Waspadai Gejala Keracunan Makanan pada Anak!-GueSehat.com


 Si Kecil baru saja selesai makan, kok tiba-tiba sakit? Wah, bila sebelumnya tidak apa-apa, jangan-jangan ada yang salah dengan makanannya. Jangan sampai anak menderita karena keracunan makanan ya, Mums!

 

Seperti apa sih gejala keracunan makanan pada anak? Kenapa anak bisa sampai mengalaminya?

 

Sekilas tentang Keracunan Makanan

Tidak hanya si Kecil, orang dewasa yang keracunan makanan saja akan menderita. Bedanya, orang dewasa seharusnya sudah lebih waspada dengan makanan yang mereka pilih.

 

Keracunan makanan lazim terjadi bila makanan yang dipilih tidak higienis. Selain itu, keracunan makanan juga bisa terjadi karena adanya bahan-bahan berbahaya, seperti pengawet atau penambah rasa, yang terkandung di dalamnya. Ada juga yang mengalami keracunan makanan karena reaksi alergi terhadap makanan tersebut.

 

Namun, kasus keracunan makanan kebanyakan karena makanan tidak higienis. Sekecil apa pun, bakteri yang masuk ke dalam makanan dan minuman akan membuat tubuh sakit begitu dikonsumsi. Dua gejala paling umum dari keracunan makanan adalah menderita diare dan muntah-muntah.

 

Kebanyakan, reaksi keracunan makanan berlangsung cepat, yaitu beberapa jam sesudah makanan tersebut dikonsumsi. Biasanya, bila racun sudah dikeluarkan lewat reaksi diare ataupun muntah-muntah, perasaan sakit atau tidak enak badan akan hilang dengan sendirinya.

 

Saat keracunan, organ tubuh yang paling rentan diserang adalah sistem pencernaan dan saraf. Nah, kenali gejala keracunan makanan pada anak agar bisa menolong si Kecil dengan segera, Mums.

 

Baca juga: 11 Makanan Ini Ternyata Berisiko Membuat Kamu Keracunan!

 

Gejala-gejala Keracunan Makanan

Sama seperti orang dewasa, anak biasanya langsung menunjukkan gejala-gejala keracunan makanan sekitar 2 jam sesudah makan. Namun, ada juga beberapa gejala yang baru terlihat beberapa hari sesudah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

 

Beberapa gejala keracunan makanan pada anak termasuk:

  • Merasa mual.
  • Sakit perut dan kram.
  • Muntah-muntah.
  • Diare.
  • Demam.
  • Sakit kepala dan merasa lemah.

Dalam beberapa kasus ekstrem, keracunan makanan dapat menyebabkan rasa pusing, pandangan kabur, hingga rasa kesemutan pada lengan. Yang paling parah adalah sesak napas.

 

Baca juga: Tidak Hanya dari Sayuran, Kamu Juga Bisa Keracunan Bakteri E. coli dari 5 Hal Ini

 

Kapan Sebaiknya Mums Membawa si Kecil ke Dokter?

Berhubung daya tahan tubuh si kecil belum sekuat orang dewasa, jangan abaikan gejala keracunan makanan. Biasanya, anak akan baik-baik saja bila diberi banyak cairan (air putih), untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang lewat muntah-muntah maupun diare.

 

Namun, ada saat-saat genting yang mengharuskan Mums membawa si Kecil ke dokter. Berikut gejala-gejalanya!

  • Anak masih muntah-muntah setelah lebih dari 12 jam.
  • Diare dengan demam di atas suhu 38°C.
  • Sakit perut meskipun sudah BAB.
  • Perdarahan saat BAB, adanya darah pada feses hingga muntah darah.
  • Kotoran BAB berwarna gelap, seperti marun atau hitam.
  • Jantung si Kecil berdebar-debar.

 

Jangan lupa untuk perhatikan juga beberapa gejala dehidrasi sebagai efek sampingan dari keracunan makanan, yakni:

  • Anak selalu merasa haus.
  • Anak sulit atau tidak bisa berkemih.
  • Anak pusing.
  • Kelopak mata anak tampak ‘tenggelam’.
  • Anak merasa selalu lemas dan lemah.

 

Dokter biasanya akan bertanya mengenai makanan dan minuman terakhir yang dikonsumsi si Kecil. Kemudian, dokter akan mengambil sampel darah, kotoran, dan urine si Kecil untuk dites di laboratorium.

 

Kemudian, dokter akan memberikan pengobatan medis sesuai tingkat keparahan gejala keracunan si Kecil. Misalnya, si Kecil akan diberikan antibiotik bila penyebab keracunan adalah bakteri.

 

Bila anak mengalami dehidrasi, ada kemungkinan ia harus dirawat inap dan diinfus. Namun bila tidak perlu sampai menginap di rumah sakit, sebaiknya anak banyak istirahat di rumah dan selalu diberikan cairan. Hindari makanan padat dan produk susu hingga gejala diare berhenti.

 

Yang pasti, ingatkan selalu agar si Kecil rajin mencuci tangan sebelum makan. Pastikan juga semua peralatan memasak dan makan selalu bersih dari bakteri apa pun. (AS)

 

Baca juga: Mums, Yuk Hindari Keracunan Makanan saat Hamil dengan Cara Ini!

 

 

 

 

Sumber:

Kids Health. Food Poisoning.

Web MD. Children Food Poisoning.

Tinggalkan komentar