Obat Pengganti Ranitidine – Guesehat


Pasca ditariknya Ranitidine oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (Badan POM) lantaran mengandung NDMA di atas batas aman, masyarakat tentu memerlukan obat pengganti ranitidine yang terbukti aman. Para peneliti asli Indonesia sebenarnya telah menemukan formula berbahan alam asli Indonesia yang terbukti aman dan efektif mengatasi gangguan lambung.

 

Tentu tidak nyaman ya Gengs mengalami masalah di lambung, entah itu gastritis (sering disebut maag) atau refluks gastrointestinal atau GERD. Masalah di lambung umumnya disebabkan naiknya asam lambung, sehingga memuculkan gejala perih, nyeri di ulu hati, mual, dan bahkan muntah.

 

Adakah obat pengganti ranitidine yang aman?

 

Baca juga: Ranitidine Ditarik, Inilah Alternatif Obat Herbal untuk Lambung

 

Obat Pengganti Ranitidine

Setelah memutuskan menarik sebagian obat ranitidine dari peredaran, Badan POM telah merekomendasikan obat-obatan pengganti ranitidine untuk mengatasi gangguan lambung.

 

Obat pengganti yang dimaksud adalah obat-obatan berbahan kimia yakni golongan antasida terdiri dari alumunium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simetikon. Ada juga dari golongan penghambat pompa proton (PPI), seperti lanzoprazol, omeprazol, dan pantoprazole. Selain itu juga obat-obatan lain dalam sediaan injeksi.

 

Selain dua golongan obat kimiawi tadi, ada juga obat lambung berbahan alami atau obat herbal. Salah satunya buatan Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) dari Dexa Group.

 

Menurut Executive Director DLBS, Dr Raymond Tjandrawinata, obat herbal bisa menggantikan obat kimia. Tentunya obat herbal tersebut telah melalui penelitian hingga serangkaian tes untuk dapat menyamai kemampuan obat kimia, seperti ranitidine.

 

“Obat herbal bukan berarti jamu. Obat yang kami kembangkan ini telah melalui uji klinis sehingga bisa menggantikan ranitidine,” ujar Dr Raymond saat ditemui di booth Dexa Group pada acara Trade Expo Indonesia 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (17/10).

 

Baca juga: Atasi Perut Kembung dengan Obat yang Aman, Praktis dan Mudah Dicerna!

 

Redacid, Pengganti Ranitidine dari Bahan Alam

Obat modern asli Indonesia (OMAI) yang telah dikembangkan Dexa Group melalui DLBS tersebut untuk mengatasi gangguan lambung, bernama Redacid (DLBS2411). Redacid terbuat dari bahan alami yang diambil dari kekayaan alam Indonesia.

 

“Redacid terbuat dari fraksi bioaktif kayu manis atau Cinnamomum burmannii. Kayu manis adalah salah satu tanaman obat yang banyak ditemukan di Indonesia,” ungkap Dr Raymond.

 

Karena merupakan obat herbal terstandar, Redacid diformulasikan dan dibuat dengan bantuan teknologi farmasi modern. Karenanya menurut Dr. Raymond, penciptaan Redacid merupakan era baru obat tradisional karena melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

 

Teknologi yang digunakan untuk ini adalah Tandem Chemistry Expression Bioassay System (TCEBS). Teknologi ini digunakan untuk menghasilkan fraksi bioaktif dari kayu manis yang lebih murni dibanding ekstrak biasa. Fraksi ini nantinya, akan bekerja secara langsung untuk menghambat aktivitas pompa proton yang berfungsi untuk memproduksi asam lambung.

 

“Redacid juga memiliki potensi sebagai antioksidan sehingga dapat mengurangi jumlah radikal bebas, dimana radikal bebas ini ternyata juga berperan dalam proses terjadinya ulser atau tukak pada lambung,” kata Dr Raymond yang mendapatkan apresiasi dari pemerintah untuk riset dan inovasi produk herbal modern “Innovative Industrial Research Development Institution (IIRDI) Award 2018”.

 

Baca juga: Melalui Inovasi Metformin, Ferron Tembus Pasar Eropa dan Raih Penghargaan Primaniyarta 2019

 

Terkait dengan pengembangan OMAI, pemerintah telah mendorong percepatan pengembangan obat bahan alam menjadi Fitofarmaka. Dexa Group sebagai perusahaan Farmasi Nasional berkomitmen untuk mengimplementasikan kebijakan pemerintah tersebut melalui penciptaan dan pengembangan obat-obatan berbahan baku dalam negeri melalui produksi Fitofarmaka.

 

Saat ini, dari 26 Fitofarmaka di Indonesia, Dexa Group telah mengantongi 18 OMAI berstatus Fitofarmaka. Melalui obat-obatan Fitofarmaka, diharapkan Indonesia semakin mandiri dalam produksi obat Nasional sehingga dapat menggantikan obat-obatan kimia yang 90 persen bahan bakunya impor.

 

Karena itu, Redacid yang merupakan obat modern asli Indonesia berbahan alam yang aman dikonsumi, dapat menjadi alternatif pengganti Ranitidine. Terlebih lagi, Redacid dapat diperoleh di apotek terdekat. Bahkan Redacid dapat dibeli di apotek online terpercaya GoApotik, yang bisa juga diakses melalui official store di toko online terkemuka di Indonesia yakni  Tokopedia.

 

Di toko online tersebut, Redacid dijual dengan berbagai pilihan kebutuhan. Mulai dari Redacid yang dijual dengan per kaplet-nya atau Redacid yang dijual dengan harga per strip, dan juga dijual per box.

 

Baca juga: Tips Diet untuk Penderita Sakit Maag

 

Tinggalkan komentar