Manfaat Saffron untuk Ibu Hamil


Manfaat bumbu dapur dan rempah untuk menjaga kesehatan tubuh memang bukan hal baru, terutama di Indonesia. Kali ini, mari mengulik manfaat saffron untuk ibu hamil. Rempah dengan warna, bau, dan rasa yang khas ini, memiliki banyak keunikan dan keunggulan. Dan, benar tidak sih juga bisa membuat kulit bayi berwarna lebih cerah?

 

Sejarah di Balik Manfaat Saffron untuk Ibu Hamil

Saffron merupakan jenis rempah yang berasal dari bunga Crocus sativa, yang biasa dikenal crocus saffron atau kuma-kuma. Penampilan bunga saffron terbilang mencolok karena berwarna merah tua.

 

Bunga saffron memiliki tiga kepala putik (stigma). Bagian tangkai putik yang menghubungkan stigma dengan bagian bunga paling dalam inilah yang diambil dan biasa dipakai. Setelah tangkai putik saffron dipetik, akan dikeringkan untuk digunakan sebagai bumbu masakan maupun pewarna makanan alami.

 

Dalam satu bunga, umumnya hanya ada 3 tangkai putik berukuran panjang 1-3 cm. Dengan kata lain, butuh sekitar 750 ribu bunga untuk menghasilkan kurang lebih 450 gr rempah saffron. Tekstur stigma yang sangat lembut juga membuat proses pemetikan dan pengeringan saffron membutuhkan keahlian khusus. Tak heran harga jual saffron bagaikan emas, yaitu dibanderol dengan harga sekitar Rp 7-70 juta.

Ya, reputasi saffron sebagai rempah termahal di dunia tak terelakkan hingga kini. Harganya yang tinggi bukan rekaan semata karena cara pengembangbiakan saffron sangat rumit. Perlu Mums ketahui, saffron hanya dapat tumbuh dengan baik di negara bermusim cerah dan terairi dengan baik, di atas tanah yang subur, serta di negara-negara tertentu, seperti Iran, Spanyol, India, Yunani, Maroko, Italia, dan Azerbaijan. Belum lagi, bunga saffron hanya mekar selama seminggu per tahun. Awalnya, saffron banyak diyakini berasal dari Iran, tetapi kini saffron asal Spanyol pun menjadi primadona dan banyak dicari.

 

Tidak hanya pengembangbiakan saffron yang cukup rumit, manfaat dari rempah-rempah ini juga menjadi penentu mengapa harganya bisa sangat mahal. Berbagai penelitian ilmiah menemukan bahwa saffron mampu meredakan stres, membantu pengobatan kanker dengan cara membuat sel kanker lebih reseptif terhadap kemoterapi, mengurangi gejala pre-menstruasi, membantu mengurangi nafsu makan untuk proses penurunan berat badan, menurunkan gula darah, dan masih banyak lagi. 

 

Baca juga: Waspada Anemia pada Ibu Hamil!

 

Manfaat Saffron untuk Ibu Hamil 

Dari sekian banyaknya manfaat saffron untuk kesehatan, bagaimana dengan manfaat saffron untuk ibu hamil? Amankah untuk janin? Jawabannya aman. Namun dengan catatan, saffron hanya dikonsumsi dalam jumlah sangat kecil, yaitu tidak boleh lebih dari 20-30 mg atau cukup sejumput saja. Pasalnya, menurut Drug Information Database, saffron yang dikonsumsi dalam jumlah besar dapat memicu kontraksi rahim, trombositopenia (penurunan jumlah sel darah merah), perdarahan, hingga keguguran.

 

Saran lain yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya mengonsumsi saffron selama hamil ketika sudah memasuki trimester kedua, terutama setelah bulan kelima, karena perkembangan janin sudah mulai stabil dan masa kritis kehamilan telah berakhir.

 

Melanjutkan tentang manfaat saffron untuk ibu hamil, dirangkum dari beberapa referensi, rempah-rempah yang satu ini memberikan manfaat khusus untuk bumil, seperti:

 

  1. Melancarkan pencernaan

Fungsi astringent alami yang terkandung dalam saffron mampu membantu membersihkan saluran pencernaan, memperbaiki aliran darah, meningkatkan selera makan, dan mendukung sistem pencernaan yang sehat.

 

  1. Mengendalikan tekanan darah

Komponen kimiawi dalam saffron, yaitu crocin dan safranal, mampu mengendalikan kenaikan tekanan darah yang umum terjadi selama kehamilan. Dengan begitu, Mums pun terhindar dari komplikasi hipertensi saat hamil yang sangat berbahaya, yakni pre-eklampsia dan eklampsia.

 

  1. Meredakan nyeri dan kram

Otot dan tulang Mums akan meregang selama kehamilan untuk mendukung perkembangan janin. Inilah yang akhirnya menimbulkan rasa nyeri dan kram di sendi serta area perut, salah satu keluhan selama hamil yang tidak bisa dihindari. Nah, di dalam saffron terkandung antispasmodik dan antiperadangan yang membantu meredakan ketidaknyamanan ini, Mums!

 

  1. Mengatasi masalah tidur

Gangguan tidur selama masa kehamilan memang menjadi masalah umum, khususnya di trimester ketiga ketika perut sudah cukup besar. Penyebabnya tentu saja hormon yang tidak stabil, ruang gerak yang terbatas, serta kandung kemih yang tertekan akibat tubuh janin yang semakin besar. Kandungan sedatif dan hipnotis yang terkandung di dalam saffron ternyata dapat membantu mengatasi masalah tidur.

 

  1. Memperbaiki mood

Fluktuasi suasana hati selama kehamilan bisa disebabkan oleh kelelahan fisik, perubahan metabolisme, serta kenaikan hormon estrogen dan progesteron. Perubahan yang signifikan ini jelas akan memengaruhi neurotransmitter di otak, yang mana ikut mengatur mood. Salah satu manfaat saffron untuk ibu hamil adalah mengatasi masalah ini, berkat kandungan antidepresannya. Selain itu, juga mampu memperbaiki mood, lho.

 

  1. Menjaga kesehatan jantung

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Iran, kandungan antioksidan dan antiperadangan alami di dalam saffron ikut berperan untuk mengendalikan kadar kolesterol tetap normal, serta menjaga kesehatan arteri dan pembuluh darah.

 

Perlu diingat, manfaat saffron untuk ibu hamil yang disebutkan di atas bisa didapatkan dengan mengonsumsi saffron dalam bentuk rempah asli, bukan dalam bentuk ekstrak saffron yang berisiko melebihi aturan pakai.

 

Baca juga: Pasangan Ikut Ngidam Saat Hamil, Wajarkah?

 

Apakah Juga Bisa untuk Mencerahkan Kulit Bayi?

Beredar isu bahwa saffron dapat mencerahkan kulit bayi saat dilahirkan jika dikonsumsi oleh ibu selama hamil. Benarkah? Memang, saffron telah digunakan sejak ratusan tahun lalu dan menjadi salah satu bahan alami untuk perawatan kecantikan para anggota kerajaan.

 

Bahkan, kabarnya Cleopatra sering berendam di dalam larutan air saffron untuk menjaga kecantikan kulitnya. Dermatalogis dari Delhi, India, Dr. Shafali Gupta, pun turut membenarkan tentang kehebatan saffron untuk mencerahkan kulit. 

 

“Memang benar bahwa pemakaian rutin saffron dapat memperbaiki rona kulit dan mencerahkan kulit. Ini juga bisa memberikan efek wajah yang bersinar dan terlihat sehat,” jelas Gupta. Untuk keperluan perawatan kulit, larutkan beberapa sendok saffron ke dalam segelas susu lalu diamkan sekitar 1 jam. Kemudian, aplikasikan ke wajah sebagai masker selama 15-20 menit.

 

Lalu, bisakah efek kecantikan ini didapatkan oleh janin jika ibu hamil mencampurkan saffron ke dalam minuman dan mengonsumsinya secara rutin? Jawabannya tidak. Pasalnya, efek mencerahkan ini hanya efektif jika saffron diaplikasikan secara topikal atau dioleskan di atas permukaan kulit. Sementara jika saffron dikonsumsi secara oral, akan lebih berefek pada kesehatan tubuh secara menyeluruh.

 

Walau begitu, perlu diingat bahwa pemakaian saffron secara rutin tidak akan pernah bisa mengubah warna kulit. Karena seperti yang sudah kita ketahui bersama, pigmentasi kulit seseorang adalah hasil dari genetik dan ras. Bahkan, tidak ada satu pun suplemen yang bisa memengaruhi atau mengubah warna alami kulit.

 

Baca juga: Waspadai Bahan Berbahaya untuk Wanita Hamil pada Produk Kecantikan

 

 

Sumber

Momjunction. Saffron During Pregnancy

Health Benefits Times. Saffron

Tinggalkan komentar