Melindungi Kulit dari Cahaya Matahari


Tahukah Kamu berdiri di bawah cahaya matahari selama kurang dari 15 menit saja dapat meningkatkan risiko kanker kulit? Cahaya matahari yang kita rasakan setiap hari memiliki banyak kegunaan yang menunjang kehidupan, seperti berperan dalam fotosintesis tumbuhan, membantu pembentukan vitamin D di tulang, dan lain sebagainya. Namun, sinar matahari ternyata juga memiliki sisi negatif.

 

Matahari memancarkan berbagai jenis energi, seperti cahaya matahari visibel yang terlihat oleh mata, radiasi inframerah yang kita rasakan dalam bentuk panas, dan radiasi ultraviolet (UV) yang tidak bisa kita lihat atau rasakan.

 

Radiasi UV memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dan energi yang lebih tinggi dibanding cahaya visibel. Peneliti mengklasifikasikan radiasi UV menjadi 3 jenis, yaitu UVA, UVB, dan UVC. Semua jenis dari radiasi UV ini memiliki potensi untuk merusak kulit kita, lho! Yuk, kita ulas bersama!

  • UVA: Panjang gelombang 320-400 nm dan tidak terserap oleh lapisan ozon. Radiasi sinar UVA menyebabkan penuaan kulit dan munculnya keriput di wajah
  • UVB: Panjang gelombang 290-320 nm dan kebanyakan diserap oleh lapisan ozon, akan tetapi bisa sampai ke permukaan bumi. Radiasi UVB merupakan penyebab utama sunburn dan berhubungan erat dengan risiko kanker kulit karena sifatnya yang merusak susunan genetik kulit.
  • UVC: Panjang gelombang 100-290 nm dan tidak sampai di permukaan bumi.

 

Baca juga: Mengenal Antraks, Penyakit yang Menyerang Warga Gunung Kidul

 

Radiasi UVA dan UVB sampai di permukaan bumi dan berkontribusi dalam menyebabkan berbagai jenis penyakit, mayoritas berhubungan dengan kulit, dari penyakit sederhana seperti sunburn hingga kanker.

 

Banyak cara untuk mencegah paparan radiasi UV masuk ke tubuh, salah satunya yang paling populer adalah menggunakan sunscreen atau krim tabir surya. Sunscreen atau krim tabir surya adalah produk perawatan yang diaplikasikan ke kulit untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.

 

Sunscreen dapat berbentuk losion, krim, gel, spray, dan lip balm. Setiap sunscreen umumnya dilengkapi dengan informasi nilai SPF dan PA. Hampir semua sunscreen mencantumkan SPF dan PA di kemasannya. Bahkan, kosmetik seperti BB cream, foundation dan face powder pun banyak yang sudah dilengkapi dengan SPF dan PA.

 

Baca juga: Mencuci Tangan dengan Sabun Cuci Piring, Boleh atau Tidak?

 

 

Apa sih SPF dan PA itu?

Sun Protection Factor (SPF) diartikan sebagai nilai atau level proteksi sunscreen terhadap sinar UVB, yang menjadi penyebab utama sunburn dan kanker kulit. Semakin tinggi nilai SPF, maka semakin lama kita dapat berada di ruang terbuka. Sunscreen dengan nilai SPF di bawah 15 dapat mencegah sunburn, sedangkan SPF di atas 15 dapat melindungi dari risiko kanker kulit dan kulit mengalami penuaan dini.

 

Banyak orang berasumsi semakin tinggi nilai SPF suatu produk, maka lebih besar perlindungan yang diberikan terhadap kulit. Walaupun tidak seutuhnya salah, cara menginterpretasi nilai SPF sedikit berbeda.

 

Misalnya saja, SPF 15 diartikan dapat memberikan perlindungan terhadap 93% dari sinar UVB. Sedangkan SPF 30 menyaring kira-kira 97%, SPF 50 menyaring kira-kira 98%, dan SPF 100 menyaring hampir 99% sinar UV yang masuk. Padahal semakin tinggi nilai SPF, proteksi yang diberikan tidak akan terlalu signifikan dibanding nilai SPF yang lebih kecil.

 

Baca juga: Kelainan Kulit pada Kehamilan

 

Penggunaan sunscreen haruslah sesuai dengan ketentuan, yaitu kurang lebih 1 mm untuk mendapatkan perlindungan maksimal dari sinar UV. Selain itu, pengaplikasian ulang selama kurang lebih 2 jam juga sangat diperlukan untuk memastikan tubuh tetap terlindungi dari sinar matahari.

 

Selain SPF, salah satu yang sering ditemukan pada label kemasan sunscreen adalah symbol PA +. Protection Grade of UVA/PA adalah salah satu metode yang dikembangkan oleh ilmuwan Jepang, untuk menentukan perlindungan terhadap sinar UVA.

 

Walaupun paparan UVA tidak dapat terlihat langsung efeknya, sinar UVA juga cukup berbahaya apabila terus-menerus masuk ke dalam kulit. Sinar UVA dapat terakumulasi dalam kulit membentuk radikal bebas yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

 

PA umum ditemukan dengan tanda + di belakangnya. Tanda + ini berarti tingkat perlindungan yang ditawarkan. Semakin banyak tanda +, maka semakin luas juga perlindungan terhadap sinar UVA.

 

Selain tindakan preventif dengan sunscreen, ada beberapa cara sederhana juga lho yang bisa Geng Sehat terapkan, contohnya:

  1. Hindari terkena paparan langsung cahaya matahari pada siang hari, terutama pukul 11.00-15.00. Pada waktu-waktu tersebut, index UV sedang berada di puncaknya.
  2. Sebisa mungkin hindari terpapar langsung cahaya matahari dan selalu gunakan pakaian yang tertutup.
  3. Topi dan kacamata hitam juga berfungsi untuk mengurangi dampak radiasi sinar UV.
  4. Selalu gunakan sunscreen saat akan bepergian dan jangan lupa mengaplikasikannya kembali setiap 2 jam untuk tetap terlindungi, ya! (AS)

 

Baca juga: Perawatan Kulit saat Hamil yang Aman Dilakukan

 

 

Tinggalkan komentar