Manfaat Mengajak Anak Berbelanja ke Pasar Tradisional-GueSehat.com


Mengajak si Kecil ke mal, taman bermain, atau toko mainan saat libur sekolah atau akhir pekan pastinya sudah sering ya, Mums. Namun, pernahkah Mums mengajaknya ke pasar tradisional? Pssttt, jika belum pernah dan belum terpikir, Mums perlu tahu nih apa saja manfaatnya.

 

Bocorannya, manfaatnya bisa saja berbeda dengan mengajak si Kecil ke supermarket atau berbelanja pada umumnya, lho! Penasaran? Baca sampai habis, ya!

 

1. Mengatasi si Kecil yang Suka Pilih-pilih Makanan

 

Pernahkah terpikir oleh Mums bahwa salah satu cara untuk membuat si Kecil lebih terbuka pada beragam pilihan makanan, berawal dari mengajaknya berbelanja? Ya, pada dasarnya, anak yang picky eater atau pilih-pilih makanan kurang mendapat referensi makanan. Mungkin saja Mums sudah mencoba mengatasi masalah ini dengan membuatkannya beragam menu, tetapi sayangnya masih gagal juga. Nah, kali ini, yuk coba ajak ia ke pasar tradisional untuk melihat bentuk utuh dari makanannya sehari-hari!

 

Dengan melihat sendiri banyaknya jenis buah, sayur, dan protein hewani yang ada, si Kecil jadi mengenal bahwa ada banyak makanan yang enak dan bergizi. Sambil berbelanja, Mums pun bisa menyelipkan fakta-fakta menarik, seperti, “Nak, tau enggak kalau makan daging bisa bikin otak kamu makin pintar?” Atau, “Mama dulu waktu kecil senang banget makan bayam, soalnya bikin Mama kuat dan sehat sampai sekarang.”

 

2. Menstimulasi Kecerdasan Matematika

Di usia dini, si Kecil pasti sedang giat-giatnya untuk belajar mengenal angka dan huruf ya, Mums. Selain dari buku atau permainan, contoh nyata pun diperlukan. Nah, berbelanja ke pasar adalah salah satu contohnya.

 

Beberapa kegiatan belanja bisa menstimulasi kecerdasan matematikanya. Mulai dari kegiatan membuat daftar belanjaan, menghitung jumlah barang yang ada di tas belanja, mengenal harga barang, serta mengetahui konsep berat-ringan. Menyenangkannya lagi, dengan langsung praktik begini, si Kecil lebih semangat belajar karena terasa seperti bermain.

 

Baca juga: Si Kecil Terancam Obesitas? Orang Tua Harus Ikut Berdiet!

 

3. Mengajarkan Berperilaku Baik

Tidak selamanya berbelanja hanya mengajarkan kecerdasan yang berkaitan dengan angka. Saat berbelanja ke pasar tradisional, si Kecil berada di ruang publik dengan jumlah orang yang tak sedikit. Jika ia merasa risih dengan kondisi pasar yang tak senyaman supermarket, berikan pengertian kepadanya. Bisa saja si Kecil merajuk sebentar, tetapi lambat-laun ia pasti akan beradaptasi. Ia akan berusaha “berdamai” dengan ketidaknyamanan yang dirasa dan mencoba mengenali tempat tersebut.

 

Pelajaran perilaku ini juga bisa si Kecil pelajari dari bermacam-macam kondisi orang yang ia temui di pasar. Tak selamanya orang berpakaian rapi, bekerja di kantor, atau seberuntung dirinya bisa menikmati hidup yang nyaman. Di sinilah Mums berkesempatan untuk menyelipkan pelajaran moral kepadanya kalau berbuat baik kepada siapa pun adalah fitrah kita sebagai manusia sosial. Dan, si Kecil patut bersyukur bahwa bisa memiliki kehidupan yang nyaman serta berkecukupan.

 

Baca juga: Membangun Kedekatan antara Orang Tua dan Anak

 

Kenapa Pasar Tradisional Berbeda?

Pengalaman berbelanja di pasar tradisional nyatanya memang bisa sangat berbeda dibandingkan agenda rutin Mums ke supermarket. Alasannya adalah:

 

1. Mengenal konsep ramah lingkungan

Cara berbelanja di pasar tradisional dan supermarket tentu jauh berbeda. Di pasar, sayur dan buah dijajakan sebagaimana mestinya tanpa banyak dikemas dengan bungkus plastik. Selain itu, untuk mempermudah membawa barang belanjaan, Mums tentu membawa keranjang atau tas belanja sendiri. Yang mana ini adalah poin yang bagus untuk mengajarkan si Kecil agar bijak menggunakan plastik.

 

Mums pun bisa memberikan pemahaman kepadanya dengan berbelanja di pasar tradisional, menjadi bentuk kontribusi untuk membantu lingkungan karena tanah semakin subur jika ditanami oleh beragam buah dan sayur yang dijual di pasar.

 

 2. Mengetahui Bedanya Makanan Alami dan Makanan Diproses

Hampir semua anak-anak menyukai sosis, nugget, dan jenis makanan yang sudah diproses. Namun, belum tentu mereka mengetahui dari mana makanan itu berasal. Dengan “turun langsung” ke pasar tradisional, Mums bisa menceritakan bahwa makanan-makanan siap saji yang ia nikmati di rumah atau restoran awalnya berasal dari pasar.

 

Lalu, ceritakan kepadanya bahwa untuk tumbuh sehat, si Kecil juga perlu makan makanan alami yang sarat gizi, seperti sayuran hijau, buah, biji-bijian, dan protein hewani yang pilihannya sungguh banyak di pasar.

 

Luar biasa sekali kan, Mums, manfaat yang bisa dipetik dari mengajak si Kecil berbelanja ke pasar tradisional? Akhir pekan ini, layak untuk dicoba, nih! (AS)

 

Baca juga: Makin Diminati Orang Tua Milenial, Bagaimana Konsep Organic Parenting?

 

 

Sumber

One on One Children. Picky Eater Tip.

Richmond Moms. Take Kids to Farmers Market.

Angeli Bebe. What Children Learn in Farmer’s Market.

 

 

Tinggalkan komentar