Kanker Ginjal – Guesehat


Baru saja penyanyi muda Indonesia Vidi Aldiano mengumumkan bahwa dirinya terkena kanker ginjal. Hal ini diumumkan secara pribadi oleh Vidi Aldiano di akun instagramnya.

 

“Insyaallah hari ini gue akan operasi,” ujar Vidi di video yang diunggahnya di akun instagram pribadinya pada Jumat, 13/12. Vidi menjelaskan bahwa sudah sejak beberapa bulan yang lalu ia merasakan anomali atau gejala di tubuhnya.

 

Menurut Vidi, diagnosis awal yang ia terima adalah kista. Namun, beberapa hari lalu, setelah melalui pemeriksaan lebih mendala, barulah ia didiagnosis terkena kanker ginjal. Berita ini cukup mengejutkan, karena Vidi masih tergolong muda, yaitu berusia 29 tahun.

 

Lalu, apa itu kanker ginjal dan bagaimana gejala kanker ginjal? Berikut penjelasannya!

 

Baca juga: Prosedur Cuci Darah Bagi yang Terdiagnosis Gagal Ginjal

 

Apa Itu Kanker Ginjal?

Kanker ginjal adalah penyakit dimana sel-sel di ginjal menjadi ganas dan tumbuh tak terkontrol, sehingga membentuk tumor. Hampir semua kanker ginjal muncul pertama kali di dinding tubulus ginjal. Jenis kanker ginjal seperti itu disebut karsinoma sel renal.

 

Pada kebanyakan kasus, kanker ginjal ditemukan sebelum menyebar ke organ lain. Kanker yang ditemukan sejak dini akan lebih mudah untuk diobati. Namun, tumor di ginjal ini bisa tumbuh cukup besar sebelum akhirnya terdeteksi.

 

Hingga saat ini, dokter belum mengetahui penyebab kanker ginjal. Penyakit ini biasanya menyerang orang berusia lebih dari 40 tahun. Meskipun penyebabnya belum dikethui, ada beberapa faktor risiko kanker ginjal yang diketahui:

  • Merokok: kalau Kamu merokok, maka risiko terkena kanker ginjal meningkat dua kali lipat.
  • Pria: pria memiliki risiko lebih besar 2 kali lipat terkena kanker ginjal ketimbang wanita.
  • Obesitas: kelebihan berat badan bisa menyebabkan perubahan pada hormon sehingga meningkatkan risiko terkena kanker ginjal.
  • Menonsumsi obat pereda rasa sakit secara jangka panjang: hal ini termasuk obat pereda rasa sakit yang bisa dibeli secara bebas di apotek.
  • Memiliki penyakit ginjal yang sudah parah: selain itu, menjalani dialisis secara jangka panjang juga meningkatkan risikonya.
  • Memiliki kondisi genetik tertentu: misalnya penyakit von Hippel-Lindau (VHL).
  • Memiliki riwayat keluarga terkena kanker ginjal: risikonya khususnya tinggi jika ada saudara kandung yang terkena kanker ginjal.
  • Terpapar zat kimia tertentu: misalnya seperti asbestos, kadmium, bensol, pelarut organik, atau beberapa herbisida.
  • Memiliki tekanan darah tinggi: dokter belum tahu yang meningkatkan risiko kanker ginjal itu kondisi tekanan darah tinggi atau obat yang digunakan untuk mengobatinya.
  • Memiliki limfoma: untuk alasan yang belum diketahui, ada peningkatan risiko kanker ginjal pada penderita limfoma.

 

Memiliki deretan faktor risiko yang disebutkan di atas bukan berarti Kamu pasti akan terkena kanker ginjal. Namun, betul juga, meskipun tidak memiliki faktor risiko yang disebutkan di atas, seseorang tetap bisa terkena kanker ginjal.

 

Apa Gejala Kanker Ginjal?

Pada banyak kasus, penderita tidak merasakan gejala apapun di awal tumbuhnya tumor. Namun, begitu tumornya membesar, maka gejalanya akan mulai muncul. Berikut gejala kanker ginjal yang umum:

  • Darah di urin
  • Benjolan di samping perut atau abdomen
  • Turunnya nafsu makan
  • Nyeri di bagian samping perut yang tidak kunjung hilang
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas
  • Demam yang berlangsung selama berminggu-minggu dan tidak disebabkan oleh flu atau infeksi
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Anemia
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki atau betis

Kanker ginjal yang sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya kemungkinan menimbulkan gejala-gejala ini:

 

Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Saya Terkena Kanker Ginjal?

Mungkin Kamu sudah mengalami gejala kanker ginjal seperti nyeri di bagian samping perut, penurunan berat badan, atau kelelahan berlebihan. Atau mungkin dokter telah menemukan benjolan di bagian samping perut saat pemeriksaan fisik.

 

Bagaimanapun juga bentuk kecurigaan awalnya, untuk mengonfirmasi diagnosis kanker ginjal, dibutuhkan pemeriksaan fisik secara mendalam, melihat riwayat keluarga, dan pemeriksaan lainnya.

 

Dokter akan mencoba meraba dan merasakan bagian abdomen dan samping perut untuk mengecek jika ada benjolan. Kemudian ia akan mengecek jika Kamu mengalami demam dan tekanan darah tinggi, dan lainnya.

 

Dokter juga akan menanyakan Kamu tentang kebiasaan yang berkaitan dengan kesehatan, penyakit yang pernah diderita, dan pengobatan yang pernah dijalani. Untuk membuat diagnosis kanker ginjal, dokter juga akan meminta Kamu melakukan tes ini:

  • Tes urin untuk mengecek jika adanya darah di urin.
  • Tes darah untuk mengecek seberapa baik ginjal bekerja.
  • Intraveneous pyelogram (IVP), yaitu melakukan pemeriksaan X-ray di ginjal.
  • USG untuk melihat kondisi ginjal. Ini bisa membantu untuk mengecek jika tumornya padat atau berisi cairan.
  • CT scan untuk melihat lebih jelas kondisi ginjal.
  • MRI untuk melihat lebih jaringan di dalam tubuh lebih detil lagi.
  • Renal arteriogram, yaitu tes untuk mengevaluasi suplai darah ke tumor. 

Tidak seperti jenis kanker lainnya, dokter bisa saja meyakini diagnosis kanker ginjal tanpa harus melakukan biopsi. Terkadang, biopsi dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosisnya.

Menggunakan biopsi, dokter juga bisa menentukan stadium kanker, dan seberapa agresifnya tumor tersebut. Ketika dokter membuat diagnosis kanker ginjal, Kamu kemungkinan membutuhkan tes lainnya untuk mengecek jika kankernya sudah menyebar atau belum.

 

Baca juga: Bolehkah Penderita Gagal Ginjal Berpuasa? Ini Jawabannya!

 

Apa Saja Stadium Kanker Ginjal?

Prognosis Kamu tergantung dari kesehatanmu secara umum, beserta stadium kanker ginjal yang diderita. Berikut apa saja stadium kanker ginjal:

Stadium I: ukuran tumornya 7 cm atau lebih kecil lagi, dan hanya ada di ginjal.

Stadium II: ukuran tumornya lebih besar dari 7 cm dan hanya ada di ginjal.

Stadium III: tumornya ada di ginjal dan setidaknya satu menyebar ke kelenjar getah bening terdekat. Stadium III juga termasuk jika tumornya ada di pembuluh darah utama ginjal dan menyebar ke kelenjar getah bening terdekat. 

Stadium IV: kankernya telah menyebar di luar lapisa lemak jaringan di sekitar ginjal. Yang termasuk stadium IV juga ketika kankernya sudah menyebar ke organ lain, seperti usus besar, pankreas, atau paru-paru.

 

Bagaimana Pengobatan Kanker Ginjal?

Ketika sudah menerima diagnosis dan stadium kanker ginjal yang diderita, Kamu dan dokte akan melakukan perencanaan pengobatan. Kamu memiliki kebebasan untuk memilih jenis pengobatan yang ingin dijalani.

 

Ada beberapa pengobatan standar untuk kanker ginjal. Pada kebanyakan kasus, operasi adalah langkah pertama yang dilakukan. Meskipun operasi mengangkat tumornya secara keseluruhan, dokter akan merekomendasikan pengobatan tambahan untuk membunuh sisa sel kanker yang tidak terlihat sebelumnya.

 

Operasi untuk Kanker Ginjal

Ada beberapa jenis operasi untuk kanker ginjal. Jenis operasi yang dipilih tergantung dari stadium penyakitnya. Radical nephrectomy: operasi ini mengangkat ginjal, kelenjar adrenalin, dan jaringan di sekitarnya. Operasi ini juga sering mengangkat kelenjar getah bening terdekat. Ini merupakan jenis operasi yang paling umum untuk kanker ginjal.

  • Simple nephrectomy: operas ini hanya mengangkat ginjal.
  • Partial nephrectomy: operasi ini mengangkat kanker di dalam ginjal bersama dengan beberapa jaringan di sekitarnya. Operasi ini digunakan untuk penderita yang memiliki tumor berukuran lebih kecil (sekitar 4 persen).

 

Kamu bisa bertahan hidup hanya dengan satu ginjal, asalhkan ginjal yang masih ada tersebut bisa berfungsi dengan baik.  Kalau operasi tidak bisa mengangkat kanker ginjalm maka dokter akan menawarkan pilihan lain untuk menghancurkan tumornya:

  • Crythotherapy menggunakan suhu dingin ekstrem untuk membunuh tumornya.
  • Ablasifrekuensi.
  • Embolisasi arterial.
  • Radiofrequency ablation uses high-energy radio waves to “cook” the tumor.

 

Pengobatan lain untuk kanker ginjal yaitu:

  • Terapi biologis
  • Terapi target
  • Radiasi
  • Kemoterapi

 

Baca juga: Mengenal Radang Ginjal, Gejala dan Penyebabnya

 

Artikel di atas menjelaskan tentang kanker ginjal secara lengkap. Dokter belum mengetahui penyebab penyakit ini, jadi cara mencegahnya pun belum diketahui. Namun, dokter menyarankan beberapa hal untuk menurunkan risikonya, yaitu dengan berhenti merokok, menjaga berat badan sehat, mengontrol tekanan darah, dan mencegah paparan zat kimia berbahaya. (UH)

 

Sumber:

WebMD. Understanding Kidney Cancer. Maret 2019.

American Cancer Society. Kidney Cancer (Adult) Renal Cell Carcinoma.

Tinggalkan komentar