Penyakit saat Musim Hujan – GueSehat.com


Musim hujan merupakan musim yang selalu terjadi setiap tahunnya. Musim hujan terjadi akibat adanya tiupan angin muson barat dari Samudra Hindia ke arah Indonesia. Angin ini bertiup dari bulan Oktober sampai dengan bulan Maret setiap tahunnya. Namun akibat adanya perubahan iklim, hal ini menyebabkan musim hujan di Indonesia terjadi mulai sekitar bulan Januari sampai dengan Maret.

 

Musim hujan memberikan efek tersendiri bagi penduduk Indonesia, mulai dari aktivitas yang terhambat sampai dengan bencana alam banjir. Salah satu akibat dari musim ini adalah imunitas tubuh yang terganggu.

 

Tidak sedikit orang yang merasakan bahwa musim hujan dapat menyebabkan mereka menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Secara teori, memang benar kemungkinan seseorang sakit dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti lemahnya imun, kekuatan virus atau bakteri yang menyerang, sampai dengan lingkungan di sekitar. Perubahan cuaca dan adanya banjir dapat menjadi faktor lingkungan.

 

Selain itu, terdapat beberapa hal yang secara khusus memengaruhi adanya penyebaran suatu penyakit pada saat musim hujan. Ada beberapa penyakit yang ditularkan melalui air menggenang. Apa saja sih berbagai penyakit tersebut? Yuk, kita bahas satu-satu!

 

  1. Demam berdarah

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang meningkat angka kejadiannya selama musim penghujan. Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi virus tersebut.

 

Demam berdarah dapat dikenali dengan adanya gejala demam tinggi selama 3 sampai dengan 7 hari, nyeri kepala, nyeri di belakang mata, gusi berdarah, dan sebagainya. Pada demam berdarah, mungkin ditemukan hasil laboratorium berupa peningkatan hematocrit (yang menunjukan pengentalan darah) serta penurunan trombosit. Demam berdarah biasanya membutuhkan terapi cairan dan beratnya penyakit bervariasi pada setiap orang.

 

Adanya air yang menggenang merupakan hal yan perlu diperhatikan dalam pemberantasan demam berdarah. Air menggenang digunakan oleh nyamuk untuk berkembang biak. Oleh karena itu, disarankan untuk menghilangkan genangan air di sekitar rumah, membersihkan kolam dan bak mandi, serta berbagai tempat yang dapat dijadikan nyamuk berkembang biak. Bila terjadi kasus demam berdarah di daerah Geng Sehat, laporkan kepada pihak yang bertanggung jawab di tempat tersebut agar segera dilakukan fogging.

 

  1. Diare

Diare merupakan frekuensi buang air besar yang bertambah, dengan perubahan tekstur feses menjadi lebih cair. Salah satu penyebab diare adalah adanya infeksi pada sistem pencernaan. Kebutuhan cairan pada pasien diare perlu diperhatikan agar tidak terjadi dehidrasi.

 

Bagaimana mencegah penularan diare, khususnya pada saat musim hujan dan banjir? Cuci tangan merupakan salah satu pencegahan yang perlu dilakukan untuk menjaga higienitas seseorang.

 

Cuci tangan dilakukan sebelum makan dan setelah dari kamar mandi, maupun setelah kontak dengan orang lain yang mungkin sedang mengalami infeksi pencernaan. Pastikan memasak menggunakan air matang, serta hindari konsumsi makanan yang tidak matang.

 

  1. Infeksi kulit

Infeksi kulit mungkin terjadi akibat adanya kontak dengan genangan air yang kurang bersih maupun banjir. Kontak tersebut dapat memperparah infeksi karena kuman masuk melalui luka.

 

Untuk mencegahnya, pastikan Kamu selalu menghindari kontak langsung dengan banjir dan menggunakan alas kaki ketika beraktivitas. Jika terdapat bengkak, kemerahan, dan nyeri pada kulit, segera berobat ke dokter untuk menghindari infeksi lebih jauh.

 

  1. Leptospirosis

Ini merupakan salah satu penyakit infeksi yang menular melalui urine tikus. Angka kejadiannya sendiri meningkat pada saat banjir. Gejalanya antara lain demam, nyeri otot betis, dan adanya kuning pada kulit. Menghindari kontak langsung dengan genangan air dan banjir merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit ini. (AS)

Tinggalkan komentar