Prosedur Pasang Ring Jantung – GueSehat


Mantan artis cilik yang kini menekuni hobi fotografi, Cecep Reza, meninggal dunia kemarin. Kamu yang pernah menonton sinema elektronik (sinetron) Bidadari tentu sudah tidak asing dengan sosok yang satu ini. Sebelum meninggal dunia pada Selasa (19/11), Cecep Reza memang sempat menjalani prosedur pasang ring jantung. 

 

Seperti diketahui, ring jantung (stent) adalah salah satu cara untuk membuat aliran darah ke otot-otot jantung menjadi lancar kembali. Pemasangan ring jantung yang dikombinasikan dengan angioplasty dapat menjadi langkah yang tepat untuk memberikan pertolongan pada seseorang yang mengalami serangan jantung. 

 

Ring jantung dirancang untuk mendukung dinding arteri, menjaga arteri tetap terbuka, dan meningkatkan aliran darah ke jantung. Sedangkan, angioplasti biasanya direkomendasikan jika kondisi satu atau dua arteri dalam keadaan tersumbat. Jika seseorang memiliki lebih dari dua arteri yang tersumbat, operasi bypass mungkin diperlukan. 

 

Baca juga: Serangan Jantung dan Henti Jantung, Sama atau Beda?

Prosedur Pasang Ring Jantung

Pemeran Bombom di sinetron Bidadari diketahui punya riwayat penyakit jantung sebelum meninggal dunia. Oleh karena itu, baru-baru ini Cecep harus menjalani prosedur pasang ring jantung. Lantas, bagaimana prosedur pasang ring jantung? 

 

Prosedur pasang ring jantung dapat dilakukan pada kasus darurat atau yang membutuhkan pertolongan dengan segera, seperti serangan jantung atau seseorang yang pembuluh koronernya menyempit. Namun, dibutuhkan pemeriksaan oleh dokter terlebih dahulu untuk mengetahui pembuluh koroner yang menyempit. 

 

Dokter akan memasang ring jantung dengan anastesi lokal. Awalnya, dokter akan membuat sayatan kecil di daerah pergelangan tangan, selangkangan, ataupun leher. Lalu, dokter akan melakukan katerisasi atau memasukkan selang kateter dengan ring dan balon pada ujungnya. 

 

Saat kateter ini sudah berada di arteri yang tersumbat atau menyempit, dokter akan mengembangkan balon. Ring yang melekat di balon akan mengembang dan membuka pembuluh darah arteri yang tersumbat dan memungkinkan aliran darah meningkat. Setelah itu, dokter akan mengempiskan balon dan menarik kateter keluar. Dengan begitu, ring jantung akan menetap pada area tersebut untuk menjaga pembuluh darah terbuka. 

 

Setelah prosedur pasang ring jantung, Kamu perlu minum obat untuk mencegah pembekuan di dalam ring. Seperti banyak prosedur medis lainnya, Kamu mungkin akan mengalami reaksi alergi terhadap obat atau bahan yang digunakan untuk pasang ring ataupun angioplasti. 

 

Angioplasti juga dapat menyebabkan perdarahan, kerusakan pembuluh darah atau jantung, serta bisa menyebabkan detak jantung yang tidak teratur. Komplikasi yang bisa terjadi meski dalam kasus yang jarang meliputi gagal ginjal ataupun stroke. Selain itu, ada juga risiko terbentuknya gumpalan darah di dalam ring jantung. 

 

Baca juga: Jangan Abaikan Gejala Serangan Jantung Ini!

Manfaat Prosedur Pasang Ring Jantung

Bagi sebagian orang, prosedur pasang ring jantung bisa memiliki manfaat yang positif pada kualitas hidup. Pemasangan ring jantung yang dikombinasikan dengan angioplasti dapat menjadi penyelamat seseorang yang mengalami serangan jantung, terutama jika dilakukan dengan segera.

 

Dalam kebanyakan kasus, seseorang yang menjalani prosedur pasang ring jantung bisa segera merasakan manfaatnya. Waktu pemulihan juga jauh lebih singat. Selain itu, dalam beberapa kasus, operasi bypass koroner tidak diperlukan jika telah menjalani prosedur pasang ring jantung.

 

Baca juga: 13 Cara Menjaga Jantung Tetap Sehat

Sekarang, Kamu tahu kan seperti apa prosedur pasang ring jantung dan manfaatnya? Oh iya, kalau Kamu punya masalah seputar kesehatan atau hal lain yang ingin ditanyakan pada dokter, jangan ragu untuk berkonsultasi melalui fitur ‘Tanya Dokter’ yang tersedia di aplikasi GueSehat khusus Android. Cobain fiturnya sekarang yuk, Gengs!

 

 

Referensi:

Kompas.com. 2019. Fakta Cecep Reza Tutup Usia: Meninggal saat Tidur, Pasang Ring Jantung, Lelah Main Sinetron.

Healthline. 2016. Cardiac stent.

Tinggalkan komentar