Lebih dari 3 Ribu Tenaga Medis di China Terinfeksi COVID-19 dalam 2 Bulan



Jakarta

Lebih dari 3.000 tenaga medis di China telah terinfeksi virus corona COVID-19 dalam dua bulan terakhir, demikian penuturan Komisaris Kesehatan Nasional China. Staf medis yang terinfeksi diduga karena kurangnya alat pelindung dan kelelahan karena kewalahan menangani pasien. Infeksi sebagian besar terjadi di provinsi Hubei.

Hal ini diungkap Liang Wannian, pejabat kesehatan China, saat memberi penjelasan singkat kepada wartawan bersama dengan kepala delegasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHo untuk China, Bruce Aylward. Dilaporkan Mothership, jumlah korban tewas di daratan China saat ini telah mencapai hampir 2.600 orang.

Layanan medis dilaporkan telah meregang ke titik puncaknya, karena puluhan ribu pekerja medis telah berjuang untuk menahan penyebaran virus corona.

Pada 19 Februari, Presiden China Xi Jinping menyerukan perlindungan yang lebih besar untuk staf medis setelah kematian dokter terkemuka di sana memicu kemarahan masyarakat pada penanganan situasi oleh pemerintah.

Staf juga menghadapi kekurangan masker dan pelindung tubuh, bahkan ada yang mengenakan jas darurat dan terus bekerja meski menunjukkan gejala sakit di saluran pernapasan.

Saat ini disebutkan sebagian besar kasus COVID-19 tidak menunjukkan gejala. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi para staf medis yang sehari-harinya berada di garda terdepan dan langsung terpapar virus corona dan bekerja di ruangan tertutup dalam waktu lama.

Simak Video “WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

Tinggalkan komentar