Ranitidin – Guesehat


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan pada Kamis (21/11) bahwa 37 produk ranitidin, obat asam lambung, yang sebelumnya ditarik sudah diperbolehkan untuk kembali dijual di pasaran. Beberapa waktu lalu BPOM memang menarik beberapa obat ratidin karena mengandung N-Nitrosodimethylamine (NDMA), yang diduga bisa memicu kanker.

 

BPOM menjelaskan bahwa produk yang kembali diperbolehkan untuk dijual di pasaran harus memiliki nilai ambang batas cemaran NDMA sebesar 96 miligram per hari. Menurut BPOM, jika kandungan NDMA yang terkandung di bawah batas cemaran, maka masih cukup aman.

 

“Produk ranitidin yang tidak tercantum dalam Lampiran, dinyatakan ditarik (recall) dari peredaran serta dilakukan pemusnahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya, industri farmasi dapat memproduksi kembali dan mengedarkan produknya setelah memastikan bahwa hasil produksinya tidak mengandung NDMA melebihi ambang batas yang diperbolehkan,” tulis BPOM dalam keterangannya.

 

Obat asam lambung memang termasuk salah satu obat yang kebutuhannya cukup tinggi. Pasalnya, asam lambung merupakan penyakit yang cukup umum, sehingga banyak orang yang membutuhkan obatnya.

 

Baca juga: Ranitidine Ditarik, Inilah Alternatif Obat Herbal untuk Lambung

 

Penyebab Asam Lambung

Salah satu penyebab umum asam lambung adalah hernia hiatal. Hernia hiatal adalah masalah lambung ketika bagian atas lambung masuk ke rongga dada. Biasanya, otot diafragma akan membantu menjaga agar asam lambung tidak naik. Namun, pada hernia hiatal, asam lambung bisa naik ke esofagus dan menyebabkan penyakit asam lambung.

 

Penyebab asam lambung lainnya yang juga cukup umum meliputi:

  • Mengonsumsi makanan terlalu banyak atau langsung tidur setelah makan besar
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Ngemil atau makan tepat sebelum tidur malam
  • Mengonsumsi beberapa makanan, seperti buah sitrus, tomat, cokelat, mint, bawang putih, bawang bombay, atau makanan pedas dan berlemak
  • Mengonsumsi minuman tertentu, seperti alkohol, minuman berkarbonasi, kopi, dan teh
  • Merokok
  • Hamil
  • Mengonsumsi aspirin, ibuprofen, atau obat tekanan darah

 

Baca juga:  Sakit Maag, Bolehkah Selalu Mengandalkan Obat Warung?

 

Apa Saja Gejala Asam Lambung?

Berikut beberapa gejala asam lambung yang perlu Kamu ketahui:

  • Heartburn: sensasi perih atau ketidaknyamanan (berasal dari lambung) di dada atau abdomen dan bahkan tenggorokan
  • Regurgitasi: rasa asam atau pahit yang ada di tenggorokan atau mulut

 

Gejala lain dari asam lambung yang perlu Kamu waspadai termasuk:

  • Kembung
  • Feses berwarna hitam atau berdarah, ataupun muntah darah
  • Sendawa
  • Disfagia (sensasi makanan tertahan di tenggorokan)
  • Cegukan terus menerus
  • Mual
  • Penurunan berat badan
  • Batuk kering atau nyeri tenggorokan

 

Pengobatan Asam Lambung di Samping Obat Oral

Selain mengonsumsi obat, salah satu cara yang paling aktif untuk mengobati penyakit asam lambung adalah dengan menghindari makanan dan minuman yang bisa memicunya. Berikut tips mempercepat penyembuhan asam lambung:

  • Mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebih kecil, namun frekuensinya ditingkatkan. Selain itu, modifikasi jenis makanan yang Kamu konsumsi.
  • Berhenti merokok.
  • Setidaknya makan malam dua atau tiga jam sebelum tidur.
  • Untuk tidur siang, coba tidur di kursi atau sofa.
  • Jangan mengenakan pakaian yang terlalu ketat.
  • Kalau Kamu mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, coba turunkan berat badan dengan rutin berolahraga dan mengubah diet harian.
  • Tanyakan dokter jika salah satu obat yang tengah konsumsi bisa menjadi pemicu heartburn atau gejala asam lambung lainnya. (UH)

 

Baca juga: Hati-hati, Keluhan di Lambung Tidak Selalu Sakit Maag

 

Sumber:

WebMD. What Is Acid Reflux Disease?. 2019.

Cleveland Clinic. GERD or Acid Reflux or Heartburn.

Tinggalkan komentar