Khasiat Jengkol untuk Diabetes – Guesehat


 

Penggemar jengkol pasti sudah tidak asing dengan makanan yang satu ini. Jengkol sangat nikmat dibuat semur atau sambal balado. Bahkan sebagian orang makan jengkol sebagai lalapan. Jengkol sering disebut-sebut memiliki khasiat kesehatan. Termasuk khasiat jengkol untuk diabetes.

 

Jengkol (Archidendron pauciflorum) merupakan jenis polong-polongan yang memiliki bau khas. Tanaman jengkol banyak ditemukan di Indonesia, Malaysia dan Thailand. Pohon jengkol bisa tumbuh setinggi 10-26 meter.

 

Di setiap daerah, jengkol memiliki beberapa nama lain. Misalnya di Sumatera, sering disebut jaring, di Sunda disebut kicaang, blandingan (Bali). Jengkol juga dikenal dalam bahasa Inggris, yaitu dog fruit.

 

Meskipun Kamu tidak suka makan jengkol, tetapi bentuknya pasti sudah kenal ya. Biji buah jengkol berbentuk gepeng, selebar uang logam lebar. Satu biji jengkol terdiri dari sepasang kepingan tebal yang akan memisah dengan sendirinya jika direbus. Biji buah jengkol merupakan bagian dari tanaman jengkol yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan dapat pula dijadikan sebagai bahan obat-obatan.

 

Baca juga: Rekomendasi Makanan Manis untuk Diabetes 

 

Kandungan Gizi Jengkol

Meskipun terkadang dipandang sebelah mata, jengkol ternyata memiliki kandungan gizi yang baik lho. Jengkol mengandung alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin dan saponin. Dalam 100 gram jengkol pun, terdapat kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. 

 

Selain itu, jengkol memiliki kandungan protein seperti asam amino, dan beberapa asam lainnya. 

 

1. Asam amino

Kandungan asam amino pada jengkol ini didominasi oleh asam sulfur. Inilah sebenarnya yang menghasilkan bau khas pada buah jengkol. Padahal bau ini bisa dikurangi dengan proses perendaman dan perebusan.

 

2. Asam jengkolat

Asam jengkolat merupakan salah satu komponen pada jengkol yang tidak memberikan manfaat apa-apa bahkan dapat menjadi salah satu racun dalam tubuh. Kamu pasti pernah mendengar istilah jengkolan? Biasanya akibat makan jengkol terlalu banyak. Penyebabnya adalah asam jengkolat ini.

 

Asam jengkolat dapat menyebabkan terbentuknya kristal yang akan menghambat pengeluaran urine. Jegkolan menyebabkan penderitanya susah kencing. Tentu rasanya sangat tidak nyaman.

 

Untuk mengurangi kadar asam jengkolat pada buah jengkol ini konon dapat dilakukan dengan membuat jengkol yang dikecambahkan, merebus jengkol dalam larutan yang mengandung abu gosok, dibuat emping jengkol, direbus selama 6-7 jam ataupun penambahan daun melinjo pada saat perebusan jengkol.

 

Baca juga: Beragam Manfaat Jengkol untuk Kesehatan
 

Khasiat Jengkol untuk Diabetes

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi atau menggunakan hormon insulin dengan efektif. Diabetes ditandai dengan poliuria (banyak kencing), polidipsia (banyak minum), polifagia (nafsu makan meningkat tetapi berat badan turun), akibat peningkatan kadar glukosa darah.

 

 

Penderita diabetes umumnya mengonsumsi obat diabetes baik oral, maupun insulin untuk membantu menurunkan kadar gula darahnya. Sebagian lagi mencoba menurunkan gula darah dengan tanaman atau obat herbal.

 

Kandungan asam dan mineral yang terdapat pada jengkol, konon dipercaya dapat membantu mencegah penyakit diabetes. Namun harus diingat bahwa asam jengkolat ini tidak mudah larut dalam air sehingga disarankan untuk tidak mengkonsumsi jengkol secara berlebihan.

 

Ibaratnya, khasiat Jengkol untuk diabetes ini ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi dapat menurunkan kadar gula darah, namun juga dapat menyebabkan gagal ginjal akut karena kandungan asam jengkolat yang terdapat di dalamnya.

 

Penelitian kecil yang dilakukan peneliti dari Universitas lampung, melakukan analisa tentang khasiat jengkol untuk diabetes pada hewan percobaan tikus. Selain dampak jengkol pada penurunan gula darah, dilakukan pula uji kreatinin pada ginjal tikus.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji jengkol berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah. Penelitian ini juga menemukan tidak ada pengaruh pemberian jengkol pada peningkatan kadar ureum dan kreatinin.

 

Akan tetapi, jika ditinjau dari rerata kadar kreatinin, pemberian ekstrak jengkol dosis 1200 mg/kilogram berat badan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang dinyatakan dengan peningkatan kadar kreatinin. 

 

Baca juga: Selain Makanan, Apa Saja Sih yang Bisa Memengaruhi Kadar Gula Darah?

 

Makanan Terbaik untuk Penderita Diabetes

Jika berbicara makanan terbaik untuk penerita diabetes, kacang adalah makanan super bagi penderita diabetes. American Diabetes Association menyarankan para penderita diabetes untuk menambahkan kacang kering tanpa garam atau kacang rebus sebagai tambahan makanan setiap minggu.

Kacang adalah makanan dengan indeks glikemik rendah dan dapat membantu mengelola kadar gula darah lebih baik daripada makanan bertepung lainnya. Kacang juga mengandung protein dan serat, dua komponen zat gizi yang penting dalam pengelolaan kadar gula darah. Dengan begitu banyak jenis kacang yang tersedia, Diabestfriend tidak perlu bingung mana yang disuka.

 

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kacang-kacangan dan makanan sehat lainnya dapat menjadi bagian rutin dari diet Diabestfrined, konsultasikan dengan ahli gizi atau edukator diabetes.

 

Ingat bahwa edukasi merupakan salah satu pilar penting pengelolaan diabetes. Dengan berkonsultasi pada ahlinya, Diabestfriend dapat mendapatkan informasi bermanfaat tentang perencanaan makan yang benar.

 

Selain mengatur pola makan, akan lebih baik jika Diabestfriend bergabung dengan komunitas atau kelompok sesama penderita diabetes. Di sini, Diabestfriend dapat memperoleh informasi dan mempelajari kiat-kiat tentang diet dan gaya hidup dan berolahraga bersama. Olahraga sangat baik membantu menurunkan gula darah. Saat berolahraga otot membutuhkan gula untuk beraktivitas sehingga kadar gula dalam darah ikut turun. 

 

Jadi mengelola diabetes tidak hanya dari makanan saja. Makanan apapun pada dasarnya bisa dikonsumsi penderita diabetes selama memiliki indeks glikemiknya rendah. Jengkol memang disebut-sebut berkhasiat untuk penderita diabetes. Tetapi mengingat efek sampingnya pada ginjal, sebaiknya mengonsumsinya juga harus terukur ya!

 

Baca juga: Menurut Ahli, Penderita Diabetes Sebaiknya Lakukan Olahraga Ini!

Referensi:

Omiconline.org. Djenkol bean than challanges uronephrology.

Researchgate.net. Djekolism case report and literature review

Juke.kedokteran.unila.ac.id. The Effect of Djenkol (Pithecellobium Lobatum Benth.) Seeds Ethanol Extract on Levels of Blood Glucose, Urea and Creatinine in White Male Rats

Healthline.com. What You Should Know About Diabetes and Beans

 

 

Tinggalkan komentar