Menyusui Menurunkan Risiko Diabetes – Guesehat


 

Kebaikan menyusui dan ASI sudah tidak diragukan lagi. Meskipun begitu, penelitian terus dilakukan untuk semakin menguatkan bukti-bukti baru tentang manfaat ASI. Salah satunya penelitian terbaru yang menemukan bahwa menyusui menurunkan risiko diabetes hingga 30%.

 

Penelitian dilakukan di Amerika Serikat dengan menganalisa 4 penelitian tentang kaitan laktasi dan diabetes. Total ada 206.000 wanita yang terlibat dalam penelitian tentang laktasi dan diabetes, dan 5 penelitian lainnya pada 225.000 wanita tentang manfaat menyusui pada hipertensi.

 

Baca juga: Penderita Diabetes Ini Sehat Meski Tak Minum Obat, Apa Kiatnya?

 

Menyusui Menurunkan Risiko Diabetes

Penelitian tentang hubungan antara laktasi dengan diabetes menunjukkan, terjadi penurunan diabetes melitus tipe 2 pada ibu yang menyusui selama 12 bulan atau lebih. Sebagai pembanding adalah wanita yang menyusui kurang dari 12 bulan di mana tidak terjadi risiko diabetes yang signifikan.

 

Menurut penelitian yang sudah dipublikasikan di jurnal JAMA Network Open, selain diabetes, ibu yang menyusui bayinya selama satu tahun atau lebih juga mengalami penurunan risiko hipertensi sebesar 13%. 

 

Penjelasan dari peneliti adalah, proses menyusui akan membakar sekitar 500 kalori yang kemudian dikonsumsi oleh bayi. Keluaran kalori saat menyusui ini dapat membantu ibu memulihkan metabolisme, sama seperti sebelum hamil.

 

Dr Haitham Ahmed, peneliti senior yang juga ahli kardiologi di Advantage Care Physicians di Brooklyn, New York, mengatakan, kehamilan mengubah proses metabolisme yang kurang menguntungkan bagi wanita. Dengan menyusui, proses metabolisme dikembalikan seperti semula. 

 

“Jadi para wanita dianjurkan untuk memberikan ASI minimal sampai 1 tahun, karena ini bisa menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan kesehatan jantung dan metabolisme jangka panjang seorang ibu baru,” jelas Ahmed.

 

Baca juga: Manfaat ASI Eksklusif untuk Mums dan si Kecil

 

Menyusui Turunkan Obesitas Anak

WHO dan banyak organisasi kedokteran profesional menganjurkan pemberian ASI eksklusif untuk setidaknya enam bulan pertama kehidupan bayi. Badan Kesehatan Dunia ini  memberikan pernyataan bahwa menyusui juga dapat menurunkan risiko kematian bayi akibat penyakit menular dalam dua tahun pertama kehidupannya.

 

Sejumlah bukti menunjukkan bahwa menyusui juga dapat berperan dalam memprogram risiko penyakit tidak menular di kemudian hari, termasuk perlindungan terhadap kelebihan berat badan dan obesitas di masa kanak-kanak. 

 

Obesitas ini sangat berkaitan dengan diabetes di usia dewasa. Dengan kata lain, selain menurunkan diabetes pada ibunya, menyusui juga bisa mencegah diabetes saat dewasa pada anak yang mendapatkan ASI..

 

Penjelasannya, menyusui secara eksklusif mencegah praktik pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat. Penelitian menemukan bahwa asupan protein dan total energi, serta jumlah energi yang dimetabolisme, lebih tinggi pada bayi yang diberi susu formula dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI.

 

Kelebihan total energi ini berkaitan dengan peningkatan berat badan selama periode neonatal. Sedangkan kelebihan protein di awal kehidupan berkaitan dengan kenaikan berat badan dan obesitas di kemudian hari.

 

Perbedaan juga terlihat dalam pelepasan insulin dan hormon-hormon lainnya yang dikeluarkan pankreas dan usus, antara bayi yang diberi ASI dan susu formula. Bayi yang diberi susu formula memiliki kadar insulin plasma yang lebih tinggi. Hal ini akan menstimulasi penumpukan lemak dan menjadi awal perkembangan sel-sel adiposit, yakni sel-sel yang menyimpan lemak.

 

ASI sendiri mengandung hormon dan faktor biologis lainnya yang akan mengatur asupan makanan dan keseimbangan energi. Dengan ASI, energi yang masuk dan keluar dijaga agar stabil. Bayi pun terhindar dari kelebihan berat badan dan penyakit kronis di kemudian hari, termasuk diabetes.

 

Baca juga: Saat Produksi ASI Kurang, Ini yang Bisa Dilakukan!

 

 

Referensi:

Diabetes.co.uk. Could breastfeeding reduce the risk of type 2 diabetes. 

WHO.int. Breastfeeding childhood obesity.

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar