Metode KB untuk Perencanaan Kehamilan


Ada banyak jenis strategi KB (keluarga berencana) yang dapat digunakan. Ada yang berupa alat, obat-obatan, KB alami, hingga prosedur pembedahan. Tujuannya tentu saja untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

 

Banyak pasangan yang memang menginginkan anak, tetapiharus dengan rencana yang matang. Hal ini berkaitan dengan alasan ekonomi, fisik, hingga kesiapan mental. Karena itulah, berbagai macam alat KB dibutuhkan.

 

11 Metode KB untuk Perencanaan Kehamilan

Tidak ada yang salah dengan merencanakan kehamilan. Memberi jarak aman antar kelahiran berarti memberi tubuh waktu untuk istirahat dan memulihkan diri. Pastikan Mums dan pasangan sama-sama sepakat dengan rencana ini. Masih bingung memilih alat KB yang tepat? Ada 11 metode KB di bawah ini yang dapat jadi pertimbangan Mums dan pasangan.

 

  1. KB Permanen (Permanent Birth Control)

Prosedurnya akan membuat pria tetap bisa memproduksi sperma, tetapi tidak akan menyebabkan kehamilan pada wanita. Prosedur ini dikenal dengan nama vasektomi. Untuk wanita, prosedurnya adalah tubektomi, yaitu mengikat jalur rahim agar sperma tidak sampai ke indung telur.

 

Pertimbangkan pilihan ini matang-matang bila memang tidak ingin mempunyai keturunan. Ada juga pasangan yang memilih cara ini setelah merasa jumlah anak mereka sudah cukup banyak.

 

Baca juga: Kampanye KB dan Bahaya HIV, Akankah Dibatasi?

 

  1. IUD / Intrauterine Device (Baik Hormonal Maupun Non-hormonal)

Alat ini berbentuk seperti huruf ‘t’. IUD diletakkan di dalam rahim oleh penyedia layanan kesehatan untuk mencegah kehamilan dan efektif hingga 99%. Rata-rata hanya 1dari 100 wanita di dunia yang akan hamil setiap tahun bila menggunakan IUD.

 

IUD ada 2 jenis, yaitu hormonal dan non-hormonal. Yang hormonal terbuat dari plastik, sementara yang non-hormonal dari bahan tembaga. IUD efektif mencegah sperma membuahi sel telur dan bisa bertahan lama dari 3 hingga 10 tahun, sesuai jenis yang dipilih.

 

  1. Suntikan (Hormonal)

Suntikan berupa hormon progestin di lengan atau pinggul dapat bertahan selama 3 bulan dan mencegah kehamilan sebesar 99%. Suntikan ini juga disebut dengan Depo-Provera. Fungsinya menahan ovarium untuk melepaskan sel telur dan mengentalkan lendir pada serviks. Bila lendir serviks kental, sperma akan kesulitan memasuki indung telur.

 

 

  1. Implan (Hormonal)

Implan ini berbentuk batang kecil, yang ditempatkan pada bawah kulit lengan atas dan dapat bertahan selama 3 tahun. Menurut hasil penelitian sejauh ini, implan dapat mencegah kehamilan sebesar 99%. Implan ini melepaskan hormon progestin, sehingga indung telur tidak bisa melepaskan sel telur. Sama seperti suntikan hormonal, implan juga mengentalkan lendir serviks, sehingga sperma tidak bisa memasuki indung telur.

 

Baca juga: Berhubungan saat Haid Apakah Bisa Hamil?

 

  1. The Vaginal Ring (Hormonal)

Sesuai namanya, alat KB ini berbentuk seperti cincin dan fleksibel. Cincin ini dimasukkan ke dalam vagina setiap bulan selama 3 minggu (disesuaikan dengan siklus ovulasi wanita.) Cincin ini juga dapat mencegah kehamilan sebanyak 99%.

 

Cincin vagina melepaskan hormon untuk menghentikan indung telur melepaskan sel telur. Cincin ini juga mengentalkan lendir serviks, sehingga sperma tidak akan masuk ke dalam indung telur.

 

  1. The Patch (Hormonal)

Seperti stiker, alat KB ini ditempelkan pada kulit setiap minggu (kecuali di bagian payudara). Bila menggunakannya sesuai dengan petunjuk, patch berhasil mencegah kehamilan hingga 99%. Alat ini melepaskan hormon untuk menghentikan ovarium melepaskan sel telur dan mengentalkan lendir serviks.

 

  1. Pil (Hormonal)

Pil KB adalah yang paling sering dipakai dan mudah diakses. Pil juga mudah dikonsumsi dengan hasil yang efektif. Cukup konsumsi setiap hari dan hormon progestin yang terkandung di dalamnya efektif mencegah kehamilan. Pil KB juga punya 2 fungsi tambahan lain, yaitu mengurangi kram dan pendarahan saat menstruasi.

 

Baca juga: Lebih Banyak Wanita Pemakai Pil KB Alami Depresi

 

  1. Kondom

Kondom tersedia dalam 2 bahan, lateks dan poliuretan. Digunakan untuk membungkus alat kelamin pria, kondom dapat mencegah kehamilan sebanyak 98%. Tentu saja, ini baru efektif bila pemakaiannya tepat serta sesuai ukuran agar tidak mudah selip atau bocor.

 

Ada juga kondom untuk wanita, yaitu kondom insertif. Kondom ini dimasukkan ke dalam vagina dan terbukti efektif mencegah kehamilan sebanyak 95%. Sama seperti kondom biasa, kondom ini juga efektif bila cara menggunakannya benar. Kondom juga termasuk alat KB yang mudah diakses karena dapat dibeli bebas di apotek atau supermarket. Kondom juga terbukti dapat mencegah penyakit menular seksual (PMS).

 

  1. Spermisida

Seperti namanya, spermisida adalah bahan kimia yang dibuat untuk membunuh sel sperma. Bentuknya seperti busa dan dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Spermisida dapat mencegah kehamilan hingga 82%.

 

  • Mendeteksi Siklus Bulanan

Inilah alasan jadwal menstruasi sebaiknya selalu dicatat setiap bulan. Dari sini, Mums bisa mengetahui masa paling subur untuk kemungkinan hamil. Cara ini berhasil mencegah kehamilan sebanyak 76%.

 

  • Metode ‘Pull-Out’ Sebelum Ejakulasi

Metode ini juga bisa digunakan bila Mums dan Dads tidak mau memakai alat KB. Pria akan menarik penis keluar sebelum ejakulasi terjadi. Namun, cara ini hanya berhasil mencegah kehamilan sebesar 73%. Terlambat sedikit saja, wanita tetap bisa hamil.

 

Inilah 11 ragam alat dan strategi KB untuk perencanaan kehamilan bersama pasangan. Sebenarnya, apa pun yang dipilih, diskusikan dengan dokter terlebih dahulu. Pastikan juga Mums dan pasangan sama-sama setuju dan nyaman saat menggunakannya. Waspadai juga efek sampingnya, salah satunya alergi. (AS)

 

Baca juga: Cairan Pra Ejakulasi Bisa Menyebabkan Kehamilan Lho!

 

 

Sumber

Planned Parenthood of the Pacific Southwest: 12 TYPES OF BIRTH CONTROL

Medical News Today: What types of birth control are there?

Kompas.com: Kenali Beragam Alat Kontrasepsi, Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Tinggalkan komentar