Pengobatan Diabetes dengan GLP-1 – Guesehat


Di antara penderita diabetes mungkin sudah mengenal pengobatan diabetes dengan GLP-1. Atau mungkin sudah menggunakan obat ini atas anjuran dokter? GLP-1  adalah salah satu terapi terbaru diabetes, jika dibandingkan obat-obat terdahulu baik obat oral maupun insulin.

 

Mengapa diperlukan obat-obat baru untuk diabetes? Harus diakui bahwa dalam perjalanannya, pasien diabetes melitus akan mengalami kerusakan sel beta pankreas sebagai penghasil insulin.

 

Obat-obatan lama diabetes seperti sulfonilurea adalah obat yang memacu sel beta pankreas terus menerus memproduksi insulin. Pada titik tertentu, pankreas tidak mampu lagi memproduksi insulin karena “kelelahan”.

 

Baca juga: Begini Cara Cepat Menurunkan Gula Darah
 

Alasan Dikembangkan GLP-1

Ketika penderita diabetes tipe 2 masih berada pada tahap sangat awal atau baru mengalami resistensi insulin, sel-sel beta di pankreas sebenarnya masih mampu memproduksi insulin. Namun lama kelamaan terjadi kelelahan dan lebih banyak sel beta pankreas yang mengalami kematian sehingga insulin yang dihasillan tidak lagi cukup mengatur gula yang beredar di tubuh.

 

Di tahap inilah obat oral tak lagi efektif sehingga dibutuhkan pengobatan yang diharapkan dapat memperbaiki sel-sel beta pankreas. Bagaimana dengan insulin? Suntik insulin memang bisa menjadi solusi saat pankreas tak dapat lagi memproduksi insulin. Tetapi tetap tidak menyelesaikan masalah, yakni memperbaiki sel beta di pankreas. Bahkan pasien akan jatuh pada ketergantungan insulin.

 

Selain itu tidak mudah pula memberikan insulin, antara lain potensi risiko hipoglikemia jika pasien tidak rajin memantau dosis, pola makan, dan jadwal penyuntikan. Salah satu konsep pengobatan terbaru yang dapat mengatasi persoalan tersebut  adalah dengan suatu terapi dengan inkretin. 

 

Baca juga: Gula Darah Stabil, Bolehkah Berhenti Minum Obat Diabetes?

 

Pengobatan Diabetes dengan GLP-1 

Inkretin adalah hormon yang diproduksi di usus, sering juga disebut hormon peptide. Ada dua jenis hormon inkretin, yaitu Glucose-dependent insulinotropic polypeptide (GIP) dan Glucagon-LikePpeptide-1 (GLP-1). Apa sih fungsi kedua hormon ini?

 

Saat kita makan, dua hormon ini akan aktif dan bergerak menuju sel beta dan “memberitahu” sel beta untuk memproduksi insulin. Insulin dibutuhkan untuk memasukkan gula ke seluruh sel tubuh.

 

Namun sayangnya, dalam proses tersebut tubuh juga mengeluarkan enzim DPP-4 yang menghambat kerja GLP-1. Munculnya enzim DPP4 ini tentu menyebabkan insulin menjadi tidak diproduksi. Maka timbul pemikiran untuk menghambat enzim ini, salah satunya dengan obat penghambat DPP4 (DPP4 inhibitor) yang bertujuan agar GLP-1 tetap bisa berfungsi merangsang sel pankreas melepaskan insulin.

 

Nah selain dengan menghambat DPP4, ada cara lain agar GLP-1 ini tetap bisa melaksanakan tugasnya. Maka dikembangkan tiruan GLP-1 atau disebut GLP-1 analog yang memiliki kerja yang sama dengan GLP-1 alami.

 

GLP-1 ini berfungsi meningkatkan sensitivitas insulin. Selain itu dari hasil studi awal pada binatang menunjukkan GLP-1 bisa mencegah kerusakan sel beta pankreas lebih lanjut.

 

GLP-1 memiliki efek sama dengan penghambat DPP-4 antara lain meningkatkan sekresi insulin, menurunkan sekresi glukagon, menurunkan pengosongan lambung yang berdampak pada penurunan berat badan. Selain itu meningkatkan jumlah sel beta pankreas, meningkatkan massa sel beta, dan menurunkan risiko hipoglikemia.

 

Secara umum obat GLP-1 ini aman. Efek samping yang umum dirasakan adalah mual, muntah dan diare, yang dapat diatasi dengan pemberian dosis secara bertahap. Sekarang malah ada GLP-1 dengan formula lepas lambat, sehingga dosis dilepaskan bertahap ke tubuh.

 

Bagaimana cara menggunakan GLP-1? GLP-1 ini tersedia dalam bentuk suntikan, mirip dengan insulin. Penggunaannya pun dengan pen. Saat ini sudah dikembangkan 5 jenis obat GLP-1 atau inkretin tiruan (mimetik), yaitu exenatida, liraglutida, lixisenatida, dan dulaglutida dengan dosis suntikan berbeda-beda. Konsultasikan dengan dokter untuk penggunaannya.

 

Baca juga: 7 Mitos yang Salah Kaprah Tentang Obat Diabetes

 

 

Referensi:

Diabetesjournals.org. The Multiple Actions of GLP-1 on the Process of Glucose-Stimulated Insulin Secretion

Sciencedirect.com. Recent updates on GLP-1 agonists: Current advancements & challenges

 

 

Tinggalkan komentar