Pengobatan Mata Kering – Guesehat


Mata bermasalah karena terlalu lama bermain gadget? Kebiasaan mengakses gawai yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dapat memicu permasalahan mata kering. Fakta mengungkapkan rata-rata masyarakat Indonesia mengakses internet menggunakan perangkat elektroniknya selama 8 jam 36 menit per hari.

 

Seperti yang dialami Raditya Dika. Pemain film, sutradara, penulis buku sekaligus content creator ini mengaku mengalami mata kering sejak masih kuliah di Australia. “Sebenernya gejala mata kering sudah saya rasakan sejak 2003 ketika masih ngeblog. Rasanya mata berat, sepet, dan perih. Datang ke klinik, dibilang ngedipnya kurang maksimal,” cerita Raditya Dika dalam peluncuran Insto Dry Eyes oleh Combiphar di Jakarta, 11 September 2019.

 

Menjadi seorang pekerja yang dituntut banyak menghabiskan waktu di depan layar, laptop maupun gawai, bahkan sampai 15 jam sehari, ayah dari putri bernama Alinea ini lantas mencari solusi terbaik untuk mata keringnya. Kira-kira apa ya solusi buat Radit?

 

Baca juga: Jangan Salah Mengenali Gejala Mata Kering Kronis

 

Apa itu Mata Kering?

Dr. Nina Asrini Noor, SpM, dokter spesialis mata daro Jakarta Eye Center (JEC) menjelaskan, bahwa mata kering disebabkan karena gangguan pada lapisan di bola mata.

 

Lapisan air mata, ujar dr. Nina, terdiri dari lapisan lendir, air, dan minyak. Ketikanya dihasilkan oleh bagian bola mata yang masing-masing memiliki fungsi berbeda-beda. Salah satu fungsi bola mata dan lapisannya adalah menjaga mata agar tetap sehat dan berfungsi normal.

 

“Jadi mata kering sebenarnya adalah kelainan pada lapisan air mata sehingga komposisinya tidak seimbang. Akibatnya kualitas atau kuantitas lapisan air mata ini menurun dan memunculkan gejala bahkan kerusakan pada bola mata,” jelas dr. Nina.

 

Ternyata, pengidap mata kering ini bantak lho Geng Sehat, sekitar 20-50% populasi mengalami mata kering. Data JEC tahun 2017 menunjukkan 30,6% pasien menunjukkan gejala mata kering.

 

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Mata Kering

Faktor fisik dan lingkungan menjadi penyebab tersering mata kering, selain usia. Misalnya terpapar debu dan angin, penggunaan obat-obatan, penggunaan lensa kontak yang tidak tepat, terlalu lama berkerja di depan komputer, hingga penyakit autoimun.

 

Gejala mata kering yang dirasakan umumnya mata seperti mengganjal, cepat merah, gampang berair, terasa kering, ada sensasi mata berpasir, atau kotoran mata meningkat, dan gatal. Sebagian penderita merasakan mata mudah lelah, sensitif dengan cahaya dan fokus penglihatan menurun. 

 

Jika dibiarkan tentu mata kering ini akan menurunkan kualitas hlidup, salah satunya menjadi tergantung dengan obat-obatan. Dampak panjangnya adalah kerusakan permanen pada permukaan mata, peradangan atau infeksi.

 

Langkah pertama mengatasi mata kering adalah dengan mengubah gaya hidup, misalnya”

  • Kurangi paparan AC di ruangan

  • Mengurangi screen time

  • Kompres air hangat jika mata lelah

  • Jaga kebersihan kelopak mata misalnya dari sisa makeup

  • Konsumsi air cukup

 

“Pengobatan mata kering tidak sederhana. Pemberian tetes mata hanya jika direkomendasikan dokter. Tidak semua mata kering memiliki pengobatan sama tergantung penyebabnya,” tambah dr. Nina.

 

 

Baca juga: Hindari Mata Kering saat Mengemudi!

 

Jangan Lupa Bekedip dan Gunakan Tetes Mata Seperlunya

Saat diminta berkedip dengan sempurna saat pertama mengetahui matanya kering, Raditya Dika mengaku bingung. “Saya hanya diminta berkedip dengan sempurna, ternyata berkedip ini bisa mencegah mata kering,” ujarnya.

 

Diamini dr. Nina, bahwa berkedip dapat menjaga lapisan mata tidak kering. “Kadang ketika bekerja di depan layar komputer, kita sangat intens sehingga suka lupa berkedip atau berkedip yang tidak sempurna. Akhirnya mata makin kering.”

 

Tidak hanya saat bekerja di depan layar saja Geng, ketika Kamu menyetir dalam jangka waktu lama misalnya, jangan lupa untuk berkedip.

 

Penggunaan obat tetes mata khusus untuk mata kering, dapat menjadi solusi sementara. Namun menurut dr. Nina, tetes mata ini sebaiknya tidak dipakai terus menerus. Apalagi jika disertai gejala mata merah, sebaiknya ke dokter karena pegobatannya berbeda.

 

Baca juga: Hindari 8 Kebiasaan Ini Saat Mata Kering!

 

 

Tinggalkan komentar