilangkan lemak di area tubuh tertentu. Namun seperti semua operasi bedah besar, liposuction tentu memiliki risiko, misalnya pendarahan dan reaksi anestesi atau obat bius.



Dirangkum dari Mayo Clinic, jika kamu berkeinginan untuk jalani liposuction seperti Alma, ada baiknya mengetahui risiko-risikonya sebagai berikut:

1. Penyimpangan kontur

Penyimpangan kontur atau contour irregularities bisa terjadi setelah prosedur liposuction. Kulit akan terlihat bergeronjal, bentuk tak teratur atau malah melorot karena penyedotan lemak yang tidak rata, elastisitas kulit yang buruk, dan pemulihan yang tidak baik. Sayangnya, perubahan ini bisa jadi permanen. Kerusakan juga bisa terjadi di bawah kulit akibat tabung tipis (cannula) yang digunakan saat liposuction, bisa meninggalkan tanda titik yang permanen.

2. Akumulasi cairan

Akumulasi cairan dapat terjadi, di mana adanya tumpukan cairan (seromas) yang terbentuk di bawah kulit. Jika terjadi, maka cairan ini perlu disedot kembali menggunakan jarum suntik.

3. Mati rasa

Akibat anestesi atau obat bius bisa menyebabkan mati rasa, baik permanen maupun sementara di area yang dilakukan liposuction. Bahkan yang lebih buruknya, iritasi saraf sementara juga bisa terjadi.

4. Infeksi

Infeksi kulit jarang terjadi namun tetap bisa timbul. Infeksi kulit yang parah bisa membahayakan nyawa.

5. Internal puncture

Meski langka, cannula atau tabung tipis yang masuk terlalu dalam bisa menusuk organ internal. Jika hal ini terjadi, maka harus segera dilakukan operasi bedah perbaikan secepatnya.

6. Embolisme lemak

Embolisme lemak terjadi saat potongan-potongan lemak yang lepas bisa terpecah dan terperangkap di pembuluh darah dan berkumpul di paru-paru atau bahkan menuju ke otak. Jika terjadi maka diperlukan pertolongan medis secepat mungkin.

7. Masalah jantung dan ginnjal

Perubahan pada kadar cairan karena adanya cairan yang disuntikkan dan disedot keluar bisa menyebabkan masalah yang membahayakan nyawa pada ginjal, jantung, dan paru-paru.

8. Keracunan Lidocaine

Lidocaine merupakan salah satu jenis obat bius yang bisa dicampurkan dengan cairan yang disuntikkan saat prosedur liposuction untuk membantu mengatur rasa nyeri. Secara umum aman, namun dalam kaus langka, keracunan zat ini bisa terjadi dan menyebabkan masalah jantung dan sistem saraf pusat yang cukup serius. Risiko komplikasi semakin meningkat apabila prosedur ini dilakukan pada permukaan yang lebih luas atau tempat-tempat yang berbeda.

Simak Video “Merasa Jadi Korban Malapraktik Liposuction, Irene Tempuh Jalur Hukum
[Gambas:Video 20detik]
(frp/kna)

Tinggalkan komentar