Prosedur Pemasangan Alat Pacu Jantung


Alat pacu jantung atau disebut juga pacemaker adalah alat medis yang diperuntukkan bagi penderita lemah jantung atau gangguan irama jantung. Penderita lemah jantung atau gagal jantung, membutuhkan alat ini agar jantung tetap dapat memompa darah. Alat pacu jantung menggunakan tenaga listrik. bagaimana prosedur pemasangan alat pacu jantung?

Secara singkat, prosedur pemasangan alat pacu jantung dilakukan dengan menanamkan semacam alat di bawah kulit atau di dalam tubuh. Alat ini berfungsi membantu mengontrol detak jantung tidak teratur yang disebut aritmia.

Alat pacu jantung yang modern memiliki dua bagian. Satu bagian disebut generator nadi, yang mengandung baterai dan elektronik yang mengontrol detak jantung. Bagian yang satunya lagi adalah alat yang mengirim sinyal elektrik ke jantung.

Alat pacu jantung umumnya mengobati dua jenis aritmia, yaitu:

  • Takikardia, detak jantung yang terlalu cepat
  • Bradikardia, detak jantung yang terlalu lambat

Beberapa orang membutuhkan alat pacu jantung khusus yang disebut alat pacu jantung biventrikular atau bivent. Geng Sehat membutuhkan alat pacu jantung biventrikular jika mengalami gagal jantung yang parah.

Alat pacu jantung biventrikular membuat dua sisi jantung berdetak secara bersamaan. Teknik disebut terapi resinkronisasi kardiak (CRT). Untuk tahu lebih jauh tentang prosedur alat pacu jantung, baca penjelasan di bawah ini!

Baca juga: Kuning Telur dan Kesehatan Jantung

Siapa yang Membutuhkan Alat Pacu Jantung?

Sebelum tahu lebih jauh tentang prosedur pemasangan alat pacu jantung, Kamu perlu tahu dulu siapa yang membutuhkan pemasangan alat ini. Kamu akan membutuhkan prosedur pemasangan alat pacu jantung jika jantung Kamu memompa terlalu cepat atau terlalu lambat.

Jantung yang memompa terlalu cepat atau lambat menyebabkan tubuh tidak mendapatkan darah yang cukup. Kondisi tersebut bisa menyebabkan:

  • Kelelahan
  • Pingsan
  • Sesak napas
  • Kerusakan pada organ vital
  • Kematian

Alat pacu jantung mengatur sistem elektrik tubuh yang mengontrol ritme jantung. Pada setiap detak jantung, impuls listrik akan mengalir dari bagian atas jantung ke bagian bawahnya, sehingga memberi sinyal kepada otot jantung untuk berkontraksi. Alat pacu jantung juga bisa melacak dan merekam detak jantung. Rekaman detak jantung bisa membantu dokter memantau gangguan irama jantung.

Tidak semua alat pacu jantung bersifat permanen. Ada alat pacu jantung yang hanya mengontrol beberapa jenis masalahnya. Jadi, kemungkinan Kamu membutuhkan prosedur pemasangan alat pacu jantung sementara setelah mengalami serangan jantung atau setelah menjalani operasi jantung.

Kamu juga kemungkinan akan membutuhkan prosedur pemasangan alat pacu jantung sementara jika mengalami overdosis obat yang menyebabkan detak jantung melambat. Dokter akan melakukan pemeriksaan sebelum menentukan jika Kamu benar-benar membutuhkan prosedur pemasangan alat pacu jantung.

Persiapan Prosedur Pemasangan Alat Pacu Jantung

Sebelum menjalani prosedur pemasangan alat pacu jantung, Kamu harus menjalani beberapa pemeriksaan terlebih dahulu. Sejumlah pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan Kamu benar-benar membutuhkan alat pacu jantung.

  • Ekokardiogram adalah alat yang menggunakan gelombang suara untuk mengukur ukuran dan ketebalan otot jantung.
  • Untuk melakukan pemeriksaan elektrokardiogram, dokter atau tenaga medis akan menempelkan sensor ke kulit untuk mengukur sinyal elektrik jantung.
  • Untuk tes monitor Holter, Kamu harus menggunakan alat yang melacak ritme jantung selama 24 jam.
  • Sementara itu, pemeriksaan stress memeriksa detak jantung ketika Kamu berolahraga.

Kalau alat pacu jantung merupakan keputusan yang tepat, maka Kamu harus merencanakan prosedurnya. Dokter akan memberikan instruksi lengkap tentang persiapan prosedur pemasangan alat pacu jantung.

Berikut hal-hal yang biasanya perlu dilakukan prosedur pemasangan alat pacu jantung:

  • Jangan minum atau makan apapun setelah tengah malam di malam sebelum operasi.
  • Ikuti instruksi dokter terkait obat apa saja yang pelu dihentikan konsumsinya.
  • Kalau dokter memberikan obat tertentu untuk dikonsumsi sebelumnya, maka konsumsilah obatnya.
  • Mandi dan keramas dengan baik. Biasanya dokter akan menyarankan Kamu menggunakan sabun khusus untuk mengurangi risiko terkena infeksi serius.
Baca juga: Mengenal Sakit Jantung pada Anak

Prosedur Permasangan Alat Pacu Jantung

Implantasi atau prosedur pemasangan alat pacu jantung biasanya memakan waktu selama 1 – 2 jam. Kamu akan menerima sedatif atau obat bius supaya rileks. Kamu juga akan menerima anestesi lokal untuk membuat bagian tubuh yang akan disayat mati rasa. Kamu akan berada dalam kondisi sadar selama prosedur pemasangan alat pacu jantung.

Dokter akan melakukan sayatan kecil di dekat bahu Kamu. Kemudian, dokter akan menuntun kawat kecil melewati sayatan tersebut ke dalam vena atau nadi besar di dekat tulang selangka.

Lalu, dokter akan menuntun kawat tersebut lewat nadi hingga sampai ke jantung. Mesin X-ray digunakan dalam prosedur pemasangan alat pacu jantung untuk memandu dokter selama prosesnya.

Kemudian, dengan menggunakan kawat, dokter akan menempelkan elektroda ventrikel kanan jantung. Ventrikel adalah bilik jantung bagian bawah. Ujung yang satu dari kawat tersebut menempel ke generator denyut. Alat tersebut berisi baterai dan sirkuit listrik.

Biasanya, dokter akan menanam generatornya di bawah kulit di dekat tulang selangka. Kalau Kamu diharuskan mendapatkan alat pacu jantung biventrikular, dokter akan menempelkan ujung kawat yang satunya lagi ke atrium atau serambi jantung sebelah kanan, dan ujung kawat yang ketiga ke bilik kiri jantung.

Di akhir prosedur pemasangan alat pacu jantung, dokter akan menutup sayatannya dengan jahitan.

Komplikasi yang Berkaitan dengan Prosedur Pemasangan Alat Pacu Jantung

Setiap prosedur medis pasti memiliki risiko tertentu. Kebanyakan dari risiko yang berhubungan dengan alat pacu jantung berasal dari instalasi prosedurnya. Berikut komplikasi atau risiko yang berkaitan dengan prosedur pemasangan alat pacu jantung:

  • Reaksi alergi terhadap anestesi
  • Pendarahan
  • Memar
  • Kerusakan saraf atau pembuluh darah
  • Infeksi pada lokasi sayatan
  • Paru-paru roboh (sangat langka)
  • Jantung tertusuk (sangat angka)

Kebanyakan dari komplikasi prosedur pemasangan alat pacu jantung bersifat sementara. Komplikasi yang membahayakan nyawa sangat jarang terjadi.

Apa yang Terjadi Setelah Prosedur Pemasangan Alat Pacu Jantung?

Kamu bisa pulang ke rumah di hari itu saja, atau Kamu bisa tinggal di rumah sakit selama satu malam. Sebelum pulang, dokter akan memastikan alat pacu jantungnya bekerja dengan benar sesuai dengan kebutuhan jantung.

Selama satu bulan berikutnya, Kamu harus menghindari olahraga atau aktivitas berat, termasuk mengangkat barang berat. Kamu juga bisa mengonsumsi obat yang diberikan dokter jika mengalami ketidaknyamanan.

Selama beberapa bulan, akan ada alat yang tersambung langsung ke dokter. Dengan alat ini dokter bisa menerima informasi dari alat pacu jantung yang tertanam di dalam tubuh Kamu tanpa harus bertemu langsung.

Alat pacu jantung yang modern tidak begitu sensitif seperti yang model lebih lama. Namun, beberapa alat bisa mengganggu kerja alat pacu jantung. Jadi, Kamu perlu menghindari:

  • Menaruh telepon genggam atau MP3 player di kantung dada dekat alat pacu jantung.
  • Berdiri terlalu lama dekat beberapa alat, termasuk microwave.
  • Paparan terlalu lama pada alat pendeteksi besi (metal detector).

Dokter akan memberikan instruksi lebih detil tentang cara menurunkan risiko-risiko yang berkaitan dengan alat pacu jantung. (UH)

Baca juga: Pekerjaan yang Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Sumber:

Healthline. Pacemaker. Desember 2018.
American Heart Association. Pacemaker. September 2016.

Tinggalkan komentar