Makanan Pendamping ASI – GueSehat.com


Mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) adalah momen penting dalam tumbuh kembang bayi. Berdasarkan keterangan dan American Academy of Pediatrics, Mums bisa memberikan si Kecil makanan pendamping ASI ketika usianya mencapai 6 bulan.

 

Namun selain usia, Mums juga perlu memperhatikan tanda-tanda lainnya apakah bayi sudah siap mengonsumsi makanan pendamping ASI. Inilah beberapa tandanya:

  • Bayi sudah bisa duduk tegak dan kepalanya tidak lunglai.
  • Ia penasaran dengan sekitarnya, terutama ketika ada orang yang sedang makan.
  • Refleks pada lidahnya untuk mendorong makanan keluar dari mulut sudah hilang.
  • Ia terlihat lapar meski sudah diberikan cukup ASI seharian penuh (8-10 kali menyusu).
  • Bisa mengatupkan mulutnya ketika disuapi makanan menggunakan sendok.
  • Menunjukkan kenaikan berat badan, yakni 2 kali lipat dari berat badan saat lahir.

 

Jika si Kecil sudah cukup umur dan menunjukkan tanda-tanda di atas, maka Mums bisa mulai memberikannya makanan pendamping ASI. Mums pun perlu membuat rutinitas makan agar ia terbiasa dengan hal baru ini.

 

Baca juga: Mums, Ini Dia Bahan Pengganti MSG yang Aman untuk Makanan Si Kecil

 

Pertama, cucilah tangan Mums dan si Kecil. Lalu, tenangkan ia dan dudukkan di high chair. Sebaiknya, matikan televisi atau musik yang kencang. “Ini akan membantu bayi fokus makan dan belajar mengenali kapan ia merasa kenyang,” ujar Marilyn Tanner, RD, juru bicara untuk American Dietetic Association.

 

Memang membutuhkan waktu sampai si Kecil merasa nyaman dengan sensasi baru yang ia rasakan ketika mengonsumsi makanan pendamping ASI. Bagaimana tidak, dalam satu waktu ia akan merasakan sendok masuk ke mulutnya setiap kali disuapi serta rasa dan tekstur makanan yang beragam.

 

Makanan Pendamping ASI sesuai Tahapan Usia Bayi

 

6 Bulan

Apa saja yang boleh dimakan si Kecil?

  1. ASI.
  2. Puree sayur (labu, ubi).
  3. Puree buah (apel, pisang).
  4. Puree daging (ayam, daging sapi).
  5. Sereal dengan fortifikasi zat besi.
  6. Sedikit yoghurt tanpa rasa (plain yoghurt).

 

Berapa banyak yang dibutuhkan dalam sehari?

  • Mulailah dengan memberikan makanan pendamping ASI 1 sendok teh sekali sehari. Mums bisa mencampurnya dengan ASI.
  • Seiring waktu, tingkatkan porsi makan menjadi 1 sendok teh sebanyak 2 kali sehari.

 

Tips:

  • Jika bayi tidak mau makan MPASI di percobaan pertama, jangan dipaksa. Cobalah lagi beberapa hari kemudian. Namun bila masalah ini terus berlanjut, Mums bisa mengonsultasikannya kepada dokter untuk mencari tahu apakah ada masalah medis.
  • Kenalkan makanan baru kepada si Kecil per 2-3 hari. Ini berguna untuk melihat apakah ada reaksi alergi yang muncul.
  • Sebenarnya tidak ada ketentuan untuk mengenalkan jenis makanan tertentu kepada si Kecil di awal masa MPASI-nya. Namun, sebaiknya hindari pemberian susu sapi hingga ia berusia 1 tahun. Konsultasikan kepada dokter anak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

 

6-8 Bulan

Apa saja yang boleh dimakan si Kecil?

  1. ASI.
  2. Puree atau buah yang bertekstur lunak, seperti pisang dan alpukat.
  3. Puree sayur atau yang dikukus, seperti wortel, labu, dan ubi.
  4. Puree daging (ayam, daging sapi).
  5. Puree tahu.
  6. Sedikit yoghurt tanpa rasa.
  7. Puree kacang-kacangan (kacang hitam, buncis, edamame, kacang fava, kacang polong, kacang merah).
  8. Sereal terfortifikasi zat besi.

 

Berapa banyak yang dibutuhkan dalam sehari?

  • 1 sendok teh buah. Secara bertahap, tingkatkan menjadi 2-3 sendok teh dalam 4 kali pemberian makanan pendamping ASI.
  • 1 sendok teh sayur. Secara bertahap, tingkatkan menjadi 2-3 sendok teh dalam 4 kali pemberian MPASI.
  • 3-9 sendok teh sereal dalam 2 atau 3 kali pemberian MPASI.

 

Tips:

  • Masih sama seperti sebelumnya, kenalkan jenis makanan baru per 2-3 hari untuk memantau reaksi alergi pada si Kecil.

 

Baca juga: Mums, Begini Cara Menyimpan MPASI saat Mudik

 

8-10 Bulan

Memasuki tahapan ini, bayi mulai bisa menjepit objek di antara ibu jari dan telunjuknya, memindahkan objek dari satu tangan ke tangan yang lain, memasukkan segala benda ke mulutnya, serta menggerakkan rahang seperti sedang mengunyah. Jika si Kecil sudah menunjukkan tanda-tanda ini, maka ia sudah siap mengonsumsi makanan pendamping ASI yang lebih padat dan finger foods!

 

Apa yang boleh dimakan si Kecil?

  1. ASI.
  2. Sedikit keju lembut yang sudah dipasteurisasi, cottage cheese, dan yoghurt tanpa rasa.
  3. Sayur yang ditumbuk (wortel, labu, kentang, ubi).
  4. Buah yang ditumbuk (pisang, peach, pir, alpukat).
  5. Finger food (sereal berbentuk huruf O, potongan-potongan kecil telur orak-arik, potongan kentang yang sudah dikukus atau direbus, pasta berbentuk spiral, biskuit, potongan kecil roti bagel).
  6. Makanan berprotein (daging sapi, daging unggas, ikan tanpa tulang, tahu, kacang-kacangan, biji-bijian).
  7. Sereal terfortifikasi zat besi.

 

 

Berapa banyak yang dibutuhkan dalam sehari?

  • ¼ hingga 1/3 cangkir produk susu atau ½ ons keju.
  • ¼ hingga ½ cangkir sereal terfortifikasi zat besi.
  • ¾ hingga 1 cangkir buah.
  • ¾ hingga 1 cangkir sayur.
  • 3-4 sendok teh makanan yang kaya akan protein.

 

10-12 Bulan

Di tahapan usia ini, bayi akan semakin mudah menelan makanan pendamping ASI, memiliki lebih banyak gigi, tidak lagi refleks memuntahkan makanannya, serta mulai ingin belajar menyuap makanannya sendiri menggunakan sendok.

 

Apa yang boleh dimakan si Kecil?

  1. ASI.
  2. Keju lembut yang dipasteurisasi, yoghurt, dan cottage cheese.
  3. Buah yang ditumbuk maupun dipotong-potong membentuk dadu atau stik.
  4. Sayuran yang dikukus seukuran 1 kali suap.
  5. Makanan kombinasi, misalnya macaroni and cheese.
  6. Finger food.
  7. Sereal yang terfortifikasi zat besi.

 

Berapa banyak yang dibutuhkan dalam sehari?

  • 1/3 cangkir produk susu atau ½ ons keju.
  • ¼ hingga ½ cangkir sereal terfortifikasi.
  • ¾ hingga 1 cangkir buah.
  • ¾ hingga 1 cangkir sayur.
  • 1/8 hingga ¼ makanan kombinasi.
  • 3-4 sendok teh makanan yang kaya akan protein.

 

 

Tips Memberikan Makanan Pendamping ASI kepada Bayi

Selama proses memberikan makanan pendamping ASI, bicaralah kepada bayi dan bantu ia melewati pengalaman baru ini dengan gembira. Agar proses makan jadi menyenangkan untuk Mums dan si Kecil, ini yang bisa dilakukan:

  1. Dudukkan di high chair. Segera setelah si Kecil mampu duduk tanpa bantuan, suapi ia makanan pendamping ASI di atas high chair. Jangan lupa pasang sabuk pengaman untuk menjaga tubuh si Kecil.
  2. Dukung eksplorasinya. Bayi sangat senang bermain dengan makanannya. Jika ia sudah makan food finger, maka buatlah food finger-nya selembut mungkin supaya ia mudah menelannya dan menghancurkannya dalam potongan-potongan kecil.
  3. Perkenalkan dengan peralatan makan. Saat si Kecil sedang disuapi, Mums bisa menawarkannya memegang sendok yang lain. Jadi, ia bisa belajar menggenggam sendok tanpa mengganggu proses makan. Bila ia sudah mantap memegang sendok dan bisa menyuap makanannya ke dalam mulut, biarkan ia mencoba makan sendiri.
  4. Tawarkan menggunakan sippy cup. Biasanya, di awal-awal si Kecil akan menggunakan botol karena lebih mudah dan efisien. Namun ketika usianya sudah mencapai 9 bulan, Mums bisa mengajaknya belajar minum dari sippy cup atau gelas.
  5. Taruh makanan secukupnya. Air liur pada sendok dapat mempercepat makanan menjadi basi. Karenanya, taruh makanan di atas piring si Kecil sesuai kebutuhan.
  6. Jangan dipaksa. Apabila si Kecil tidak mau mencoba makanan baru, jangan dipaksa ya, Mums. Namun, jangan menyerah dan cobalah di lain waktu. Pasalnya, berusaha untuk terus mengenalkan jenis makanan baru pada si Kecil akan memperkecil risiko ia menjadi picky eater.
  7. Tahu kapan harus berhenti. Saat si Kecil sudah merasa kenyang, ia akan menangis atau menolak makan makanan pendamping ASI-nya. Lagi-lagi, jangan memaksanya untuk menghabiskan seluruh makanannya. Selama pertumbuhan bayi mencapai target, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Selain itu, hindari memberikan si Kecil makan banyak di malam hari dengan harapan ia akan tidur lebih nyenyak. Pasalnya, belum ada bukti ilmiah yang membenarkan metode tersebut.

 

Baca juga: Tanda-tanda Ini Jangan Dijadikan Patokan Bayi Sudah Siap MPASI Ya, Mums!

 

Jenis Makanan atau Minuman Apa yang Sebaiknya Dihindari?

Setiap jenis makanan pada dasarnya boleh dikonsumsi selama tidak berlebihan. Namun, ada beberapa makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari dalam menu makanan pendamping ASI, terutama jika si Kecil masih berusia 1 tahun.

 

  1. Jus buah

Sebaiknya jangan memberikan si Kecil jus buah sampai usianya di atas 1 tahun. Jus tidak harus ada dalam menu makanan pendamping ASI dan tidak lebih baik dari memberikan buah segar. Justru, memberikan terlalu banyak jus dapat berkontribusi pada masalah kenaikan berat badan dan diare. Selain itu, jus dapat menyebabkan masalah gigi. Bila memang ingin memberikan si Kecil jus, pastikan jus terbuat dari buah segar dan tidak boleh lebih dari 100 ml sehari.

  1. Susu sapi

Sebelum si Kecil berusia 1 tahun, hindari memberikannya susu sapi. Alih-alih baik untuk tubuhnya, susu sapi malah akan meningkatkan risiko defisiensi zat besi. Namun jika menjadi bahan untuk olahan makanan, Mums masih diperbolehkan menggunakannya.

  1. Madu

Madu kemungkinan mengandung spora, yang dapat menyebabkan penyakit serius pada bayi, yakni botulisme.

  1. Makanan yang berpotensi membuat tersedak

Karena si Kecil masih dalam proses belajar makan dan masih rentan tersedak, hindari memberikannya sosis yang berukuran besar dan panjang, anggur, sayur dan buah dalam ukuran besar, makanan yang kenyal seperti marshmallow, serta makanan yang keras, seperti pop corn, kacang, dan permen.

 

Di awal-awal, makanan pendamping ASI hanyalah bertugas sebagai suplemen di samping kebutuhan utama nutrisi bayi, yaitu ASI. Karenanya, Mums tidak perlu terburu-buru untuk memberikannya makanan padat atau memaksanya untuk makan. Dengan suasana yang menyenangkan dan membuat rutinitas makan, si Kecil justru akan semangat dan tidak sabar untuk mengonsumsi MPASI buatan Mums! (AS)

 

Baca juga: Serunya Membahas MPASI bersama Sandra Dewi 

 

Sumber

BabyCenter: Age-by-age guide to feeding your baby

Parents: The Complete Guide to Starting Baby on Solids

Mayo Clinic: Solid foods: How to get your baby started

Parents: Introducing Solid Foods to Baby

Tinggalkan komentar