Mata Panda karena Allergic Shiners


Geng Sehat pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah “mata panda”. Disebut demikian karena diibaratkan seperti mata panda, yakni ada lingkaran hitam di sekeliling atau bawah mata. Lingkaran hitam di mata sering dihubungkan dengan kondisi kurang tidur, padahal tidak selalu demikian, Gengs. Ada kondisi yang disebut allergic shiners yang memiliki penampakan serupa.

 

Istilah allergic shiners diciptakan oleh Marks pada tahun 1954. Ia mengamati bahwa bayangan gelap di kedua mata banyak ditemukan pada anak-anak dengan rinitis alergi. Pada tahun 1963, ia menyatakan bahwa allergic shiners dapat ditemukan pada penderita rinitis alergi. Allergic shiners disebut juga sebagai facies alergi atau kongesti vena periorbital. Tandanya berupa lingkaran hitam di bawah mata dan menyerupai memar atau “mata hitam.”

 

Allergic shiners disebabkan oleh pengumpulan darah atau cairan di bawah mata karena pembengkakan jaringan di rongga hidung. Tanda ini juga dikaitkan dengan rinitis alergi dan sinusitis. Beberapa orang mungkin mewarisi gen dari orang tua mereka yang menyebabkan kulit di bawah mata tampak lebih gelap.  

 

Ada beberapa tanda yang dapat dilihat yang menunjukkan allergic shiners, antara lain:

  • Tampak pigmentasi kulit di bawah mata.
  • Warna biru atau ungu di bawah mata seperti memar.
  • Dapat disertai gejala alergi lainnya, seperti mata berair, merah, atau gatal, bersin, hidung tersumbat, hidung berair, serta sinusitis.

 

Allergic Shiners dan Rinitis Alergi

Hidung tersumbat adalah gejala umum dari rinitis alergi. Ketika hidung tersumbat, ada peningkatan tekanan di hidung. Tekanan ini mengganggu aliran darah yang berada pada bagian wajah.

 

Darah pun berkumpul di pembuluh darah dan kapiler di bawah mata, sehingga membuat area kulit di sekitar mata menjadi gelap seperti mata panda. Beberapa cairan dari dalam pembuluh darah kemudian perlahan-lahan meresap ke dalam jaringan di bawah mata, sehingga terjadi pembengkakan.

 

Allergic Shiners dan Sinusitis

Pada sinusitis terjadi pembengkakan di rongga sinus, yang menyebabkan aliran darah di pembuluh darah kecil (vena) menjadi terhambat. Akibatnya, terjadi pembendungan darah (kongesti) pada vena kecil di bawah mata. Pembuluh darah yang membengkak ini membesar dan menggelap, lalu menciptakan lingkaran hitam yaitu allergic shiners.

 

Allergic Shiners dan Alergen

Allergic shiners juga dipicu oleh alergen. Alergen adalah senyawa yang dapat menginduksi immunoglobulin E (IgE), yang kemudian menimbulkan reaksi alergi. Alergen dapat berasal dari debu, serbuk sari, parfum, bulu hewan, tungau, serta makanan tertentu, seperti seafood, susu, dan lainnya.

 

Mempunyai lingkaran hitam di bawah mata sering kali membuat seseorang seperti terlihat lelah dan tidak sehat. Allergic shiners sebenarnya sudah bisa terlihat sejak kanak-kanak. Jika tidak diobati, saat dewasa akan muncul area gelap secara lebih signifikan di antara hidung dan di bawah mata.

 

 

 

Adakah Cara yang Tepat untuk Menangani Allergic Shiners?

Geng Sehat sudah mengetahui penyebab dari allergic shiners, yaitu alergi. Jadi, penanganan dari masalah ini tentu saja dengan mengendalikan alergi. Cara ideal mengendalikan alergi adalah mengenal alergi dan sebisa mungkin menghindari alergen yang dapat memicu timbulnya alergi. Penting juga untuk meningkatkan sistem imun tubuh dengan pola hidup sehat.  

 

Jika diperlukan, bisa menggunakan obat-obatan golongan antihistamin, seperti difenhidramin, cetirizin, dan ioratadin. Antihistamin berfungsi mengurangi gejala alergi. Obat-obatan golongan dekongestan dan spray hidung juga dapat berfungsi mengurangi pembengkakan di hidung dan sinus, sehingga drainase lendir dan aliran darah di daerah mata meningkat. Selain itu, imunoterapi bisa menjadi alternatif bila cara-cara di atas tidak berhasil ataupun penderita memiliki alergi berat.

 

Nah, Geng Sehat sudah mengenal salah satu penyebab lingkaran hitam di mata. Kenali gejalanya dan lakukan tindakan yang tepat jika mendeteksi allergic shiners! (AS)

 

Referensi

1.   Chen, et al. Quantitative assessment of allergic shiners in children with allergic rhinitis. J Allergy Clin Immunol. 2009. p.665-671.

2.    Leonard  J. What are allergic shiners? Medical News Today. 2017

3.    Cafasso Jacquelyn. What are Allergic Shiners.  

Tinggalkan komentar