Kuliner Khas Natal di Berbagai Negara


Bulan Desember sudah menjelang, dan salah satu perayaan yang hadir di bulan Desember adalah perayaan Natal bagi umat Kristiani. Sebagaimana perayaan hari besar agama lainnya, selalu ada kekhasan yang muncul saat Natal tiba. Mulai dari dekorasi yang serba dihiasi warna merah, hijau, dan emas, kebiasaan mudik alias pulang ke kampung halaman untuk merayakan Natal bersama keluarga tercinta, dan tentu saja kuliner khas Natal.

 

Mungkin di Indonesia sendiri tidak ada suatu makanan atau minuman tertentu yang harus ada dalam setiap perayaan Natal. Namun, banyak negara-negara di dunia yang memiliki makanan khas Natal lho, Gengs! Jika Kamu berencana memasak hidangan untuk Natal kali ini, mungkin beberapa menu dari negara-negara di dunia ini dapat menjadi pilihanmu!

 

Kalkun panggang – Inggris

Masyarakat Britania Raya merayakan makan malam Natal dengan sajian khas yaitu kalkun panggang dengan pelengkap berupa kentang panggang, sayuran Brussel sprouts dan parsnips, kaldu, dan saus cranberry.

 

Makan malam biasanya ditutup dengan sajian Christmas pudding dan mulled wine. Mulled wine adalah minuman berbahan dasar wine merah yang kemudian dicampur dengan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang hangat. Sajian Natal di Amerika Serikat juga hampir mirip dengan di Inggris, dengan sajian utama yaitu kalkun panggang!

 

Rice pudding – Denmark

Beralih ke negara Denmark yang terkenal dengan dongengnya yang banyak mengadaptasi latar belakang Natal, rice pudding adalah salah satu sajian Natal yang disajikan oleh hampir setiap keluarga. Ris á la mande, demikian sajian ini biasa disebut, terbuat dari susu, beras, almond, vanila, dan whipped cream. Uniknya, akan ada satu porsi puding yang diberi tambahan almond utuh dan siapapun orang yang mendapatkan puding berisi almond utuh ini akan mendapatkan hadiah! Wah, seru sekali, ya!

 

Stollen – Jerman

Bagi masyarakat Jerman, Stollen adalah sajian yang tidak boleh dilewatkan saat Natal tiba. Stollen adalah cake buah yang dilengkapi dengan buah-buahan kering dan marzipan, dan diatburi gula halus di luarnya.

 

Tradisi mengonsumsi Stollen dimulai dari sekitar abad ke-15 saat keluarga-keluarga di Jerman akan membuat Stollen ini dan memberikannya sebagai hadiah Natal bagi keluarga atau orang lain.

 

Selain Stollen, hidangan Natal di Jerman biasanya terdiri dari menu utama yakni bebek, angsa, atau kelinci yang dipanggang dan kemudian disajikan bersama pelengkap yakni kentang dan kubis merah.

 

Fried chicken – Jepang

Bergeser ke Asia, masyarakat Jepang memiliki hidangan yang cukup unik untuk merayakan Natal. Natal di Jepang biasanya dirayakan dengan memakan fried chicken alias ayam goreng tepung!

 

Kebiasaan ini bermula dari sekitar tahun 1947 saat Kentucky Fried Chicken, sebuah chain penjual ayam goreng tepung yang mendunia, memulai sebuah kampanye berjudul ‘Kentucky for Christmas’. Kampanye tersebut ternyata sangat berhasil dan hingga kini Natal di Jepang erat dengan tradisi mengonsumsi ayam goreng tepung.

 

Barbeque – Australia

Jika Natal selalu identik dengan salju bagi negara-negara di belahan bumi utara, tidak demikian dengan di Australia. Natal dirayakan di tengah-tengah musim panas, sehingga barbeque menjadi pilihan bagi banyak keluarga sebagai hidangan Natal!

 

Selain barbeque, beberapa masyarakat Australia juga suka menyantap kalkun atau unggas yang dipanggang untuk hidangan Natal sebagaimana halnya di negara-negara Eropa yang tadi disebutkan.

 

Gengs, itu dia beberapa kuliner khas Natal dari berbagai negara di dunia! Unik sekali ya, setiap negara memiliki sesuatu yang khas dan biasanya hal ini terjadi karena tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat di daerah tersebut.

 

Untuk keluarga saya sendiri, hidangan Natal yang biasa kami santap bervariasi dari tahun ke tahun. Yang paling sering ada adalah bistik, yaitu daging sapi yang dibumbui dengan rempah dan kecap, hampir menyerupai semur namun lebih ringan rasanya dari semur. Bistik ini kemudian disajikan dengan kentang goreng dan wortel serta buncis rebus. Ibu saya mengajari saya membuat hidangan ini, dan ketika saat ini saya sudah berkeluarga tradisi ini tetap saya teruskan untuk keluarga kecil saya.

 

Namun apapun sajiannya, yang terpenting dari acara makan-makan saat Natal tentu adalah kebersamaan dengan keluarga, untuk merayakan Hari Raya, dan merefleksikan diri akan apa yang sudah dan akan dilakukan. Apakah keluargamu juga memiliki hidangan khas yang selalu tersedia di kala perayaan Natal tiba? Share yuk di kolom komentar!

Tinggalkan komentar