Selain Pertolongan Pertama, Kenali Obat Digigit Ular Berbisa!


Beberapa waktu lalu, pemberitaan mengenai anggota Brimob yang meninggal setelah digigit ular jenis death adder menjadi viral. Kejadian tersebut mulai membuat banyak orang penasaran mengenai pertolongan pertamanya. Selain penanganan pertama, apa sajakah obat digigit ular berbisa yang mungkin diberikan dokter?

Dikutip dari Antara, dua hari setelah digigit ular death adder, Bripka Sahroni dilaporkan meninggal dunia. Walau sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa Bripka Sahroni tetap tak bisa tertolong. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penanganan dan obat digigit ular berbisa.

Gejala Gigitan Ular Berbisa

Sebelum mengetahui obat digigit ular berbisa, Kamu perlu mengetahui terlebih dahulu gejalanya. Gejala gigitan ular pun terbagi dalam beberapa kategori, yaitu efek lokal, pendarahan, efek pada sistem saraf, otot, ataupun mata. Berikut gejala gigitan ular berdasarkan kategori tersebut!

  • Efek lokal. Gejala ini terlihat pada kulit dan jaringan lokal di sekitar area gigitan. Gigitan ular berbisa dapat terasa menyakitkan, lembut, bengkak, berdarah, dan melepuh. Bahkan, bisa atau racun ular jenis tertentu dapat mematikan atau membunuh jaringan di sekitar lokasi gigitan.
  • Pendarahan. Gigitan ular jenis tertentu bisa menyebabkan perubahan pada sistem hematologi (organ pembentuk darah) dan ini bisa menyebabkan pendarahan. Pendarahan bisa berasal dari area gigitan atau dengan muntah darah. Pendarahan yang tidak ditangani segera bisa menyebabkan syok hingga kematian.
  • Efek pada sistem saraf, otot, dan mata. Ular-ular jenis tertentu memang bisa memengaruhi sistem saraf secara langsung. Racun pada kobra dan mamba misalnya dapat bekerja sangat cepat menghentikan otot-otot pernapasan sehingga bisa menyebabkan kematian. Pada awalnya, seseorang yang tergigit ular ini mungkin akan mengalami masalah penglihatan, kesulitan bernapas dan berbicara dan mati rasa.

Ular berbisa memiliki dua taring yang menghasilkan racun atau bisa saat menggigit korbannya. Gigitan ular berbisa biasanya akan meninggalkan dua bekas tertusuk yang jelas. Namun, jika tergigit ular, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.

Adapun gejala khas gigitan ular berbisa, seperti pembengkakan dan rasa sakit di area gigitan, kemerahan dan memar di sekitar area gigitan, mati rasa di wajah, terutama di mulut, detak jantung yang semakin cepat, sulit untuk bernapas, pusing, merasa lemah, sakit kepala, penglihatan kabur, keringat berlebihan, demam, mual, muntah, pingsan, hingga kejang-kejang.

Baca juga: Digigit Ular? Jangan Panik!

Pertolongan Pertama Digigit Ular Berbisa

Berikut beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa Kamu lakukan saat ada yang tergigit ular berbisa!

1. Penanganan yang Umum Dilakukan

Jika diperlukan, sediakanlah perawatan darurat termasuk resusitasi kardiopulmoner (CPR) untuk gigitan ular apapun dan segeralah menghubungi ambulans. Saat menunggu ambulans atau bantuan datang, tutupi atau bungkus area gigitan ular menggunakan perban imobilisasi tekanan.

Pastikan juga agar korban tetap tenang agar racun tidak semakin menyebar. Hindari membersihkan atau mencuci area gigitan karena racun yang telah tertinggal di kulit berguna untuk mengidentifikasi jenis ular. Jangan menghisap bisa atau racun dan mengikat kencang area gigitan.

2. Penggunaan Perban Immobilisasi Tekanan

Perban immobilisasi tekanan ini memang direkomendasikan untuk mereka yang telah digigit ular berbisa. Perban ini adalah perban dengan tekanan kuat pada area tubuh yang digigit ular, misalnya lengan atau kaki, dan menjaga orang tersebut tetap tenang sampai bantuan medis datang.

Berikut beberapa langkah untuk menggunakan perban immobilisasi tekanan yang perlu Kamu ketahui!

  • Gunakan perban bertekanan di atas gigitan ular. Pastikan perban haruslah ketat. Ini bisa diketahui dengan mudah atau tidaknya memasukkan jari antara perban dengan kulit.
  • Gunakanlah perban rol elastis atau krep berat untuk melumpuhkan seluruh anggota badan. Perbanlah tepat di atas jari tangan atau kaki dari anggota tubuh yang tergigit. Jika tidak memungkinkan, tandai area gigitan pada perban dengan pena atau alat tulis lainnya.

3. Saat Korban Mengalami Syok Anafilaksis

Gigitan ular memang dapat terasa menyakitkan. Bahkan, bagi beberapa orang akan memiliki reaksi alergi yang parah setelah digigit. Pada kasus alergi yang parah, tubuh akan bereaksi dalam beberapa menit dan menyebabkan syok anafilaksis. Syok ini bisa berakibat fatal dan sangat serius. Berikut gejalanya:

  • Kesulitan untuk bernapas
  • Kesulitan berbicara
  • Lidah yang bengkak
  • Bengkak atau sesak di tenggorokan
  • Wajah tampak pucat
  • Batuk terus-menerus (mengi)
  • Pusing hingga pingsan

Oleh karena itu, mereka yang digigit ular jenis apapun, entah itu berbisa atau tidak, harus segera dilarikan ke rumah sakit atau segera hubungi ambulans untuk meminta bantuan.

Baca juga: Pertolongan Pertama Jika Digigit Ular

Obat Digigit Ular Berbisa

Setelah mendapatkan pertolongan pertama dan perawatan dari tenaga medis, Kamu mungkin bertanya-tanya, apa saja sih obat digigit ular berbisa? Dokter mungkin akan menyarankan obat penawar racun (antivenom). Korban yang telah menerima pengobatan antivenom harus segera ke dokter jika timbul gejala lainnya.

Pemberian obat penawar racun (antivenom) ini merupakan keputusan yang sulit karena obat ini memiliki efek samping yang siginifikan. Antivenom dinilai masih merupakan alternatif dari pengobatan. Korban yang digigt ular berbisa harus segera dilarikan ke rumah sakit dan mungkin membutuhkan perawatan untuk diobservasi semalam.

Di rumah sakit, dokter akan membersihkan luka dan mencari taring yang mungkin patah. Korban juga mungkin akan menerima suntikan tetanus. Selain itu, dokter juga bisa memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi pada luka. Jika ada kondisi tertentu, dokter di bagian emergency akan berkonsultasi dengan dokter bedah.

Baca juga: Pertolongan Pertama Digigit Ular Derik Death Adder

Cara Mencegah Gigitan Ular Berbisa

Sekarang Kamu tahu kan apa saja obat digigit ular berbisa? Nah, Kamu juga perlu mengetahui langkah pencegahan yang bisa dilakukan, lho. Berikut cara mencegah gigitan ular yang perlu diketahui!

  • Hindari memegang ular di alam liar dan jauhi tempat-tempat yang ada kemungkinan ular, seperti rumput tinggi, semak belukar, atau tumpukan batu.
  • Kalau bisa, gunakan sepatu bot, celana tebal, dan sarung tangan setiap kali bekerja atau beraktivitas di luar ruangan dengan rumput tinggi, semak belukar, atau lingkungan bebatuan.
  • Biarkan ular pergi jika muncul dan jangan mencoba membunuh atau menangkap ular. Jika sudah tergigit, segera lakukan pertolongan pertama dan bawalah korban ke rumah sakit terdekat.

Bisa dari gigitan ular memang dapat mematikan. Oleh karena itu, lebih baik untuk melakukan langkah pencegahan di atas. Namun, jika korban sudah tergigit, lakukanlah pertolongan pertama dan bawa ia ke rumah sakit atau klinik terdekat untuk segera mendapatkan bantuan medis.

Oh iya, kalau Kamu punya masalah seputar kesehatan atau hal lain yang ingin ditanyakan pada dokter, jangan ragu untuk menggunakan fitur ‘Tanya Dokter’ di aplikasi GueSehat khusus Android. Cobain yuk Gengs fiturnya sekarang!

Sumber:

Antara News. 2019. Gigitan Ular Derik, Penyebab Kematian Anggota Brimob.

Medical News Today. 2018. How to identify and treat snake bites.

eMedicine Health. Snakebite.

Health Direct Australia. 2017. Snake Bites.

Tinggalkan komentar