Tidur dengan Kipas Angin Menyala Bikin Paru-paru Basah, Benarkah?



Jakarta – Belakangan ini, ramai soal pneumonia ‘misterius’ di China. Beberapa orang banyak berspekulasi, dan khawatir terkait pneumonia ‘misterius’ di China ini.

Ada berbagai macam penyebab pneumonia, yang oleh orang awam kerap disebut dengan istilah ‘paru-paru basah’. Namun yang pasti, tidur dengan kipas angin menyala ternyata bukan termasuk salah satunya.

Ini ditegaskan oleh dr Sita Andarini, SpP(K), dokter paru dari RS Persahabatan, dalam wawancara dengan detikcom beberapa waktu lalu. Menurutnya, anggapan tersebut tak lebih dari sekadar mitos.

“Jadi paru-paru basah itu sebenarnya istilah awam ya tapi dalam istilah medisnya efusi pleura atau cairan yang ada di rongga pleura,” katanya.

Pleura adalah bagian vital dari saluran pernapasan yang bertujuan untuk melindungi paru-paru dan mengurangi gesekan yang mungkin timbul antara paru-paru, tulang tusuk dan rongga dada yang berbentuk selaput.

Dikutip dari WebMD, efusi pleura adalah jumlah cairan yang tidak biasa di sekitar paru-paru. Pleura menciptakan terlalu banyak cairan ketika teriritasi, meradang, atau terinfeksi.

“Cairan dalam rongga pleura bisa disebabkan karena berbagai macam hal, contohnya dengan orang dengan infeksi TB, pada pasien kanker paru, atau pasien gagal jantung juga kadang suka sering didapatkan cairan pada rongga pleura dan tidak berhubungan dengan kipas angin,” tambah dr Sita.

Meski tidur di depan kipas angin tidak menyebabkan paru-paru basah, tapi kebiasaan ini tetap harus dikurangi karena bikin masuk angin. Boleh saja tidur menggunakan kipas angin, asal arahnya jangan langsung ke badan ya!

Simak Video “Viral Video Paru-paru Jadi Hitam karena Merokok Puluhan Tahun
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

Tinggalkan komentar