Mencegah dan Mengatasi Wasir selama Hamil


Salah satu keluhan yang cukup menganggu saya saat hamil adalah wasir atau secara medis disebut hemoroid. Wasir atau hemoroid adalah terjadinya pembengkakan vena (varicose) yang ada di rektum. Vena yang membengkak kadang teraba seperti suatu benjolan. Wasir cukup mengganggu karena sering menyebabkan rasa nyeri.

 

Sebelum hamil, saya memang sudah mengalami wasir. Namun, keluhan nyeri akibat wasir saya rasakan bertambah berat selama kehamilan. Rasanya sungguh tidak nyaman dan aktivitas menjadi terganggu. Terkadang wasir yang saya alami ditandai juga dengan adanya darah saat buang air besar. Tentunya hal ini cukup membuat saya was-was.

 

Sebenarnya, pembengkakan vena yang terjadi disebabkan oleh proses mengejan pada saat buang air besar. Jadi, boleh dikatakan bahwa wasir erat kejadiannya dengan sulit buang air besar, sembelit, atau konstipasi pada saat hamil.

 

Konstipasi saat hamil sendiri cukup umum terjadi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain meningkatnya hormon progesteron selama kehamilan, sehingga massa feses diam lebih lama di usus sebelum menuju anus. Konstipasi selama kehamilan juga disebabkan oleh ukuran rahim yang membesar selama kehamilan, sehingga memperlambat laju pergerakan feses ke anus.

 

Apakah Mums juga mengalami hal ini? Jika iya, yuk simak hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi wasir atau hemoroid selama kehamilan!

 

Mencegah Wasir selama Kehamilan

Seperti sudah disebutkan, wasir terjadi ketika mengejan berlebihan pada saat buang air besar. Oleh sebab itu, harus diusahakan agar buang air besar dapat dilakukan dengan mudah dan tanpa mengejan berlebihan.

 

Caranya dengan mengonsumsi makanan yang tinggi serat, misalnya buah-buahan, sayuran, dan gandum. Buah-buahan yang memiliki kandungan air yang tinggi cocok untuk digunakan dalam mencegah konstipasi, misalnya pepaya dan pir. Sementara itu, gandum sendiri dapat diperoleh dari roti atau sereal. Konsumsi serat yang dianjurkan selama kehamilan adalah sekitar 25 hingga 30 gram per hari.

 

Saat hamil, hampir setiap hari saya mengonsumsi seporsi pepaya. Sehari tanpa konsumsi pepaya rasanya massa feses langsung menjadi keras dan lebih sulit dikeluarkan. Jadi, memang asupan serat sangat penting untuk mencegah konstipasi selama hamil.

 

Selain konsumsi serat, konsumsi cairan juga patut dijaga kecukupannya agar buang air besar tidak keras. Aktivitas fisik juga harus dilakukan secara cukup karena kurang bergerak dapat menyebabkan sulit buang air besar.

 

Baca juga: Waspadai Keluhan-keluhan Buang Air Besar Ini!

 

 

Mengatasi Wasir selama Kehamilan

Jika wasir sudah terjadi, rasanya memang sakit sekali. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit ini. Yang pertama, berendam dalam air hangat tanpa sabun atau wewangian.

 

Yang kedua, menghindari duduk dalam waktu yang terlalu lama. Duduk terlalu lama akan membuat vena yang membengkak menjadi tertekan, hal inilah yang menyebabkan rasa sakit timbul. Selingi kegiatan duduk dengan berjalan-jalan sejenak agar rasa sakit berkurang.

 

Baca juga: Ibu Hamil Rentan Alami Wasir

 

Jika hal-hal tersebut masih belum membantu, Mums dapat menghubungi dokter untuk meminta info mengenai krim atau supositoria yang aman digunakan untuk mengatasi wasir selama kehamilan. Obat-obatan ini biasanya mengandung zat untuk mengurangi rasa sakit, membantu mengempeskan vena yang membengkak, serta mengurangi perdarahan yang terjadi.

 

Saya sendiri pernah beberapa kali ‘terpaksa’ menggunakan obat wasir dalam bentuk krim. Tentunya, itu dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter yang menangani kehamilan saya. Obat saya butuhkan untuk mengurangi rasa sakit yang tidak tertahankan dan mengentikan perdarahan di daerah yang terkena wasir.

 

Mums, itu dia hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi wasir alias hemoroid selama kehamilan. Wasir atau hemoroid terjadi dipicu oleh konstipasi. Untuk mencegah wasir, pastikan buang air besar dapat berlangsung tanpa perlu mengejan terlalu kencang. Jaga asupan serat dan cairan, serta cukup beraktivitas. Dengan begitu,Mums pun terhindar dari konstipasi yang dapat menyebabkan wasir. Salam sehat! (AS)

 

Baca juga: Agar Terhindar dari Wasir, Ibu Hamil Bisa Konsumsi Makanan Ini

Tinggalkan komentar