Makanan untuk Penderita Autoimun – Guesehat


Autoimun adalah penyakit dimana sistem imun yang berfungsi melindungi tubuh dari zat berbahaya, malah balik menyerang tubuh. Penyakit autoimun tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikontrol. Salah satunya dengan menerapkan pola makan yang benar. Penderita autoimun perlu tahu tentang makanan untuk penderita autoimun serta makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun.

 

Makanan untuk penderita autoimun bisa disebut diet protokol autoimun atau the autoimmune protocol (AIP). Diet ini bisa membantu menyehatkan saluran pencernaan sehingga menurunkan risiko inflamasi yang umumnya dialami penyandang penyakit autoimun.

 

Makanan untuk penderita autoimun sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan orang biasa. Mungkin hanya sedikit perbedannya. Lalu apa saja makanan tersebut, dan bagaimana dengan makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun? Berikut penjelasannya!

 

Baca juga: Apakah Autoimun Bisa Disembuhkan?
 

Makanan untuk Penderita Autoimun

Makanan untuk penderita autoimun sangat spesifik. Tujuan dari diet ini adalah untuk mengurangi asupan makanan yang menyebabkan inflamasi untuk mengendalikan sistem imun tubuh. Dengan diet tepat, diharapkan inflamasi di seluruh tubuh bisa dikurangi dan tercapai remisi. Diet ini seringkali ditujukan untuk mengendalikan autoimun yang terkait dengan gangguan usus.

 

Apa kaitan autoimun dengan gangguan atau peradadangan usus? Penyakit autoimun bisa menyebabkan usus mengalami peradangan berat bahkan bocor. Akibatnya makanan tersebar ke seluruh tubuh dan memicu sistem imun untuk bereaksi.

 

Dengan mengonsumsi makanan untuk penderita autoimun secara spesifik, maka masalah tersebut bisa diatasi. Diet atau makanan untuk penderita autoimun berpacu dari diet paleo, namun lebih lebih terbatas atau ketat lagi.

 

Makanan untuk penderita autoimun kaya akan vitamin dan nutrisi, serta banyak mengandung asam lemak omega-3. Penderita penyakit autoimun harus menjalani jadwal makan yang ketat untuk beberapa minggu sebelum bisa mulai menambahkan makanan yang tidak termasuk ke dalam diet atau makanan yang direkomendasikan untuk penderita autoimun.

 

Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa menambahkan makanan baru ke dalam diet rutin ini, selain itu makanannya juga harus ditambahkan secara perlahan. Kalau Kamu memiliki penyakit autoimun, Kamu bisa mengonsumsi makanan baru setiap setelah beberapa hari atau satu minggu sekali.

 

Sesudahnya, Kamu perlu memerhatikan jika tubuh menunjukkan reaksi tertentu setelah mengonsumsi makanan baru. Kalau Kamu merasakan adanya efek samping tertentu, makan makanan baru tersebut perlu dikeluarkan dari diet harian.

 

Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Autoimun

Diet untuk penderita autoimun sangat terbatas. Jadi, makanan yang dilarang untk penyakit autoimun juga banyak. Kebanyakan makanan ini sama dengan makanan yang perlu dihindari jika Kamu menjalani diet paleo.

 

Berikut makanan yang dilarang untuk penderita penyakit autoimun:

  • Biji-bijian
  • Polong-polongan
  • Produk susu (termasuk yang mentah)
  • Makanan olahan
  • Gula halus
  • Minyak biji-bijian yang diolah di pabrik (seperti minyak sayuran atau minyak kanola)

 

Diet untuk penderita autoimun juga melarang konsumsi beberapa makanan yang tidak dilarang dalam diet paleo. Berikut deretan makanan tersebut: 

  • Telur
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian, termasuk makanan yang mungkin Kamu pikir tidak termasuk ke dalam kategori ini, seperti kopi, cokelat, dan beberapa rempah-rempah (contohnya ketumbar dan biji jintan)
  • Sayuran nightshade (tomat, paprika, terong, kentang, dan banyak lagi)
  • Permen karet
  • Pemanis buatan
  • Pengemulsi dan pengental makanan

 

Kamu juga perlu menghindari konsumsi obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID) dan alkohol. NSAID adalah obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen, aspirin, dan naproxen sodium.

 

Baca juga: Mengenal Autoimun, Penyakit yang Menyerang Ashanty
 

Makanan yang Bisa Dikonsumsi Penderita Autoimun

Nah, Kamu sudah tahu makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun. Sekarang Kamu perlu tahu makanan yang bisa dikonsumsi penderita autoimun. Menurut ahli, makanan yang bisa dikonsumsi penderita autoimun harus kaya akan daging dan sayuran, namun bukan sayuran nightshade.

 

Selain itu, berikut makanan yang bisa dikonsumsi penderita autoimun:

  • Produk kelapa, termasuk minyak kelapa
  • Minyak zaitun
  • Makanan fermentasi, selama tidak mengandung susu (misalnya seperti kombucha dan sayuran yang difermentasi)
  • Beragam jenis cuka, termasuk balasmic, anggur merah, dan sari apel, selama tidak mengandung gula
  • Sirup maple atau madu dalam porsi kecil
  • Tanaman herbal
  • Pati garut
  • Gelatin dari daging yang diberi makan rumput organik

 

Lalu, bagaimana dengan buah untuk penyakit autoimun? Ini merupakan salah satu pertanyaan yang kerap ditanyakan penderita penyakit autoimun. Pendapat terkait buah untuk penyakit autoimun memang cukup kontroversial. 

 

Ada yang berpendapat bahwa penderita penyakit autoimun sebaiknya tidak mengonsumsi buah karena kandungan gulanya. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa konsumsi buah untuk penyakit autoimun boleh-boleh saja.

 

Sebenarnya, jawabannya memang tidak simpel. Buah sendiri tidak dilarang di dalam diet AIP. Ada banyak ragam jenis buah, dan semuanya kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan, sehingga baik untuk tubuh.

 

Meskipun buah bisa mengandung banyak gula, namun ini tidak menjadi alasan yang cukup untuk tidak mengonsumsinya. Pasalnya, dengan mengonsumsi buah segar dan alami, maka kita bisa mendapatkan asupan nutrisi yang banyak. 

 

Ahli menyarankan agar buah untuk penyakit autoimun dikonsumsi dalam batasan 10 – 20 gram per hari. Itu artinya, penderita autoimun bisa mengonsumsi buah 2 – 5 potong per hari, tergantung dari kandungan fruktosa di dalamnya.

 

Jadi, dalam memilih buah untuk penyakit autoimun, harus diketahui kandungan fruktosanya. Namun, penderita penyakit autoimun tidak boleh mengonsumsi buah kering karena tingginya angka glikemiknya.

 

Siapa yang Disarankan Menjalani Diet AIP?

Penderita penyakit autoimun kemungkinan besar bisa merasakan manfaat dari diet ini. Diet ini berisi makanan yang bisa dikonsumsi penderita autoimun dan makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun.

 

Jadi, diet ini memiliki tujuan mengembalikan sistem imun, dengan cara menghindari makanan yang bisa menyebabkan inflamasi di dalam tubuh. Contoh penyakit autoimun termasuk lupus, artritis reumatoid, penyakit Crohn, dan psoriasis. 

 

Penyakit autoimun tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikontrol. Diet AIP yang berisi makanan yang bisa dikonsumsi penderita autoimun dan makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun ini bisa membantu mengontrol kondisinya.

 

Baca juga: Mengenal Penyakit Autoimun dan Pengobatan Immunoglobulin Intravena
 

Menjalani diet AIP memang bisa membantu mengontrol penyakit autoimun dengan cara menghindari makanan yang bisa menyebabkan inflamasi. Namun, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengontrol penyakit autoimun. Jadi, sebaiknya Kamu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Yang penting, Kamu perlu tahu makanan apa saja yang Kamu konsumsi. Dengan begini, Kamu tahu jika ada makanan yang menimbulkan gejala tertentu pada tubuhmu. 

 

Jadi, meskipun diet ini sangat baik, namun ini bukan satu-satunya cara untuk meredakan inflamasi.  Mengurangi stres, tidur yang cukup, menghindari kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol juga bisa mengurangi inflamasi. 

 

 

Sumber:

Healthline. What Is the Autoimmune Protocol (AIP) Diet?. Juli 2018.

The Paleo Mom. The Autoimmune Protocol.

US News. Is the Autoimmune Paleo Diet Legit?. Januari 2015.

Autoimmune Wellness. Fruit and The Autoimmune Protocol. Maret 2014.

API Lifestyle. What is AIP?. Mei 2019.

Dr. Sara Gotfried MD. Is the Autoimmune Protocol Necessary?. Maret 2015.

Tinggalkan komentar