Tak Kunjung Dapat Momongan? Begini Cara Mengatasinya


Infertilitas atau ketidaksuburan menjadi salah satu masalah kesehatan yang umum di Indonesia. Jika berbicara tentang cara mengatasi infertilitas, mungkin hal pertama yang muncul di kepala Kamu adalah program bayi tabung. 

Kalau sudah berbicara tentang bayi tabung, tidak lepas dengan pembicaraan terkait harganya yang mahal, dan sebagainya. Hal ini juga yang menjadi alasan kenapa banyak pasangan di Indonesia yang enggan periksa ke dokter.

Padahal sebenarnya, bayi tabung bukanlah solusi utama ataupun tunggal dari masalah ketidaksuburan ini. Lalu, selain bayi tabung, bagaimana cara mengatasi infertilitas? Berikut penjelasannya!

 

Baca juga: 13 Faktor yang Memengaruhi Fertilitas Wanita
 

Cara Mengatasi Infertilitas

Untuk mengatasi infertilitas, tentunya harus melalui pemeriksaan dan pengobatan di klinik infertilitas. Namun, klinik infertilitas di Indonesia jumlahnya masih sangat minim. Selain itu, rata-rata klinik infertilitas di Indonesia langsung menawarkan program bayi tabung bagi pasangan yang infertil.

“Bayi tabung itu adalah tahap akhir. Banyak prosedur di bawahnya yang sering dilewati dan langsung lompat ke bayi tabung,” jelas dr. David Mayndra Utama, Sp.OG , saat ditemui di Klinik Bocah Indonesia, Kamis (24/10). 

Hanya ada beberapa klinik fertilitas yang menawarkan pemeriksaan dan pengobatan menyeluruh sebelum menawarkan program bayi tabung, salah satunya adalah Klinik Fertilitas Bocah Indonesia. 

“Yang pertama dilakukan adalah cari tahu penyebabnya. Kalau sudah tahu penyebabnya, dilakukan stimulasi untuk ovulasi sel telur. Tahap selanjutnya adalah inseminasi, penyemprotan sperma. Lalu, baru menujur akhir jika tidak ada jalan, yaitu bayi tabung,” jelas dr. David. 

Menurutnya, klinik fertilitas itu seharusnya memang menyediakan pemeriksaan dan pengobatan menyeluruh terlebih dahulu sebelum menawarkan program bayi tabung kepada pasangan.

“Jadi, Anda ke klinik fertilitas itu bukan untuk bayi tabung, tapi lebih kepada untuk mendiagnosa, apakah ada masalah dengan reproduktifnya?” jelas dr. David. Kesadaran masyarakat akan hal ini masih sangat minim, sehingga jarang yang mau berobat ke klinik fertilitas.

Selain itu, masalah lainnya adalah banyak suami dan istrinya yang datang ke klinik fertilitas hanya untuk memeriksa sang istri saja. Padalah, banyak sekali masalah infertilitas yang berasal dari pria. 

“Ada dokter andrologi yang khusus untuk memeriksa kualitas sperma pria dan lainnya,” sebut dr. David. Jadi, dalam mengatasi infertilitas dibutuhkan kerja sama dari dokter lainnya juga. 

Jadi, intinya, mengatasi infertilitas itu utamanya adalah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, seperti medical checkup. Dr. David menyarankan agar pemeriksaan ini dilakukan sebelum menikah. 

Mengatasi infertilias dengan cara pemeriksaan secara menyeluruh itu jauh lebih murah dari program bayi tabung. Inilah yang seringkali menjadi kesalahpahaman, banyak masyarakat yang mengira bahwa mengatasi infertilitas itu membutuhkan biaya sangat mahal. 

“Jadi, kita periksa suaminya, lalu dilakukan analisis sperma. Kemudian, periksa dari istrinya, kita lakukan konsultasi dan USG. Bahkan, ada tambahannya, yaitu kita buka saluran tuba yang tersumbat,” jelas dr. David. Seringkali, masalah infertilitas teratasi hanya dengan teknik membuka saluran tuba tersebut.

Selain itu, dilakukan juga edukasi kepada pasangan, misalnya seperti edukasi tentang cara berhubungan seksual yang baik. Jadi, ada banyak yang bisa dilakukan untuk mengatasi infertilitas, sebelum melakukan program bayi tabung.

 

Baca juga: Mengenal Infeksi Rahim Penyebab Infertilitas
 

Infertilitas itu bisa disebabkan oleh banyak hal. Dari wanita, bisa disebabkan oleh genetik, kista, miom, dan banyak lagi. Dari pria, bisa disebabkan oleh genetik, diabetes, infeksi bakteri, dan banyak lagi.

Sebelum melakukan program bayi tabung, masalah infertilitas bisa diatasi dengan dilakukannya pemeriksaan secara menyeluruh, serta terapi. Disarankan, kalau satu tahun setelah menikah belum juga dikaruniai momongan, sebaiknya periksakan ke klinik fertilitas. (UH)

 

Baca juga: Infertilitas, Apakah Adopsi Anak Solusinya?

Sumber:

Cleveland Clinic. Infertility Causes. 

Mayo Clinic. Infertility.

Tinggalkan komentar