Penyakit Kardiovaskular pada Wanita – GueSehat.com


Masih banyak anggapan umum bahwa pria lebih rentan terkena penyakit kardiovaskular daripada wanita. Ini karena pria rentan stres serta pola hidup mereka cenderung tidak sehat, seperti merokok, kurang berolahraga, dan makan makanan berkadar lemak dan garam tinggi. Lengkaplah sudah.

 

Namun, ternyata penyakit kardiovaskular juga mengancam wanita! Gejala penyakit kardiovaskular pada wanita juga mungkin berbeda dengan yang terjadi pada pria. Karenanya, wanita harus lebih waspada dengan kesehatan tubuh sendiri, sehingga dapat mencegah penyakit kardiovaskular.

 

Gejala Penyakit Kardiovaskular pada Wanita

Salah satu gejala penyakit jantung atau kardiovaskular paling umum adalah rasa seperti tertekan atau tertindih pada dada. Namun meskipun tidak mengalaminya, justru wanita harus lebih waspada. Masalahnya, banyak kasus wanita menderita penyakit jantung tanpa merasakan gejala umum tersebut.

 

Baca juga: Penyebab dan Gejala Jantung Koroner

 

Meskipun tidak merasakan nyeri di dada, waspadalah bila mengalami gejala-gejala lain, seperti:

  • Perasaan pegal dan tidak nyaman pada leher, rahang, bahu, punggung bagian atas, dan perut.
  • Sesak napas.
  • Nyeri pada salah satu atau kedua lengan.
  • Mual atau muntah.
  • Banyak berkeringat, padahal tidak banyak bergerak.
  • Sakit kepala ringan atau merasa pusing.
  • Kelelahan yang tidak biasa.

 

Sayangnya, gejala-gejala di atas sering diabaikan karena tidak segawat nyeri di dada. Nyeri dada yang dirasakan oleh wanita biasanya lebih kuat. Kemungkinan besar ini karena penyumbatan tidak hanya terjadi pada arteri utama, melainkan juga pada arteri yang lebih kecil untuk memasok darah ke jantung. Kondisi ini disebut penyakit jantung pembuluh kecil atau mikrovaskuler.

 

Bahkan, gejala-gejala di atas juga dapat muncul saat wanita sedang beristirahat atau tidur. Bila sedang mengalami stres, wanita juga rentan terserang penyakit kardiovaskular.

 

Makanya, banyak wanita yang baru ke rumah sakit begitu gejalanya sudah parah. Banyak pula yang cenderung tidak mengindahkan gejala-gejala di atas karena menganggapnya tidak berhubungan dengan masalah jantung.

 

Makanya, bila Mums kebetulan merasakan gejala-gejala tersebut dan khawatir, jangan pernah menyetir sendirian ke rumah sakit. Mintalah keluarga atau teman untuk mengantar ke sana.

 

Baca juga: Berapa Detak Jantung Normal Per Menit?

 

Faktor-faktor yang Memengaruhi Munculnya Penyakit Kardiovaskular pada Wanita

Inilah beberapa faktor yang memperbesar kemungkinan wanita terkena penyakit kardiovaskular:

 

Wanita penderita diabetes berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular daripada pria yang menderita penyakit serupa.

 

Bila 1 dari 8 pria populasi dunia menderita depresi dan stres, maka 1 dari 4 wanita di dunia juga menderita hal yang sama. Data statistik ini menunjukkan bahwa wanita lebih rentan terserang depresi dan stres.

 

Hal ini juga memengaruhi kualitas gaya hidup mereka, sehingga rentan terkena penyakit kardiovaskular. Wanita yang merokok juga lebih rentan terkena penyakit jantung daripada pria.

 

Baca juga: Selain untuk Tulang, Mineral Kalsium Baik untuk Kesehatan Jantung

 

Kurang aktif bergerak juga berperan besar memicu penyakit kardiovaskular pada wanita. Apalagi, wanita cenderung tidak seaktif pria dalam urusan bergerak. Masa menopause juga menurunkan kadar estrogen, sehingga membuat wanita semakin rentan terkena penyakit kardiovaskular.

 

  • Obat kemoterapi tertentu dan terapi radiasi untuk kanker

Beberapa obat kemoterapi dan terapi radiasi untuk kanker, terutama kanker payudara, ternyata juga dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular.

 

  • Komplikasi selama masa kehamilan

Bila ibu hamil menderita diabetes atau hipertensi, komplikasi yang terjadi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Hingga saat ini, penelitian mengenai risiko penyakit kardiovaskular pada wanita masih dilakukan. Wanita yang menderita rheumatoid arthritis atau lupus juga berisiko terkena penyakit kardiovaskular.

 

Cara-cara untuk Mengurangi Risiko Terkena Penyakit Kardiovaskular

Inilah beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular:

  • Berhenti merokok atau jangan memulainya sama sekali.
  • Berolahraga rutin.
  • Mempertahankan berat badan yang sehat dan seimbang.
  • Makan makanan sehat, seperti biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, susu rendah atau bebas lemak, dan daging tanpa lemak.
  • Menghindari konsumsi gula dan garam secara berlebihan.

 

Semoga Kamu tidak termasuk wanita yang rentan terkena penyakit kardiovaskular ya, Gengs! (AS)

 

Baca juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Jantung

 

 

Sumber

Mayo Clinic: Heart disease in women: Understand symptoms and risk factors

American Heart Association: CARDIOVASCULAR DISEASE: WOMEN’S NO. 1 HEALTH THREAT

NCBI: Cardiovascular Disease in Women: Clinical Perspectives

Tinggalkan komentar