Organic parenting – Guesehat


 

Organic parenting adalah gaya pengasuhan alami. Ini menjadi salah satu fenomena pengasuhan anak di era modern. Mengapa semakin banyak orang tua yang peduli dengan pengasuhan anak bergaya organik? Salah satunya adalah agar anak lebih sehat dan peduli dengan lingkungan.

 

Jika Mums tertarik mempelajari apa itu pengasuhan organik, simak penjelasan dari psikolog tumbuh kembang, Chitra Annisa, Mpsi, berikut yuk!

Saat Ruang Terbuka Semakin Terbatas

Dijelaskan Chitra, Sekitar 98 persen anak di bawah usia 8 tahun saat ini aktif menggunakan gadget, salah satu pemicunya adalah ruang terbuka yang semakin terbatas. Padahal seharusnya anak-anak membutuhkan waktu bermain untuk stimulasi kemampuan inderanya.

“Masalah lain pengasuhan anak sekarang adalah mengonsumsi makanan dan minuman instan dengan kadar gula tinggi. Akibatnya obesitas tidak hanya terjadi karena konsumsi gula tinggi tapi juga karena kurang melakukan aktivitas fisik,” jelas Chitra dalam acara peluncuran Puregrow, susu organik pertumbuhan dari PT Arla Indofood, di Jakarta (26/9).

Karena kurang stimulasi bermain, maka menurut hasil penelitian tahun 2017 di Amerika Serikat, sekitar 5-16,5 persen anak usia TK mengalami masalah pemrosesan sensori yang memengaruhi perkembangan motorik, kognitif, sosial, dan emosi. Ditandai dengan semakin sering ditemukan kasus anak terlambat bicara, atau agresif karena kurang stimulasi sensoriknya.

Terkait pola makan anak juga penting. Tak hanya menjadi sumber energi dan untuk pertumbuhan fisik, menurut Chitra, ada kaitan kesehatan pencernaan dengan perkembangan otak. “Usus adalah otak kedua. Apa yang kita konsumsi memengaruhi bagaimana kita berpikir, bereaksi, dan berekspresi,” jelas psikolog dari Tiga Generasi ini.

 

Baca juga: Tantangan Mengasuh Anak Generasi Alfa

 

Dimulai dari Makanan yang Sehat

Nah Mums lantas makanan apa sih yang terbaik untuk si Kecil? Artis Zivanna Letisha adalah salah satu orang tua muda yang mencoba gaya pengasuhan organik. 

 

“Di Indonesia masih banyak yang belum sadar gaya hidup organik itu seperti apa. Setelah punya anak saya baru mendalami. Alasan utamanya takut makan dan minum yang saya berikan ke anak salah. Setelah baca-baca tentang gaya hidup organik akhirnya semakin sadar bahwa ini sangat baik,”jelasnya.

 

Tidak hanya makanan dan minuman. Putri Indonesia tahun 2008 ini juga memperhatikan pola bermain si buah hati yang kini berusia 2 tahun. “Bermainnya juga lebih bagus kalau banyak bersentuhan dengan alam,” ujar wanita yang kerap dipanggil Zizi ini.

 

Zizi sempat bingung saat masuk periode MPASI. Makanan organik tentu yang terbaik bagi anak. Diyakini, makanan dari bahan organik bebas dari berbagai senyawa yang tidak baik untuk tubuh misalnya pestisida, dan bibit GMO (hasil rekayasa genetik).

 

Sayangnya belum banyak makanan organik di Indonesia. Meski mendapat banyak tantangan, Zizi perlahan beralih ke makanan organik meksipun belum 100%. “Walaupun dari sisi harga mahal tapi ini adalah investasi jangka panjang. Dimulai dari diri saya kemudian kebiasan ini diturunkan pada anak, ungkap Zizi.

 

Kehadiran pertumbuhan susu organik di Indonesia tentu memudahkan orang tua yang ingin memberikan makanan sehat terbaik dan aman untuk anak.  Ciptadi Sukono, Managing Director PT. Arla Indofood menjaskan bahwa organik sangat memerhatikan lingkungan.

 

Susu organik dihasilkan dari sapi organik yang hanya makan makanan organik, lingkungan peternakan tetap bersih, dan tidak pernah dikandangkan. “Lebih natural lebih baik. Bukan hanya nutrisi tapi juga sebagai orang tua akan membantu pertumbuhannya sesuai usia dan dekat dengan alam,” jelasnya.

 

Baca juga: Makanan Organik, Sehat untuk Tubuh dan Lingkungan

 

Kandungan Gizi Susu Organik

Prof. Ir. Ali Khomsan, MS. Guru Besar Ilmu Gizi dari Institut Pertanian Bogor, menjelaskan susu organik dalam persepsi masyarakat lebih bergizi, sehat, dan ramah lingkungan. Sekitar 66 persen orang memilih produk organik karena alasan kesehatan dan nutrisi.

Fakta ilmihanya, susu pertumbuhan organik memang mengandung lemak yang berbeda dengan susu non organik. Dalam hal ini kandungan asam lemak omega 3 pada susu organik lebih tinggi dibanding susu non organik.

 

Selain omega 3, kandungan CLA dalam susu organik juga lebih tinggi. CLA adalah asam lemak konjugasi atau conjugated linoleic acids yang bermanfaat mengurangi penuruan lemak di sekitar perut dan menurunkan kolesterol.

“Susu organik juga mengandung zat besi dan vitamin E dan kalsium juga lebih tinggi dibandingkan susu konvensional. Kekurangan zat besi bisa menghambat pertumbuhan otak anak,” jelas Prof. Ali Khomsan.

 

Mums, jika ingin menerapkan pengasuhan organik, jangan hanya memeperhatikan soal makanan saja. Seperti dijelaskan psikolog, bahwa kesehatan fisik dan mental anak sama pentingnya. Maka

 

nan dan minuman bergizi itu penting tetapi jangan lupakan interaksi anak dan orang tuanya dengan sering melakukan kontak fisik dan verbal. Meski sibuk, lakukan kegiatan yang merangsang seluruh indra anak dengan bermain di alam terbuka. Bermain di luar membuat anak terstimulasi karena mengeluarkan hormon bahagia karena paparan sinar matahari.

Baca juga: Kurang Waktu Bermain Membuat Anak Mudah Cemas dan Depresi

 

 

Tinggalkan komentar