Keracunan Merkuri – Guesehat


Geng Sehat sering mendengar tentang makanan atau kosmetik yang mengandung merkuri bukan? Merkuri adalah salah satu jenis logam berat yang berbahaya jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah berlebihan. Umumnya keracunan merkuri disebabkan oleh paparan merkuri yang terlalu banyak, baik lewat makanan atau lingkungan.

 

Merkuri sangat beracun untuk manusia. Inilah mengapa Geng Sehat harus tahu bahaya merkuri. Mengonsumsi makanan yang mengandung merkuri merupakan penyebab keracunan merkuri yang paling umum. Keracunan merkuri bisa menyebabkan gejala berat dan menimbulkan risiko tertentu pada tubuh.

 

Berikut penjelasan lengkap tentang bahaya merkuri dan keracunan logam berbahaya ini!

 

Baca juga: Jangan Konsumsi Makanan Mentah Jika Tidak Ingin Terkena Penyakit Ini

 

Apa Itu Keracunan Merkuri?

Merkuri adalah logam yang secara alami terdapat di dalam banyak produk sehari-hari, namun kadarnya kecil. Paparan merkuri yang terbatas itu biasanya tergolong aman. Namun, kalau paparannya banyak dan meningkat, maka sangat berbahaya. Oleh sebabnya, setiap orang tahu bahaya merkuri.

 

Merkuri berada dalam bentuk cairan pada suhu ruangan, kemudian lama-lama menguap ke udara di sekitarnya. Logam ini seringkai merupakan hasil dari proses perundustrian, seperti pembakaran batu bara untuk listrik.

 

Merkuri yang menguap bisa bercampur dengan udarah, tanah, dan air, sehingga menimbulkan risiko pada tanaman, hewan, dan manusia. Mencerna atau terkena paparan merkuri dari luar bisa menyebabkan keracunan merkuri. Inilah bahaya merkuri.

 

Gejala Keracunan Merkuri

Merkuri bisa memengaruhi sistem saraf secara negatif, sehingga menyebabkan gejala neurologis, seperti:

  • Nervous atau kecemasan
  • Sensitif atau perubahan mood
  • Mati rasa
  • Gangguan memori
  • Depresi
  • Tremor fisik

 

Semakin meningkat kadar merkuri di dalam tubuh, semakin banyak gejala yang muncul. Gejala-gejala ini beragam, tergantung dari usia seseorang dan kadar paparannya.

 

Orang dewasa yang mengalami keracunan merkuri bisa mengalami gejala-gejala seperti:

  • Kelemahan otot
  • Rasa logam di dalam mulut
  • Mual dan muntah
  • Kemampuan motoris menurun atau koordinasi keseimbangan tubuh menurun
  • Mati rasa pada tangan, wajah, dan bagian tubuh lain
  • Perubahan pada penglihatan, pendengaran, atau cara berbicara
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan berjalan atau berdiri lurus

 

Merkuri juga bisa memengaruhi perkembangan awal anak secara negatif. Anak yang mengalami keracunan merkuri biasanya menunjukkan gejala-gejala seperti:

  • Kemampuan motoriknya terganggu
  • Memiliki masalah dalam berpikir atau memecahkan masalah
  • Kesulitan belajar berbicara atau memahami bahasa
  • Gangguan koordinasi tangan dan mata

 

Keracunan merkuri cenderung berkembang secara lambat. Namun, pada beberapa kasus, keracunan merkuri bisa menyerang dengan cepat. Inilah bahaya merkuri pada kesehatan.

 

Bahaya Merkuri untuk Komplikasi Jangka Panjang

Bahaya merkuri lebih merujuk pada paparan tinggi terhadap logam ini.  Hal tersebut bisa menimbulkan risiko komplikasi jangka panjang, termasuk:

 

Kerusakan saraf

Paparan tinggi merkuri di dalam darah bisa menyebabkan risiko kerusakan saraf jangka panjang. Efek-efek ini kemungkinan lebih terlihat dampaknya pada anak-anak yang masih mengalami perkembangan.

 

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Preventive Medicine and Public Health menunjukkan banyaknya kejadian keracunan merkuri yang menyebabkan kerusakan saraf jangka panjang.

 

Kerusakan saraf jangka panjang ini bisa menyebabkan:

  • Gangguan kecerdasan dan IQ rendah
  • Refleks lambat
  • Kemampuan motorik rusak
  • Kelumpuhan
  • Mati rasa
  • Gangguan memori dan konsentrasi
  • Gejala ADHD

 

Dampak pada Sistem Reproduksi

Keracunan merkuri juga menimbulkan risiko sistem reproduksi. Keracunan merkuri bisa menurunkan jumlah sperma atau menurunkan fertilitas, serta menyebabkan gangguan pada janin.

 

Bahaya merkuri lainnya, khususnya paparan tinggi, adalah kelainan bentuk atau cacat lahir, penurunan kelangsungan hidup janin, serta penurunan pertumbuhan dan ukuran bayi baru lahir.

 

Risiko Kardiovaskular

Merkuri mendukung perkembangan radikal bebas di dalam tubuh. Padahal, radikal bebas bisa merusak sel-sel tubuh. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan risiko masalah jantung, termasuk serangan jantung dan penyakit jantung koroner. Ini juga merupakan bahaya merkuri.

 

Baca juga: Kenali Bahaya Mikroplastik dari Wadah Makananmu!

 

Penyebab Keracunan Merkuri

Penyebab paling umum keracunan merkuri adalah konsumsi makanan laut. Namun, keracunan merkuri juga bisa diakibatkan oleh proses perindustrian, termometer, mesin tekanan darah, penanganan medis oral, dan lukisan tua.

 

Keracunan Merkuri Akibat Makanan Laut

Mengonsumsi makanan laut yang tercemar merkuri adalah salah satu penyebab paling umum terdapatnya kadar merkuri di dalam tubuh manusia. Merkuri di dalam makanan laut itu umumnya adalah bentuk yang paling beracun dari logam tersebut, yang disebut metilmerkuri.

 

Metilmerkuri terbentuk ketika merkuri larut di dalam air. Metilmerkuri bisa diserap dari air oleh hewan laut, namun juga bisa didapatkan dari rantai makanan. Hewan laut yang berukuran kecil, seperti udang, seringkali mencerna metilmerkuri dan kemudian dimakan oleh hewan laut lain. Hewan laut tersebut kemudian memiliki kandungan metilmerkuri yang lebih banyak ketimbang udang yang dimakan.

 

Proses ini berlanjut hingga ke rantai makanan paling atas. Jadi, ikan besar kemungkinan mengandung lebih banyak merkuri ketimbang ikan yang dimakannya. Namun, ini juga bukan berarti lebih baik mengonsumsi ikan yang lebih kecil.

 

Langkah terbaik adalah mengecek sumber hewan laut yang ingin dikonsumsi, untuk menghindari konsumsi hewan laut yang terkontaminasi. Jadi, sebaiknya hindari terlalu banyak konsumsi hewan laut yang berada di rantai makanan tertinggi, seperti ikan todak, hiu, tuna putih, dan lainnya. Wanita hamil dan menyusui khususnya perlu mewaspadai konsumsi hewan laut.

 

Tambalan Gigi

Tambal amalgam mengandung 40-50 persen merkuri. Tambal amalgam saat ini sudah tidak sering digunakan. Sekarang dokter gigi lebih sering menggunakan alternatif yang lebih baru dan aman.

 

Diagnosis Keracunan Merkuri

Dokter biasanya mendiagnosis keracunan merkuri lewat pemeriksaan fisik dan tes darah. Dokter bisa menanyakan tentang gejala yang Kamu alami, serta makanan yang biasa Kamu konsumsi.

Dokter juga akan menanyakan tentang lingkungan tempat Kamu tinggal dan bekerja, termasuk jika Kamu tinggal di dekat suatu pabrik industri.

 

Pengobatan Keracunan Merkuri

Pengobatan untuk keracunan merkuri dilakukan dengan cara mengeluarkan semua paparan terhadap logam tersebut. Dokter merekomendasikan agar Kamu tidak mengonsumsi makanan laut yang mengandung merkuri.

 

Kalau keracunan merkuri yang dialami disebabkan oleh lingkungan tempat tinggal atau kerja Kamu, dokter biasanya akan merekomendasikan agar Kamu pindah dari lingkungan tersebut.

 

Bahaya merkuri bisa berkembang menjadi jangka panjang, sehingga perlu diobati secara tuntas. Beberapa kasus keracunan merkuri yang parah membutuhkan terapi kelasi, yang merupakan proses mengeluarkan merkuri dari organ. 

 

Baca juga: Bolehkah Mums Makan Seafood saat Menyusui?

 

 

Sumber:

Medical News Today. Mercury poisoning: Symptoms and treatment. Januari 2018.

Environmental Protection Agency. Health Effects of Exposures to Mercury.

Tinggalkan komentar