Makanan tidak sehat untuk diabetes


Makanan sehat identik dengan makanan bebas lemak, atau buah-buahan. Namun, percaya atau tidak, makanan yang bebas lemak atau berbahan buah tidak selalu sesuai sehat lho, terutama untuk penyandang diabetes.

 

Gaya hidup masa kini sangat menekankan pada konsumsi makanan sehat. Tak heran jika produsen makanan lantas membanjiri pasar dengan produk makanan rendah lemak dalam upaya untuk menarik konsumen.

 

Beberapa makanan memang tampak sehat untuk pemilik diabetes, tetapi sebenarnya tidak. Bahkan, sebagian besar jenis makanan yang nampak sehat ini justru memiliki nilai gizi yang sama dengan junk food.

 

Baca juga: Makan Pisang dengan Susu, Bukan Kombinasi yang Baik!

 

Makanan tidak Sehat untuk Diabetes

Jika Diabestfriend ingin mengubah diet, waspada dengan jenis-jenis makanan yang tidak sehat untuk diabetes.

 

1. Makanan ‘Rendah Lemak’ dan ‘Bebas Lemak’

Jika bicara makanan, lemak adalah jenis yang paling dihindari. Bahkan lemak yang pertama kali disalahkan saat berat badan bertambah. Maka sebagian orang memilih produk makanan bebas lemak dan rendah lemak.

 

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition and Diabetes menemukan bahwa makanan rendah lemak atau bebas lemak ternyata dapat mengandung kalori 10% lebih banyak dan gula 40% lebih banyak.

 

Gula tambahan ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2.

 

Ingat bahwa tubuh kita juga membutuhkan lemak. Lemak tidak hanya menyediakan energi, tetapi juga berperan dalam penyerapan vitamin dan mineral, pembekuan darah, dan pergerakan otot.

 

Penyandang diabetes tidak harus menghindari lemak sama sekali, tetapi pilihlah lemak baik seperti yang terkandung dalam alpukat, minyak zaitun, serta kacang-kacangan dan biji-bijian. Satu-satunya lemak yang harus dihindari adalah ‘lemak jahat’ seperti lemak trans yang ditemukan dalam makanan yang dipanggang serta makanan cepat saji.

 

Baca juga: Apakah Susu Rendah Lemak Lebih Sehat dari Susu Full Cream?

 

2. Dressing Salad

Salad adalah makanan sehat dan bergizi, namun dressing salad di atasnya mungkin bukan pillihan sehat untuk penyandang diabetes. Dressing salad membantu menambah rasa, tetapi mereka juga dapat merusak nilai gizi pada salad.

 

Dressing salad yang dibeli di toko seringkali kaya akan bahan-bahan tambahan yang tidak sehat seperti gula, minyak sayur, dan lemak trans. Termasuk dressing rendah lemak karena sering diisi dengan tambahan gula dan garam.

 

Jika Diabestfriend benar-benar ingin menambahkan rasa pada salad, gunakan minyak zaitun extra virgin, cuka sari apel mentah, cuka balsamic, atau jus lemon sebagai dressing.

 

3. Jus Buah

Ya, jus buah terbuat dari buah-buahan. Namun, jus buah tidak selalu mengandung buah asli. Bahkan jarang ditemukan yang terbuat dari buah asli. 

 

Menurut temuan yang diterbitkan dalam Jurnal Lancet, Diabetes dan Endokrinologi, jus buah mengandung kadar gula yang sama dengan minuman ringan kemasan. Terlebih lagi, beberapa jus buah mengandung zat aditif untuk memberikan rasa buah pada jus.

 

Pada dasarnya, jus buah tidak dapat memberikan nutrisi seperti jika Kamu makan sepotong buah asli. Sebaliknya, minuman ini hanya akan memberikan tambahan gula dan kalori.

 

Baca juga: Segelas Jus Buah Setiap Hari Meningkatkan Risiko Kanker

 

4. Margarin

Mentega adalah produk susu, terbuat dari susu atau krim. Mentega mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Karena itu banyak ahli kesehatan beralih mempromosikan margarin, yang merupakan produk berbasis minyak nabati dan air. Margarin dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat.

 

Namun, meskipun dibuat dari minyak nabati, orang yang mengganti mentega dengan margarin menghadapi risiko lebih tinggi meninggal akibat penyakit jantung. Ini merupakan temuan dari sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiology.

 

Karena itu, margarin sebaiknya tidak masuk dalam daftar belanjaanmu. Jika membutuhkannya, gunakan mentega dalam jumlah kecil, atau memilih mentega atau ghee yang diberi makan rumput.

 

5. Makanan Bebas Gluten

Guten bukanlah musuh, dan tidak ada alasan mengapa kita harus menghindarinya, kecuali memang seseorang memiliki intoleransi karena penyakit tertentu. Faktanya, banyak makanan bebas gluten menggunakan tepung olahan untuk menggantikan tepung gandum, dan tepung ini meningkatkan kadar gula darah.

 

Jika Kamu memiliki intoleransi terhadap gluten, maka cara terbaik adalah menghindari makanan olahan bebas gluten dan meningkatkan asupan makanan bebas gluten alami seperti buah-buahan dan sayuran.

 

6. Produk Granola

Ya, granola terbuat dari gandum oat dan madu yang kaya nutrisipenting yang sehat, seperti serat. Namun, ini tidak berarti bahwa produk granola adalah apa yang dibutuhkan tubuh Kamu. Tidak sedikit produk granola yang ditambah dengan gula, kalori ekstra, garam, dan bahan-bahan tidak sehat lainnya.

 

7. Soda Diet

Kamu mungkin berpikir soda diet lebih baik daripada minum soda yang asli. Padahal soda diet sama buruknya dengan soda biasa. Soda diet juga kaya akan pemanis buatan, pengawet, dan rasa buatan. Terlebih lagi, soda diet telah ditemukan meningkatkan risiko seseorang untuk obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

 

Nah itu tadi makanan yang namak sehat padahal buruk untuk penyandang diabetes. Karena makanan-makanan ini tidak memberikan nilai gizi, lebih baik untuk melindungi kesehatan Kamu dengan hanya mengonsumsi makanan sehat.

 

Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Soda Memicu Diabates

 

 

 

Referensi:

Longevitylive.com. Healthy foods secretly unhelathy. 

WemMD.com. Best and Worst Foods for Diabetes

 

Tinggalkan komentar