Menjadi Vegetarian Lebih Sehat Daripada Omnivora


Gaya hidup vegetarian kini sudah bukan hal yang aneh lagi. Mulai dari kalangan biasa, praktisi kesehatan, hingga selebriti pasti ada yang melakoninya. Bahkan, mungkin sudah banyak teman Geng Sehat yang menjadi vegetarian dan mengajak untuk ikutan. Alasan mereka sih, menjadi vegetarian lebih sehat daripada menjadi omnivora. Namun, benarkan demikian? Bukankah manusia ditakdirkan untuk menjadi pemakan segala?

 

Sekilas tentang Vegetarian

Sebenarnya, ada 2 jenis gaya hidup vegetarian, yaitu lacto-ovo dan strict. Yang terakhir ini juga dikenal dengan gaya hidup vegan. Mereka hanya makan sayur dan buah, serta tidak makan daging hewan apa pun sama sekali.

 

Beberapa menu yang dimakan penganut lacto-ovo vegetarian termasuk biji-bijian, kacang-kacangan, hingga kedelai selain sayur dan buah. Namun, mereka masih mengonsumsi produk sampingan hewan, seperti susu, keju, yoghurt, hingga telur. Intinya, selama hewannya tidak perlu sampai mati, mereka tidak masalah mengonsumsi menu tersebut.

 

Baca juga: Ingin Menjadi Vegetarian? Inilah 7 Produk Nabati Pengganti Daging!

 

Gaya hidup vegan dianggap versi ekstrem dari gaya hidup vegetarian. Tidak hanya enggan makan daging, mereka juga menolak produk sampingan hewan.

 

Alasannya, produk seperti susu, keju, dan yoghurt prosesnya pasti juga membuat hewan tidak nyaman. Bahkan, ada yang beranggapan bahwa mengonsumsi telur sama saja mengancam kelangsungan hidup hewan tersebut.

 

Mengingat beginilah pilihan hidup vegan, mereka harus ekstra hati-hati dalam memilih makanan dan minuman. Misalnya, makanan non-daging yang menggunakan bumbu kaldu ayam pun tidak akan mereka sentuh. Banyak yang akhirnya memilih untuk berbelanja dan memasak sendiri demi mendukung pilihan menu makan mereka.

 

Para vegetarian juga menolak memakai produk-produk dari bahan hewan, seperti jaket kulit, sepatu kulit, hingga tas kulit. Terlepas dari berbagai kerepotan yang rela mereka lalui, Katherine Tallmadge, RD, MD., berpendapat bahwa gaya hidup vegetarian jauh lebih sehat daripada menjadi omnivora.

 

Baca juga: Vegetarian dan Vegan, Apa Bedanya Ya?

 

Manfaat Kesehatan dari Gaya Hidup Vegetarian

Menurut laporan dari Academy of Nutrition and Dietetics, diet vegetarian berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung iskemik. Mereka yang menganut gaya hidup ini punya kadar kolesterol lipoprotein dan tekanan darah yang lebih rendah daripada mereka yang suka makan daging.

 

Indeks Massa Tubuh (IMT) para vegetarian juga lebih rendah. Mereka pun punya risiko lebih rendah terkena kanker dan penyakit kronis lainnya. Namun meskipun tidak memakan daging, bagaimana bila menu vegetarian mereka selalu dimasak dengan cara digoreng? Masih termasuk sehat tidak, ya?

 

Baca juga: 7 Seleb Hollywood Ini Ternyata Seorang Vegan dan Vegetarian!

 

Salah Kaprah tentang Vegetarian

Masih banyak orang awam yang menyamakan menjadi vegetarian dengan menurunkan berat badan. Eits, ini bukan program diet, lho. Ada beberapa pelaku vegetarian yang ternyata merasa kurang mendapatkan asupan protein yang sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka.

 

Akibatnya, mereka memutuskan untuk menjadi pescatorian. Meskipun masih tidak makan daging, mereka makan ikan sebagai protein hewani selain produk sampingan hewan macam susu, telur, dan keju.

 

Yang pasti, vegetarian harus tetap mendapatkan nutrisi yang cukup, seperti protein, asam lemak, zat besi, seng, yodium, kalsium, vitamin D, dan vitamin B12. Protein adalah yang terpenting karena dapat membangun massa otot, fungsi amino, hingga melawan penyakit dan mendukung pemulihan tubuh.

 

Masih menurut Tallmadge, jika Kamu seorang vegan, Kamu wajib mengonsumsi kedelai yang proteinnya selengkap protein hewani. Kamu juga bisa mencampur kacang dengan biji-bijian.

 

Baca juga: 4 Kesalahan yang Sering Dilakukan Vegetarian

 

3 Tips Menjadi Vegetarian

Ingin jadi vegetarian? Ini dia 3 tipsnya:

  1. Banyak riset seputar manfaat diet vegetarian. Ikuti dengan benar dan jangan asal mengganti daging dengan produk olahan vegetarian, terutama yang masih kaya akan lemak tak jenuh.
  2. Baik menjadi vegetarian lacto-ovo maupun vegan, bacalah tentang aturannya dan berdiskusi dengan ahlinya. Meskipun teman Kamu yang vegetarian sudah rajin berpromosi mengenai betapa sehatnya gaya hidup ini, lebih aman tanya langsung kepada ahlinya.
  3. Jika ingin sekalian menurunkan berat badan, cek kadar konsumsi kacang-kacangan. Satu ons kacang mengandung sekitar 180 kalori dan 5 gr protein. Per menu, Kamu bisa makan sekitar 20 hingga 30 gr protein untuk mendapatkan ribuan kalori. Berhubung kacang juga tinggi lemak dan kalori, variasikan dengan sumber protein lain.

Sudah siap jadi vegetarian, Gengs?

 

 

Sumber

Kompas.com: Lebih Sehat Mana, Vegetarian atau Pemakan Segala?

Healthline: Vegetarian Diets May Be Even Better for Us Than We Thought

WebMD: Is It Better to Be a Vegetarian?

Tinggalkan komentar