Nyeri Kepala – Guesehat


 

Hampir semua orang dalam hidupnya pernah merasakan nyeri kepala. Biasanya berbagai cara dilakukan untuk mengobati nyeri kepala, mulai dengan cara memijat, relaksasi, meminum ramuan seperti rebusan jahe merah, kunyit, temulawak, atau minum kopi. Atau terkadang membeli obat bebas seperti parasetamol, aspirin, atau obat herbal lainnya. 

 

Nyeri kepala (cephalgia) bisa timbul akibat adanya peregangan pada otot di daerah kepala, leher belakang atau pada pembuluh darah. Selain itu, nyeri dapat diakibatkan oleh iritasi pada selaput otak, dan struktur lain yang mengandung saraf nyeri, seperti akibat infeksi, tumor,atau trauma.

 

Nyeri kepala dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu nyeri kepala primer dan sekunder. Nyeri kepala primer biasanya bersifat kronis dan berlangsung berbulan-bulanYang termasuk dalam nyeri kepala tipe ini antara lain nyeri kepala tipe tegang, migrain, dan nyeri kepala “cluster”.  Meskipun menyakitkan, namun tiga jenis nyeri kepala ini tidak berbahaya.

 

Kelompok kedua adalah nyeri kepala sekunder, diakibatkan oleh penyakit, gangguan, trauma atau zat/ bahan tertentu, seperti stroke, infeksi otak, tumor otak, trauma kepala.

 

Nyeri kepala tipe sekunder juga bisa diakibatkan dari penggunaan obat  bebas berlebihan, efek samping obat seperti nitrogliserin, sildenafil, zat aditif dalam makanan seperti MSG (micin), kopi, keju, gangguan struktur di sekitar kepala seperti bola mata (glaukoma, kelainan refraksi), sinusitis, kelainan gigi, kelainan saraf (seperti trigeminal neuralgia, post herpes zoster).

 

Baca juga: Tips Mengatasi Sakit Kepala Berat

 

Jenis-jenis Nyeri Kepala Primer

Dr. Hardhi Pranata Sp.S, MARS menjelaskan, nyeri kepala tipe primer paling sering dialami oleh sebagian besar orang. Yuk Geng Sehat kita kenali lebih lanjut tentang nyeri kepala tipe ini.

 

1. Nyeri kepala tipe tegang

Seseorang yang mengalami nyeri kepala tipe ini umumnya merasakan gejala antara lain kepala serasa diikat, tidak berdenyut, tak ada mual, berlangsung beberapa menit bahkan sampai sepanjang hari, berkurang dengan minum obat serta relaksasi.

 

2. Nyeri kepala tipe migren

Migren memiliki gejala berupa nyeri pada satu sisi kepala, berdenyut, terkadang disertai mual, mata berkunang-kunang seperti ada kilatan cahaya, tidak tahan suara berisik. Ada beberapa kondisi yang bisa memacu migrain seperti pada saat haid disebut migren menstrual, atau pada kondisi kelumpuhan salah satu bagian tubuh (hemiplegia).

 

3. Nyeri kepala “cluster”

Ini adalah nyeri kepala yang bagi sebagian penderitanya sangat berat. Saat serangan nyeri kepala datang, dapat berlangsung selama berminggu-minggu terus menerus disertai hidung berair, keluar air mata, dan kelopak mata sembab.

 

Baca juga: 5 Penyebab Sakit Kepala yang Tidak Biasa!

 

 

Cara Mengobati Nyeri Kepala

Penatalaksanaan atau cara mengobati nyeri kepala primer antara lain dengan mengubah gaya hidup seperti tidak terburu waktu, pola pikir positif, diet terhadap makanan atau minuman pemicu nyeri kepala, serta relaksasi.

 

Relaksasi dapat dilakukan dengan pijat (masase), akupunktur, rebusan herbal, atau konsumsi obat herbal yang  tersedia di toko atau apotik. “Salah satu tanaman asli Indonesia yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri kepala tipe primer adalah mahkota dewa,” jelas dr. Hardhi.

 

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) sudah digunakan oleh masyarakat di Indonesia di beberapa generasi untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Melalui berbagai penelitian ilmiah mahkota dewa mempunyai berbagai khasiat di antaranya sebagai anti peradangan, anti bakteri, anti jamur, anti kolesterol, obat kencing manis, anti kanker, anti oksidan, serta melebarkan pembuluh darah.

 

Rasa nyeri sendiri disebabkan oleh 3 (tiga) hal yaitu peradangan (inflamasi), kekurangan suplai darah ke organ (iskemia) dan stress oksidatif akibat radikal bebas. Penelitian ilmiah membuktikan jika mahkota dewa mempunyai efek mengurangi nyeri dan sebagai anti inflamasi melalui mekanisme menghambat COX-2 mRNA sehingga menurunkan prostaglandin E2 yang berakibat proses inflamasi menurun. Selain itu mekanisme anti nyeri juga melalui penekanan oksidasi radikal bebas.

 

Baca juga: Makanan Pemicu Migrain, Apa Saja Ya?

 

 

 

 

Referensi:

Aminoff. M.J, Boller F and Swaan D.F. Handbook of Clinical Neurology : Headache. Elsevier. 2011

Lance J. W and Goadsby P.J. Mechanism and Management of Headache. 7th Edition. Elsevier. 2005.

PERDOSSI. Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Kepala. Konsensus Nasional Surabaya Airlangga University Press. 2018

 

 

 

 

Tinggalkan komentar